KUALITAS BRIKET ARANG DARI CAMPURAN ARANG KAYU KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) DAN ARANG KAYU ALABAN (Vitex pubescens Vahl)
Abstract
This research aims to determine the characteristics of charcoal briquettes made from a mixture of rubber wood charcoal and alaban wood charcoal including water content, density, ash content, volatile matter content, bound carbon, heating value in various compositions of the mixture of materials and particle sizes as well as knowing the composition of the materials and The particle size that can produce charcoal briquettes meets SNI 01-6235-2000 standards. The test results show that all treatments can meet SNI standards except only for the rubber wood briquette volatile matter parameter where the composition of 100% 40 mesh rubber wood charcoal powder meets the standard while the composition of 100% 60 mesh rubber wood charcoal powder does not meet the standard. The research results showed that the briquettes consisted of A1B1 treatment (100% 40 mesh rubber wood charcoal powder); treatment A1B2 (100% rubber wood charcoal powder 60 mesh); treatment A2B1 (100% alaban wood charcoal powder 40 mesh); treatment A2B2 (100% alaban wood charcoal powder 60 mesh); treatment A3B1 (50% rubber wood charcoal powder 40 mesh + 50% alaban wood charcoal powder 40 mesh); treatment A3B2 (50% rubber wood charcoal powder 60 mesh + 50% alaban wood charcoal powder 60 mesh), for density values (0.59 g/cm3; 0.57 g/cm3; 0.62 g/cm3; 0.59 g/cm3; 0.57 g/cm3; 0.56 g/cm3), air content (4.53%; 3.95%; 2.57%; 2.86%; 2.66%; 2.99%), ash content (2.44%; 2.97%; 1.15%; 1.10%; 2.10%; 1.57%), volatile matter (14.73%; 15, 81%; 15.80%; 9.26%; 86.78%; 84.10% %; 86.10%) and calorific value (6029.13 cal/g; 5996.33 cal/g; 6457.37 cal/g; 6423.17 cal/g; 6163.31 cal/g; 6233.65 cal/g).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik briket arang yang terbuat dari campuran arang kayu karet dan arang kayu alaban meliputi kadar air, kerapatan, kadar abu, kadar zat terbang, karbon terikat, nilai kalor pada berbagai komposisi campuran bahan dan ukuran partikel serta mengetahui komposisi bahan dan ukuran partikel yang dapat menghasilkan briket arang memenuhi standar SNI 01-6235-2000. Hasil pengujian menunjukkan semua perlakuan dapat memenuhi standar SNI kecuali hanya pada parameter zat terbang briket kayu karet dimana komposisi 100% serbuk arang kayu karet 40 mesh memenuhi standar sedangkan komposisi 100% serbuk arang kayu karet 60 mesh tidak memenuhi standar. Hasil penelitian menunjukkan briket yang terdiri dari perlakuan A1B1 (100% serbuk arang kayu karet 40 mesh); perlakuan A1B2 (100% serbuk arang kayu karet 60 mesh); perlakuan A2B1 (100% serbuk arang kayu alaban 40 mesh); perlakuan A2B2 (100% serbuk arang kayu alaban 60 mesh); perlakuan A3B1 (50% serbuk arang kayu karet 40 mesh + 50% serbuk arang kayu alaban 40 mesh); perlakuan A3B2 (50% serbuk arang kayu karet 60 mesh + 50% serbuk arang kayu alaban 60 mesh), untuk nilai kerapatan (0,59 g/cm3; 0,57 g/cm3; 0,62 g/cm3; 0,59 g/cm3; 0,57 g/cm3; 0,56 g/cm3), kadar air (4,53%; 3,95%; 2,57%; 2,86%; 2,66%; 2,99%), kadar abu (2,44%; 2,97%; 1,15%; 1,10%; 2,10%; 1,57%), zat terbang (14,73%; 15,81%; 15,80%; 9,26%; 11,15%; 9,34%), karbon terikat (78,30%; 77,27%; 80,48%; 86,78%; 84,10%; 86,10%) serta nilai kalor (6029,13 kal/g; 5996,33 kal/g; 6457,37 kal/g; 6423,17 kal/g; 6163,31 kal/g; 6233,65 kal/g).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akowuah, J. O., Kemausor, F dan Mitchual, S. J. 2012. Physico-Chemical Characteristics and Market Potential of Sawdust Charcoal Briquette. International Journal of Energy and Environmental Engineering, 3(1): 1- 6.
Dinas PMPTSP. 2022. Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022.
Direktorat Jenderal Perkebunan. 2017. Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Karet 2015-2017. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Jakarta, Indonesia.
Fachry, A. Rasyidi, dkk. 2010. “Mencari Suhu Optimal Proses Karbonisasi dan Pengaruh Pencampuran Batu Bara Terhadap Kualitas Briket Eceng Gondok”, Jurnal Teknik Kimia, 17 no. 2, h. 59.
Fauziah, N. 2009. Pembuatan Arang Aktif Secara Langsung dari Kulit Acaciamangium Wild Dengan Aktivasi Fisika dan Aplikasinya Sebagai Adsorben. Institut Pertanian Bogor.
Hendra, D. 2007. Pembuatan Briket Arang dari Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa dan Tempurung Kelapa sebagai Sumber Energi Alternatif. Jurnal Hasil Hutan. Bogor.
Iskandar, N., Nugroho, S., & Feliyana, M. F. 2019. Uji Kualitas Produk Briket Arang Tempurung Kelapa Berdasarkan Standar Mutu SNI. Majalah Ilmiah Momentum, 15(2), 103–108.
Marzan. 2016. Pengaruh Ukuran Mesh Terhadap Kualitas Briket Batu Bara Campur Biomassa Sekam Padi dan Tepung Kanji sebagai Perekat dengan Tekanan 8,43 kg/cm2. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar. Aceh.
Masturin, A. 2002. Sifat Fisik dan Kimia Briket Arang dari Campuran Arang Limbah Gergajian Kayu. Skripsi Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Ramadhan, M. N., & Nugraha, A. 2020. Analisa Pemanfaatan Briket Limbah Arang Kayu Alaban Di Desa Tapuk Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Info-Teknik, 21(1), 75-84.
Rindayatno, R. and Lewar, D. O. 2017. Kualitas Briket Arang Berdasarkan Komposisi Campuran Arang Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) Dan Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria), ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 1(1), pp. 39–48.
Sandi, F., & Darwati, H. 2014. Asosiasi Cendawan Mikoriza Arbuskula (Cma) pada Tanaman Laban (Vitex pubescens Vahl). Jurnal Hutan Lestari, 2(3).
Sidiq. M.H. 2017. Karakteristik Briket Arang dari Kayu Ulin (Cocos nucifera) dan Ulin (Eusideraxylon zwageri). Bogor. Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institusi Pertanian Bogor.
Standar Nasional Indonesia. 2000. SNI Briket Arang Kayu SNI 01-6235- 2000. Badan Standarisasi Nasional – BSN.
Sukantra, I. G. A. 2018. Pengaruh Penambahan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Bekas Media Tumbuh Jamur Merang (Volvariella volvaceae L) Terhadap Karakteristik Pupuk Organonitrofos.
Taufani, D., 2023. Karakteristik Briket Arang Dari Limbah Serbuk Penggergajian Kayu Karet Dan Limbah Serbuk Penggergajian Kayu Meranti Merah. Jurnal Sylva Scienteae, 6(5), 740-749.
Taufik, Y., Violet, V., & Yuniarti, Y. 2019. Kualitas Briket Arang dari Limbah Arang Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binned) PT. Citra Prima Utama Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Jurnal Sylva Scienteae, 1(1), 1-12.
Triono, A. 2006. Karakteristik Briket Arang dari Campuran Serbuk Gergajian Kayu Afrika (Maesopsis Eminii Engl) dan Sengon (Paraserianthes Falcataria L. Nielsen) dengan Penambahan Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera L). Skripsi Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Wijayanti, D. S. 2009. Karakteristik briket arang dari serbuk gergaji dengan penambahan arang cangkang kelapa sawit (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i5.12921
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

