Perbandingan hasil uji jar test tawas dan kuriflock dalam mengelola total suspended solid (TSS) pada air limbah penambangan batubara
Abstract
PT Telen Orbit Prima merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara yang menghadapi tantangan dalam mengelola air limbah penambangan. Permasalahan yang terjadi adalah, nilai kadar Total Suspended Solids (TSS) yang tinggi. Apabila nilai kadar TSS tinggi, dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan dapat memberikan dampak terhadap lingkungan disekitarnya. Sehingga diperlukan pengelolaan dalam menurunkan nilai kadar TSS yaitu dengan cara perlakuan kimia melalui proses koagulasi dan flokulasi. Adapun bahan kimia yang digunakan untuk proses koagulasi-flokulasi adalah tawas dan kuriflock. Untuk mengetahui dosis optimum tawas dan kuriflock dalam mengelola TSS maka diperlukan suatu Uji Jar Test dengan skala laboratorium. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium secara Uji Jar Test, didapatkan dosis optimum tawas yang digunakan adalah 20 ppm karena persentasi penurunan TSS nya tiggi, yaitu 97% (TSS akhir = 18mg/l) dalam waktu 7 menit. Sedangkan dosis optimum kuriflock yang dapat digunakan adalah 3 ppm karena persentasi penurunan TSS nya tiggi, yaitu 97% (TSS akhir = 18mg/l) dalam waktu 1 menit. Perlakuan Kuriflock lebih cepat dalam menurunkan nilai kadar TSS karena membentuk flok lebih cepat dan besar, efektif pada dosis yang rendah dan efisiensi waktu yang lebih baik.
ABSTRACT
PT. Telen Orbit Prima is a company engaged in coal mining that faces challenges in managing mining wastewater. The problem that occurs is the high value of Total Suspended Solids (TSS). If the TSS value is high, it can cause a decrease in water quality and can have an impact on the surrounding environment. So that management is needed to reduce the TSS value, namely by chemical treatment through the coagulation and flocculation process. The chemicals used for the coagulation-flocculation process are alum and kuriflock. To determine the optimum dose of alum and kuriflock in managing TSS, a Jar Test is needed on a laboratory scale. Based on the results of laboratory testing using Jar Test, optimum dose of Alum used is 20 ppm because the percentage of TSS reduction is high, which is 97% (final TSS = 18mg / l) in 7 minutes. While optimum dose of kuriflock that can be used is 3 ppm because the percentage of TSS reduction is high, which is 97% (final TSS = 18mg / l) in 1 minute. Kuriflock treatment is faster in reducing TSS levels because it forms faster and larger flocs, is effective at low doses and has better time efficiency.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Azhari, P.S., Rande, S.A., & Adnyano, A.A.I., “Study of Total Suspended Solid Reduction in Coal Mine Water Management in Block III of PT. Antang Gunung Meratusm South Tapin District, South Kalimantan Province”, Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology, vol. 4, no. 2, 2023.
Harahap, Juliansyah, “Efektivitas Penggunaan Aluminium Sulfat Dalam Menurunkan Kadar TSS (Total Suspended Solid) Air Limbah Penambangan Batubara Di PT. X”, Elkawnie Journal of Islamic Science and Technology, vol. 3, no. 2, 2017.
Khair, R.M., Riduan, R., Mazaya, G.I., Purnama, L & Pramaningsih, “Penentuan Dosis Optimum FC Solution 2911 untuk Menurunkan Total Suspended Solid Pada Air Asam Tambang PT. Hasnur Riung Sinergi BRE”, Jukung : Jurnal Teknik Lingkungan, vol. 8, no. 2, 2022.
Air dan air limbah – Bagian 57: Metoda pengambilan contoh air permukaan, SNI 6989.57-2008
H. Sudiana, “Analisis Perbandingan Pemberian Konsentrasi Tawas Terhadap Penurunan Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) Pada Proses Pengolahan Air Limbah di IPAL RSUD 45 Kuningan”, Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2019.
Sulaeman, “Kajian Pengelolaan Air Asam Tambang untuk Mengurangi Kadar Total Suspended Solid (TSS) dengan Metode Jar Test Menggunakan Reagen Kuriflock PC-702 agar Tercapainya Baku Mutu Air Limbah Di KPL Tower 4 PT. Bukit Asam Tbk”, Jurnal Eksakta Kebumian, vol. 2 no. 1. 2021.
K.D Sasin, “Penentuan Dosis Optimum Koagulan untuk Menurunkan Kadar Total Suspended Solid (TSS) pada Air limbah Tambang Batubara”, Skripsi, Program Sarjana Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional Malang, 2023.
A. Tantowy, Syarifudin, A & Haris, “Efektivitas Penggunaan Kuriflock dalam Menurunkan Kadar TSS, Besi dan Mangan Pada Air Tambang di Settling Pond PT. Adaro Indonesia”, Jurnal Sains Farmasi dan Kesehatan, vol. 2, no. 2, 2024.
Rahma, C., & Rahminiani, C. Penggunaan Tawas dalam Menurunkan Kadar Total Suspended Solid Air Limbah Batubara. Jurnal Optimalisasi. Vol. 7, No. 1, 2021.
Tandiarang, Jenita, “Studi Perbandingan Penggunaan Tawas Dan Kapur Padam Pada Pengolahan Air Asam Tambang Di PT. Kaltim Diamond Coal Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur”, Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL, vol 4, no. 1, 2016.
C. Rahma, & C. Rahminiani, “Penggunaan Tawas dalam Menurunkan Kadar Total Suspended Solid Air Limbah Batubara”, Jurnal Optimalisasi, vol. 7, no. 1, 2021.
DOI: https://doi.org/10.20527/jhs.v10i1.15047
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Contact
Mining Engineering Study Program, Faculty of Engineering ULM
Jl. Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru,
South Kalimantan – 70714
statistics counter
View My Stats Jurnal Himasapta
Jurnal Himasapta is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License





