Penguatan Kelembagaan Berbasis Tata Ruang untuk Pengembangan Desa Wisata Gosong Panjang, Kabupaten Kotabaru
Abstract
Gosong Panjang Village has outstanding potential to become a tourism village that prioritizes coastal landscapes, small islands, and local traditions. However, this development still faces institutional challenges, limited access, and a lack of basic infrastructure. The purpose of this community service program is to evaluate the cultural and natural attributes of the landscape, assess its suitability for tourism, and develop a spatial planning-based institutional strengthening plan. The method used is a field survey documented through observation, interviews, and the Village Development Plan (RPJMDes). Land suitability analysis uses scoring for seven tourism activities. The results show that the land suitability ranges from moderate to good, with beach recreation receiving the highest score. The Undulating Plain and the Coast are considered to have the best potential for land-based tourism. In the institutional strengthening strategy, funds are allocated through Pokdarwis and RPJMDes to improve road access and provide basic facilities in priority zones to support safe and sustainable village tourism development.
Full Text:
PDFReferences
Alfita, V., Matoka, U., & Dja’wa, A. (2022). Studi Proses Pengelolaan Dan Penggunaan Dana Desa Terhadap Pembangunan Desa. JEMBA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(1), 23–32.
Anjani, N. (2025). Peran Pemerintah Desa dalam Pengembangan Potensi Wisata Lokal di Pantai Labu Terata Desa Labuhan Kuris Kecamatan Lape. HEGEMONI: JURNAL ILMU SOSIAL, 1(1), 21–28.
Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan Air. Edisi kedua. Institute Pertanian Bogor, Bogor.
Asy’ari, R., Dienaputra, R. D., Nugraha, A., Tahir, R., Rakhman, C. U., & Putra, R. R. (2021). Kajian konsep ekowisata berbasis masyarakat dalam menunjang pengembangan pariwisata: Sebuah studi literatur. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama Dan Budaya, 6(1), 9–19.
Canton, H. (2021). World tourism organization—UNWTO. Dalam The Europa directory of international organizations 2021 (hlm. 393–397). Routledge.
Costa, J. E., & Fleisher, P. J. (2012). Developments and applications of geomorphology. Springer Science & Business Media.
Darmi, T., & Harini, R. (2025). Pendampingan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pengelolaan Desa Wisata. JURNAL ABDIMAS SERAWAI. Diambil dari https://api.semanticscholar.org/CorpusID:276456754
Hidayati, I. (2020a). BENTANG LAHAN JAWA BAGIAN TENGAH: Sebuah Catatan Lapangan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya, 18(2), 145–164.
Hidayati, I. (2020b). BENTANG LAHAN JAWA BAGIAN TENGAH: Sebuah Catatan Lapangan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya, 18(2), 145–164.
Idrus, I. A., & Hakim, M. L. (2024). Peran Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Wisata Sawah Desa Gunung Mulia Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara. PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies, 5(1), 1–13.
Istiawan, B., & Nugraha, S. B. (2022). Unsur-unsur yang mendukung pengembangan desa wisata melung kecamatan kedungbanteng dan kesesuaiannya terhadap rencana tata ruang wilayah kabupaten banyumas. Geo-Image Journal, 11(2), 182–188.
Marliani, M. (2023). Peran Pemerintah Dalam Manajemen Strategi Pengelolaan Desa Wisata di Daerah Kepulauan. Jurnal Archipelago, 2(02), 133–146.
Mattiro, S., & Nasrullah, R. P. (2021). Pengembangan Ekowisata Berbasis Budaya Bahari Untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Masyarakat Pesisir Di Pulau Kerayaan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan. PROSIDING SEMINAR NASIONAL LINGKUNGAN LAHAN BASAH, 6(3).
Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja.
Muâ, M. R., & Indahsari, K. (2021). Pengembangan ekowisata di Indonesia. Senriabdi, 295–308.
Putri, P. R. D., & Kusdiwanggo, S. (2024). Peran Esensial Masyarakat Lokal terhadap Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia. Diambil dari https://api.semanticscholar.org/CorpusID:270892099
Qubayla, F., & Hakim, A. R. (2024). Urgensi Peran Swasta dalam Pengelolaan Pariwisata oleh Pemerintah Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 93–102.
Rhoads, B. L., & Thorn, C. E. (1993). Geomorphology as science: the role of theory. Geomorphology, 6(4), 287–307.
Risyanti, Y. D., Trenggono, T., Marhendi, M., & Susanti, Ph. D. D. (2024). Penguatan Kelembagaan Pariwisata untuk Meningkatkan Kualitas Daya Tarik Wisata Di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa. Diambil dari https://api.semanticscholar.org/CorpusID:270993060
Soeprobowati, T. R. (2011). Ekologi bentang lahan. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 13(2), 46–53.
Thorp, M. (1986). Applied Geomorphology: Geomorphological Surveys for Environmental Development by H. Th. Verstappen. Journal of Coastal Research, 2(1).
Yoeti, O. (2008). A.(2008) Perencanaaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta, Pradaya Pratama.
DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v5i3.16844
Refbacks
- There are currently no refbacks.
LPPM Universitas Lambung Mangkurat
Jl. Brigjen H. Hasan Basry Kotak Pos 219 Banjarmasin 70123 Telp/Fax: (0511) 3305240
✉Email :[email protected]
Contact Person: Whatsapp -> Nurul (082193508414)
🔎Website: https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/ilung/index
🔎Pengiriman naskah/registrasi : https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/ilung/index
🔎Unduhan Panduan Penulisan: https://bit.ly/Template_Jurnal_Ilung
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul)
