HUBUNGAN PENGGUNAAAN AIR DAN KEPEMILIKAN JAMBAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
Abstract
Abstract: Stunting in children under five is a growth failure condition caused by prolonged malnutrition. Factors contributing to stunting include water quality and latrine ownership. Contaminated water and unhealthy latrines can lead to diarrhea and impaired nutrient absorption. This study aims to analyze the relationship between water usage and latrine ownership with the incidence of stunting. The method used is analytical observational with a case-control design, and data analysis was conducted using the Chi-square test. The sampling technique employed was incidental sampling. The study sample comprised 130 mothers with children under five years old, 65 in the case group and 65 in the control group. The results showed that 104 families used unclean water, with 51 children stunted and 53 not stunted, while 26 families used clean water, with 14 children stunted and 12 not stunted. Regarding latrine ownership, 93 families had unhealthy latrines, with 55 children stunted and 38 not stunted, while 37 families had healthy latrines, with 10 children stunted and 27 not stunted. The Chi-square test results indicated no significant relationship between water usage and the incidence of stunting (p = 0.661), while there was a significant relationship between latrine ownership and the incidence of stunting (p = 0.001). In conclusion, water quality is not directly associated with the incidence of stunting, but the ownership of healthy latrines plays an essential role in preventing stunting in children under five.
Keywords: stunting, water use, clean water, latrine ownership, healthy latrine
Abstrak: Stunting pada Balita merupakan kondisi gagal tumbuh akibat malnutrisi yang berlangsung lama. Faktor-faktor yang berperan dalam stunting diantaranya kualitas air dan kepemilikan jamban. Air yang terkontaminasi dan jamban yang tidak sehat dapat menyebabkan diare dan gangguan penyerapan nutrisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan air dan kepemilikan jamban dengan kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain case control dan analisis data menggunakan uji Chi square. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah incidental sampling. Sampel penelitian terdiri dari 130 ibu yang memiliki anak Balita, 65 ibu pada kelompok kasus dan 65 ibu pada kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 104 keluarga menggunakan air tidak bersih dengan 51 anak stunting dan 53 anak tidak, dan 26 keluarga menggunakan air bersih dengan 14 anak stunting dan 12 tidak. Untuk kepemilikan jamban, 93 keluarga memiliki jamban tidak sehat dengan 55 anak stunting dan 38 tidak dan 37 keluarga memiliki jamban sehat dengan 10 anak stunting dan 27 tidak. Hasil uji Chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara penggunaan air dan kejadian stunting (p = 0,661), sedangkan terdapat hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dan kejadian stunting (p = 0,001). Kesimpulan, kualitas air tidak berhubungan langsung dengan kejadian stunting namun kepemilikan jamban yang sehat berperan penting dalam mencegah stunting pada Balita
Kata-Kata Kunci: stunting, penggunaan air, air bersih, kepemilikan jamban, jamban sehat
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.20527/ht.v8i1.16469
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Homeostasis

Homeostasis is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Program Studi Kedokteran Program Sarjana
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
email : [email protected]













