AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT KAYU BANGKAL (Nauclea subdita) TERHADAP Staphylococcus aureus

Inezca Junistias Rante Salu, Dwiana Savitri, Rahmiati Rahmiati, Agung Biworo, Mashuri Mashuri

Abstract


Abstract: Staphylococcus aureus is bacteria that can cause inflammation, starting to become resistant to antibiotics so natural antibiotics are needed. Bangkal bark (Nauclea subdita) is quite commonly found in South Kalimantan and contains antibacterial like flavonoids, polyphenols, saponins, and alkaloids. This study’s to determine whether there is antibacterial activity of 70% ethanol extract of Nauclea subdita against S.aureus, Calculate the diameter of the inhibition zone at concentrations of 65%, 75%, 85%, 95%, and Compare with positive control clindamycin. This study is a true experimental with posttest-only with control group design. The treatments tested were concentrations of 65%, 75%, 85%, 95%, positive control clindamycin antibiotic, negative control 5% DMSO with 3 repetitions. The data from the research results conducted by One-way ANOVA and Post-hoc Duncan tests found significant differences in each test treatment with p. All average diameters the inhibition zones at concentrations of 65%, 75%, 85%, and 95% had moderate inhibition.

 

Keywords: Staphylococcus aureus, antibacterial, bangkal bark (Nauclea subdita)

 

Abstrak: Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab inflamasi, yang mulai resisten terhadap antibiotik, sehingga membuat antibiotik dari alam jadi dibutuhkan. Kayu bangkal (Nauclea subdita) yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan dan memiliki kandungan antibakteri seperti flavonoid, polifenol, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% kulit kayu bangkal terhadap S.aureus, menghitung diameter zona hambat pada konsentrasi 65%, 75%, 85%, 95%, dan membandingkan dengan kontrol positif klindamisin. Penelitian ini true experimental dengan posttest-only with control group design. Perlakuan yang diujikan adalah konsentrasi 65%, 75%, 85%, 95%, kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif DMSO 5% diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian dilakukan uji One-way ANOVA dan Post-hoc Duncan ditemukan perbedan secara nyata pada tiap perlakuan uji dengan p.  Semua rerata diameter zona hambat pada konsentrasi 65%, 75%, 85%, dan 95% memiliki daya hambat sedang.

 

Kata-kata kunci: Staphylococcus aureus, antibakteri, kulit kayu bangkal (Nauclea subdita)


Keywords


Staphylococcus aureus; antibakteri; kulit kayu bangkal (Nauclea subdita)

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/ht.v8i1.16471

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Homeostasis

Creative Commons License
Homeostasis is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Program Studi Kedokteran Program Sarjana
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
email : [email protected]