PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI PENGETAHUAN LOKAL MATERI PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS

Nursyifa Raihan, Yasmine Khairunnisa, Sauqina Sauqina

Abstract


Literasi sains adalah keterampilan penting abad ke-21 yang saat ini menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan, terutama dalam pembelajaran mata pelajaran IPA. Literasi sains mewujudkan kepandaian penting yang perlu dimiliki peserta didik agar mereka mampu menggunakan ilmu pengetahuan secara tepat dan benar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE (analyze, design, development, implement, dan evaluate) dan bertujuan untuk mengevaluasi validitas, kepraktisan, dan keefektifan modul pembelajaran IPA terintegrasi pengetahuan lokal untuk meningkatkan literasi sains peserta didik SMP kelas VII tentang perubahan fisik dan kimia. Hasil penelitian adalah ini mendapatkan validasi sebesar 3,63% dan 3,68%, yang mencapai kriteria sangat valid. Selain itu, modul pembelajaran menunjukkan hasil yang sangat praktis, seperti yang ditunjukkan oleh nilai 79,17% pada angket respons siswa dan nilai N-Gain sebesar 0,75, yang menunjukkan bahwa modul memenuhi standar yang sangat tinggi. Modul pembelajaran IPA yang menggabungkan pengetahuan lokal dapat meningkatkan pemahaman sains, karena modul tersebut membantu peserta didik merasa lebih terhubung dengan materi yang mereka pelajari. Ketika materi sains dikaitkan dengan konteks dan budaya setempat, peserta didik lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak dan merasa lebih relevan dengan pengalaman sehari-hari mereka.

Kata kunci: Literasi sains, modul, pengembangan, pengetahuan lokal.

 

Scientific literacy is an important 21st-century skill that is currently a top priority in the education system, especially in the learning of science subjects. Scientific literacy embodies important skills that students need to have so they are able to use science appropriately and correctly. This research is a development research that uses the ADDIE model (analyze, design, development, implement, and evaluate) and aims to evaluate the validity, practicality, and effectiveness of a science learning module integrated with local knowledge to improve the scientific literacy of seventh-grade junior high school students about physical and chemical changes. The results of this study are that this obtained validation of 3.63% and 3.68%, which reached the criteria of very valid. In addition, the learning module showed very practical results, as shown by a score of 79.17% on the student response questionnaire and an N-Gain value of 0.75, which indicates that the module meets very high standards. Science learning modules that incorporate local knowledge can improve scientific understanding, because the module helps students feel more connected to the material they are learning. When science material is linked to local context and culture, students find it easier to understand abstract concepts and find them more relevant to their everyday experiences.

Keywords: Science literacy, modules, development, local knowledge.


Full Text:

PDF

References


Akbar, & Sa’dun. (2011). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Yogyakarta: Remaja Rosdakarya.

Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. Instructional Design: The ADDIE Approach. New York (USA): Springer Science Business Media.

Fuadi, H., Robbia, A. Z., Jamaluddin, J., & Jufri, A. W. (2020). Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(2), 108–116.

Hake, R. R. (1998). Analizing Change/Gain Scote. USA:Dept: Of Physics: Indiana University.

Irsan, I. (2021). Implemensi Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 5631–5639.

Khery, Y., Rosma Indah, D., Aini, M., & Asma Nufida, B. (2020). Urgensi Pengembangan Pembelajaran Kimia Berbasis Kearifan Lokal dan Kepariwisataan untuk Menumbuhkan Literasi Sains Siswa. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 6(3), 460.

OECD. (2023). Program For International Student (PISA) 2022 Assessment and Analytical Framework. OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) Publishing. Paris: Better Policie For Better Lives.

Riduwan, & Akdon. (2013). Rumus dan Data Analisis Statistika. Bandung: Alfabeta.

Sholikah, L., & Pertiwi, F. N. (2021). Jurnal Kegiatan Pendidikan dan Pengajaran Sains Integratif Berdasarkan Programme for International Student Assessment ( PISA ), 2(1), 95–104.

Sumanik, N. B., Nurvitasari, E., & Siregar, L. F. (2021). Analysis of Science Literation Abilities Profile Prospective Teachers of Chemical Education. Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 12(1), 22–32.

Trianto. (2015). Model pembelajaran terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Wati, D. K., Saragih, S., & Murni, A. (2022). Validitas dan Praktikalitas Bahan Ajar Matematika Berbantuan FlipHtml5 untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Kelas VIII SMP/MTs pada Materi Koordinat Kartesius. Juring (Journal for Research in Mathematics Learning), 5(4), 287.

Widoyoko, E. P. (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wulandari, A. P., Salsabila, A. A., Cahyani, K., Nurazizah, T. S., & Ulfiah, Z. (2023). Pentingnya Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar. Journal on Education, 5(2), 3928–3936.

Wulandari, T. D., Widiyatmotoko, A., & Pamelasari, S. D. (2022). Keefektifan Pembelajaran Ipa Berbantuan Virtual Reality Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa SMP Di Abad 21: Review Artikel. Proceeding Seminar Nasional IPA XII, 106–115.




DOI: https://doi.org/10.20527/i.v5i1.16108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Science Education and Applied Science



IJSEAS has been Indexed by:

This work is licensed under CC BY-SA 4.0