ANALISIS KIMIA KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) BERDASARKAN KELAS DIAMETER KAYU DARI AREAL REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG BATU BARA

Siti Hadijah, Wiwin Tyas Istikowati, Yuniarti Yuniarti

Abstract


This research aims to analyze the chemical component variations in 8 year old sengon wood based on diameter classes in the post-coal mining land reclamation area. The methods employed include the Standar TAPPI and Haque et al. 2015 for chemical component testing and FTIR for functional groups. The findings indicate that wood diameter significantly influences the chemical components. The content of extractives and hemicellulose decreaces as the wood diameter increases, falling into the category high extractives (>4%) and low hemicellulose (<21%). Conversely, the lignin, cellulose and holocellulose content increases with diameter, falling into the category of high lignin (>33%), low cellulose (<40%) and suboptimal holocellulose (<60%). Based on the chemical component testing of sengon wood grown in post coal mining areas, sengon wood has the potential as raw material for the paper pulp industry and lightweight construction.

Keyword: sengon wood; chemical; wood diameter; reclamation

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi komponen kimia kayu sengon dengan umur yang sama yaitu 8 tahun berdasarkan kelas diameter kayu dari areal reklamasi lahan pasca tambang batu bara. Metode yang digunakan adalah Standar TAPPI dan Haque et al. 2015 untuk uji komponen kimia dan FTIR untuk gugus fungsi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diameter kayu berpengaruh terhadap kandungan komponen kimia, kandungan zat ekstraktif dan hemiselulosa semakin menurun seiring bertambahnya diameter kayu, kandungan zat ekstraktif dan hemiselulosa termasuk kategori zat ekstraktif tinggi (>4%) dan hemiselulosa (<21%). Kandungan lignin, selulosa dan holoselulosa semakin meningkat seiring bertambahnya diameter kayu, kandungan lignin, selulosa dan holoselulosa termasuk kategori lignin tinggi (>33%), selulosa rendah (<40%) dan holoselulosa kurang baik (<60%). Berdasarkan hasil uji komponen kimia kayu sengon yang tumbuh diareal lahan pasca tambang batu bara, kayu sengon berpotensi sebagai bahan baku industri pulp kertas dan kontruksi ringan.

Kata Kunci: Kayu sengon; kimia; diameter kayu; reklamasi


Full Text:

PDF

References


Achmadi. 1990. Kimia Kayu. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direkt Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. Institusi Pertanian Bogor, Bogor.

Astuti, S, Yahya R & Sundaryono A. 2018. Analisis kadar komponen kimia pelepah sawit varietas dura sebagai bahan baku pulp yang diterapkan pada pembelajaran kimia. PENDIPA Journal of Science Education, 2(1): 69-75.

Augustina S., Wahyudi I., Darmawan W.I, Malik J., Kajima Y., Okada T., Okano N. 2021. Effect of chemical charateristics on Mechanical and Natural Durability properties of three lesser-used wood species. Jurnal Sylva Lestari, 9(1): 161-178.

Direktorat Jenderal Kehutanan.1976. Vademacum kehutanan Indonesia. Direktorat Jenderal Kehutanan Departemen Pertanian. Jakarta.

Durmaz, S, O Ozgenc, HI Boyaci, UC Yildiz & E Erisir. 2016. Examinating of the chemical changes in spruce wood degraded by brown-rot fungi using FT-IR and FT-Raman spectroscopy. Vibrational Spectroscopy, 85: 202-207.

Fengel D & Wegener G. 1995. Kayu kiia ultrastruktur dan reaksi-reaksi. Penerjemah H. Sastrohamdjojo. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Gunawan B & CD Azhari. 2010. Karakterisasi spektrofotometri IR dan Scanning electron microscopy (S E M) sensor gas dari Polimer Poly Ethelyn Glycol (P E G). Jurnal sains dan Teknologi, 3(2): 1-17.

Hanafiah, AK. 2000. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi Edisi Ketiga. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Istikowati W.T., B Sutiya, Sunardi, D Itta, D.N Pasaribu, Kristy L.A. 2022. Karakteristik Kayu Jelutung (Dyera costulata) dari Hutan Tanaman Rakyat di Kalimantan Tengah. Jurnal Selulosa, 12(1): 1-10.

Kasmudjo. 1990. Sifat Fisik dan Mekanik Kayu Sengon pada berbagai umur. Duta Rimba XVI (121-122): 34-39. Jakarta.

Lempang M. 2014. Sifat dasar dan potensi kegunaan kayu jabon merah. Jurnal Penelitian Wallacea, 3(2): 163-175.

Lukmandaru, G. 2010. Sifat kimia kayu jati (Tectona grandis) pada laju pertumbuhan berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, (8(2): 188-196.

Ma K., Zhang, Y.X., Ruan, M.Y., Guo J., Chai T.Y. (2019). Land Subsidence in a Coal Mining Area Reduce Soil Fertility and Led to Soil Degradation in Arid and Semi-Arid Regions. Int J. Environ. Res Public Health. 16 (20): 2-14.

Martawijaya A, Kartasujana I., Mandang Y.I., Prawira S.A., Kadir K. 1989. Atlas Kayu Indonesia volume II. Badan Litbag Kehutanan, Bogor.

Pari G. 2004. Kajian struktur arang dari serbuk gergaji sebagai adsorben emisi formaldehyde kayu lapis. Disertasi Pascasarjana, IPB. Bogor.

Pavia Lampman & Kriz. 2000. Introduction to Spectroscopy. New York: John Wiley and Sons.

Prawirohatmodjo S. 1977. Kimia Kayu. Yogyakarta: Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Skoog D.A., Holler F.J., Crouch S.R.N. 2016. Principles of instrumental analysis. 7th Edition. USA: Cengage Learning.

Supraptiah E, A.S Ningsih, Sofiah., R Apriandini. 2014. Pengaruh cairan pemasak (AA Charge) pada proses pembuatan pulp dari kayu sengon (Albizia falcataria) terhadap kualitas pulp. Kinetika, 5: 14-21.

TAPPI. 1991. TAPPI Test Methods. 1991. Atlanta. TAPPI. Press.

Wibisono H.S., Jasni & Wa O.M.A. 2018. Komposisi Kimia dan Keawetan Alami Delapann Jenis Kayu di Bawah Naungan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 36(1): 59-65.

Yuniarti. 2011. Sifat Kimia Tiga Jenis Kayu Rakyat. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 3(1): 24-28.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i4.11619

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.