PENGEMBANGAN MODUL IPA SMP BERBASIS LITERASI SAINS DENGAN KEARIFAN LOKAL PADA MATERI PROSES DAN PRODUK TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN
Abstract
. Literasi sains merupakan kemampuan individu untuk memahami pengetahuan ilmiah dan menerapkannya untuk menjelaskan fenomena dan memecahkan masalah sains. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas dan konsistensi penilaian terhadap modul IPA SMP dan perangkat pendukungnya berbasis literasi sains dengan kearifan lokal pada materi proses dan produk teknologi ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Evaluasi Formatif Tessmer, dengan tiga tahap yaitu (1) Self Evaluation, (2) Prototyping, (3) Field Test. Penelitian pengembangan modul ini sampai pada tahap prototyping expert review. Pada tahap expert review, modul divalidasi oleh tiga validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi modul berkategori valid yaitu 4,18 dan konsistensi penilaian yang reliabel yaitu 75%. Perangkat pendukung modul seperti tes hasil belajar berkriteria sangat valid yaitu 4,22 dan konsistensi penilaiannya berkategori reliabel yaitu 75%, rencana pelaksanaan pembelajaran berkriteria sangat valid yaitu 4,42 dan konsistensi penilaiannya berkategori reliabel dengan skor 89%, dan angket respon peserta didik berkategori sangat valid yaitu 4,50 dan konsistensi penilaiannya berkategori reliabel dengan nilai 89%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan sampai tahap field test agar dapat mengetahui seberapa praktis dan efektifnya modul yang dikembangkan.
Kata kunci: penelitian pengembangan, modul sains, literasi sains, kearifan lokal, teknologi ramah lingkungan
Full Text:
PDFReferences
Bagasta, A. R., Rahmawati, D., M., D. M. F. Y., Wahyuni, I. P., & Prayitno, B. A. (2018). Profil Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik di Salah Satu SMA Negeri Kota Sragen. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 7(2), 121–129. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v7i2.1551
Borich, G. D. (1994). Observation skill for effective teaching (Second). Macmillan Publishing Company.
Chiappetta, E. L., Sethna, G. H., & Fillman, D. A. (1991). A quantitative analysis of high school chemistry textbooks for scientific literacy themes and expository learning aids. Journal of Research in Science Teaching, 28(10), 939–951. https://doi.org/10.1002/tea.3660281005
Holbrook, J., & Rannikmae, M. (2009). The meaning of scientific literacy. International Journal of Environmental and Science Education, 4(3), 275–288.
Jamaluddin, Jufri, A. W., Ramadhani, A., & Azizah, A. (2019). Profil Literasi Sains dan Keterampilan Berpikir Kritis Pendidikan IPA SMP. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA), 5(1), 120–130. https://doi.org/10.29303/jppipa.v5i1.185
Khabibah. (2006). Pengembangan Model Pembelajaran Matematika dengan Soal Terbuka untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar.
Majid, A. (2008). Perencanaan Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Mardianti, I., Kasmantoni, & Walid, A. (2020). Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Etnosains Materi Pencemaran Lingkungan Untuk Melatih Literasi Sains Siswa Kelas VII di SMP. BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi, 5(2), 97–106. https://doi.org/10.32938/jbe.v5i2.54
Naturasi, H., Roshayanti, F., & Nurwahyunani, A. (2016). Profil kualitas literasi sains siswa smp se-kabupaten pati. Bioma, 5(2). https://doi.org/10.26877/bioma.v5i2.2503
Nofiana, M., & Julianto, T. (2017). Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP Di KIta Purwokerto Ditinjau dari Aspek Konten, Proses, dan Konteks Sains. Jurnal Sains Sosial Dan Humaniora, I(2), 77–84. https://doi.org/10.30595/jssh.v1i2.1682
OECD. (2018). PISA for development Science framework. OECD.
OECD. (2019). Result from PISA 2018 (Volume I-III). OECD.
Pakpahan, R. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Capaian Literasi Matematika Siswa Indonesia dalam PISA 2012. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 1(3), 331–347. https://doi.org/10.24832/jpnk.v1i3.496
Pertiwi, U. D., & Firdausi, U. Y. R. (2019). Upaya Meningkatkan Literasi Sains melalui Pembelajaran Berbasis Etnosains. Indonesian Journal of Natural Science Education (IJNSE), 02(01), 120–124. https://doi.org/10.31002/nse.v2i.476
Prastowo, A. (2011). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Diva Press.
Rusilowati, A., Kurniawati, L., Nugroho, S. E., & Widiyatmoko, A. (2016). Developing an Instrument of Scientific Literacy Asessment on the Cycle Theme. International Journal of Environmental &Science Education, 11(12), 5718–5727.
Setiawan, B., Innatesari, D. K., Sabtiawan, W. B., & Sudarmin. (2017). The development of local wisdom-based natiral science module to improve science literation of students. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(1), 49–54. https://doi.org/10.15294/jpii.v6i1.9595
Sudjana, N. (2009). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Sinar Baru Algensindo.
Suryanti, S., Mariana, N., Yermiandhoko, Y., & Widodo, W. (2020). Local wisdom- based teaching material for enhancing primary students ’ scientific literacy skill. Jurnal Prima Edukasia, 8(1), 96–105. https://doi.org/10.21831/jpe.v8i1.32898
Tessmer, M. (1993). Planning and conduction formative evaluations: Improving and the quality of education and training. Kogan.
Toharuddin, U. H., Hendrawati, S., & Rustaman, A. (2011). Membangun literasi peserta didik. Humoniora.
Ummah, M., Rusilowati, A., & Yulianti, I. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Literasi Sains Materi Gelombang Cahaya. Unnes Physics Education Journal, 7(3), 51–57.
Widoyoko, E. (2016). Teknik penyususnan instrumen penelitian. Pustaka Pelajar.
Yuliati, Y. (2017). Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA. Jurnal Cakrawala Pendas, 3(2), 21–28. https://doi.org/10.31949/jcp.v3i2.592
Refbacks
- There are currently no refbacks.
