EVALUASI TANAMAN BELANGIRAN, PULAI, DAN JELUTUNG RAWA PADA KEGIATAN REHABILITASI DAS HUTAN RAWA GAMBUT DI HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG

Gabrielea Anggraini Sacharissa Lakburlawal, Gt. Syeransyah Rudy, Damaris Payung

Abstract


ABSTRAK. Evaluasi tanaman perlu dilakukan karena menurut Permenhut No.60/Menhut-II/2009, salah satu kriteria keberhasilan reklamasi hutan adalah revegetasi atau penanaman pohon. Tujuan dari penelitian ini adalah menyebarkan dan membagikan kesehatan tanaman rehabilitasi DAS di hutan rawa gambut di Hutan Lindung, Liang Anggang. Satuan unit evaluasi tanaman rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) diambil pada petak 4 di blok 1 hutan lindung Liang Anggang tahun tanam 2020, terdiri dari 3 jenis, yaitu belangiran (Shorea balangeran), jelutung (Dyera polyphylla), dan pulai (Alstonia pneumatophora) . Sebagai satuan sampel penelitian diambil sebanyak 2,5%. Parameter yang diukur adalah persentase hidup, diameter tanaman, tinggi tanaman dan kesehatan tanaman. Tanaman yang terinventarisasi, yaitu belangiran sebanyak 427 individu, pulai sebanyak 188 individu dan jelutung rawa sebanyak 80 individu. 2. Daya hidup tanaman yang ditanam pada kegiatan rehabilitasi DAS rawa gambut di hutan lindung Liang Anggang untuk tanaman Belangiran sebesar 92%, Pulai sebesar 94% dimana daya hidup kedua jenis tersebut tergolong baik sekali dan Jelutung sebesar 83% tergolong baik.

 

Keywords


Evaluasi Tanaman, Rehabilitasi DAS, dan Hutan Rawa Gambut

Full Text:

PDF

References


Kalima, T., Denny. 2019. Komposisi Jenis Dan Struktur Hutan Rawa Gambut Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah (Species Composition and Peat Swamp Forest Structure in Sebangau National Park, Central Kalimantan). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 16(1): 51-72

Nurohman, A. 2019. Evaluasi Tanaman Revegetasi Pada Program Restorasi Gambut Di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang Kalimantan Selatan. Universitas Lambung Mangkurat

Peraturan Daerah Kota Banjarbaru No. 13 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banjarbaru.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.59/menlhk/setjen/kum.1/10/2019 Tahun 2019 tentang Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 Tentang Tata Cara Perlindungan Hutan

Putri, A.F., Rachmawati, N & Naemah, D. 2021. Identifikasi Kerusakan Daun Pada Tanaman Balangeran (Shorea Balangeran) Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (Khdtk) Tumbang Nusa.

Rahayu, S.1999. Penyakit Tanaman Hutan Di Indonesia. Gejala, Penyebab, dan Teknik Pengendaliannya. Kanisius. Yogyakarta.

Stalin, M., Diba, F., & Husni, H. 2013. Analisis Kerusakan Pohon di Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak. Jurnal Hutan Lestari, 1(2).

Tyas, P., Karmanah, Gusmarianti, R. 2012. Inventarisasi Hama dan Penyakit Tanaman Jati Unggul Nusantara di Kebun Percobaan Cogrek Bogor. Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa.Bogor.

Wahyunto, S., Ritung, Suparto & Subagjo, H. 2005. Sebaran Gambut dan Kandungan Karbon di Sumatera dan Kalimantan. Proyek Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia. Wetland Int’l – Indonesia Programme and Wildlife Habitat Canada. Bogor, Indonesia. 254 halaman




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i1.11325

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.