KARAKTERISTIK KIMIA KAYU JABON (ANTHOCEPALLUS CADAMBA) BERDASARKAN KELAS DIAMETER PADA AREAL BEKAS TAMBANG BATUBARA

Anisa Norhidayah, Wiwin Tyas Istikowati, Budi Sutiya

Abstract


Forest have many benefits, including as producers of forest products and many coal mining areas are used in forest areas. Reclamation is carried out as an obligation for IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) holders, one of the plants planted in the area is Jabon (Anthocepallus cadamba). Jabon itself is a plant that can grow quickly (fast growing) on reclaimed land. Jabon can grow up to 18 m high with a diameter of 42 cm at the age of 6 years if it is in good condition. Due to the increasing need for wood, it is necessary to optimize the use of wood. One of the most commonly used uses of wood is as paper pulp and construction material. The purpose of this study is to determine the chemical characteristics of Jabon wood on the reclaimed land itself to find out its further utilization using a chemical content testing process by TAPPI standards. The results obtained are that the results from diameter class 1 to diameter class 5 vary greatly and if used for paper pulp will produce low quality.

 

Hutan memiliki banyak manfaat diantaranya adalah sebagai penghasil produk hasil hutan dan ditemukan pula banyak areal tambang batubara yang dipakai pada kawasan hutan. Reklamasi dilakukan sebagai kewajiban bagi para pemegang IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan), salah satu tanaman yang ditanam pada kawasan itu adalah Jabon (Anthocepallus cadamba). Jabon sendiri adalah tanamn yang bisa tumbuh dengan cepat (fast growing) pada lahan reklamasi. Jabon mampu tumbuh hingga tinggi 18 m dengan diameter 42 cm pada umur 6 tahun jika dalam kondisi baik. Dikarenakan semakin tahun kebutuhan akan kayu semakin meningkat maka perlu pengoptimalan penggunaan kayu. Salah satu kegunaan kayu yang paling sering digunakan adalah sebagai pulp kertas dan bahan konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia kayu Jabon pada lahan reklamasi itu sendiri untuk mengetahui lebih lanjut pemanfaatannya menggunakan proses pengujian kandungan kimia yang sesuai dengan standar TAPPI. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa hasil dari kelas diameter 1 hingga kelas diameter 5 sangat bervariasi dan jika digunakan untuk pulp kertas akan menghasilkan kualitas yang rendah.


Keywords


kayu jabon; kandungan kimia; areal bekas tambang batubara

Full Text:

PDF

References


Anam, C. 2007. Analisis Gugus Fungsi pada Sampel Uji, Bensin dan Spiritus Menggunakan Metode Spektroskopi FT-IR. Berkala Fisika,, 10(1):79-85.

Aprianis, Y. & S. Rahmayanti. 2009. Dimensi Serat dan Nilai Turunannya dari Tujuh Jenis Kayu Asal Propinsi Jambi. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 27(1):11-20.

Augustina S., I. Wahyudi, I W. Darmawan, J. Malik, Y. Kojima, T. Okada & N. Okano. 2021. Pengaruh Karakteristik Kimia terhadap Sifat Mekanis dan Keawetan Alami Tiga Jenis Kayu Kurang Digunakan. Jurnal Sylva Lestari, 9(1):161-178.

Bahri, S. 2015. Pembuatan Pulp dari Batang Pisang. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 4(2):36-50.

Casey, J.P. 1980. Pulp and Paper Chemistry and Chemical Technology Vol 1 : Pulping and Bleaching, Third Edition. New York: Wild Interscience Publication.

Dumanauw, J. F. 2001. Mengenal Kayu. Jakarta : Gramedia.

Durmaz S., O. Ozgenc, IH Boyaci, UC Yildiz & E. Erisir. 2016. Examination of the Chemical Changes in Spruce Wood Degraded by Brown-rot Fungi Using FT-IR and FT-Raman Spectroscopy. Vibrational Spectrosscopy, 85:202-207.

Fatimah, S., M. Susanto & G. Lukmandaru. 2013. Studi Komponen Kimia Kayu Eucallyptus pellita F. Muell dari Pohon Plus Hasil Uji Keturunan Generasi Kedua di Wonogiri, Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Kehutanan, 7(1).

Halawane, J.E., Hidayah H.N., & Kinho J. 2011. Prospek Pengembangan Jabon Merah (Anthocepallus macrophylla (Roxb.) Havil). Solusi

Herlina, W. T. Istikowati & Fatriani. 2018. Analisis Kimia dari Serat Kayu Bangkal (Nauclea officinalis) sebagai Alternatif Bahan Baku Pulp Kertas. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 10(1):21.

Jasni, G. Pari & E.R. Satiti. 2016. Komposisi dan Keawetan Alami 20 Jenis Kayu Indonesia dengan Pengujian di Bawah Naungan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 34(4):323-333.

Karlinasari, L., D.S.Nawawi & M. Widyani. 2010. Kajian Sifat Anatomi dan Kimia Kayu Kaitannya dengan Sifat Akustik Kayu. Bionatura Jurnal Ilmu Hayati dan Fisik, 12(3):110-111. Kebutuhan Kayu Masa Depan, Balai Penelitian Menado.

Opedal M.T., E. Espinosa, A. Rodriguez & G. Chinga-Carrasco. 2019. Lignin: A Biopolymer from Forestry Biomass for Biocomposites and 3D Printing. Materials, 12, 3006.

Owoyemi J. M., & Olaniran, S.O. 2014. Natural Resistance of Ten Selected Nigerian Wood Species to Subterranean Termite”s Attack. International Journal of Biological Sciences and Applications, 1(2):35-39.

Prawirohatmodjo, S. 1997. Kimia Kayu. Yogyakarta : Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada.

Sofyan, Rahmat H., E. Dwi Wahjunie & Y. Hidayah. 2017. Karakterisasi Fisik Dan Kelembaban Tanah Pada Berbagai Umur Reklamasi Lahan Bekas Tambang. Buletin Tanah dan Lahan, 1(1):72-78.

Sokanandi, A., G. Pari., D. Setiawan., & Saepuloh. 2014. Komponen Kimia Sepuluh Jenis Kayu Kurang Dikenal: Kemungkinan Penggunaan Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(3):209-210.

Supartini. 2009. Komponen Kayu Meranti Kuning. Jurnal Penelitian Dipterokarpa, 3(1).

Sutiya, B., W. T. Istikowati., A. Rahmadi & Sunardi. 2012. Kandungan Kimia dan Sifat Serat Alanh-Alang (Imperata cylindrica) Sebagai Gambaran Bahan Baku Pulp Kertas. BIOSCIENTIAE, 9(1):8-19.

Syafii W. & I.Z Siregar. 2006. Sifat Kiimia dan Dimensi Serat Kayu Mangium (Acacia mangium Willld..) dari Tiga Provenans. Tropical Wood Science & Technology, 4(1).




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i3.11739

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.