KARAKTERISTIK BRIKET ARANG DARI LIMBAH BATUBARA DAN TONGKOL JAGUNG SERTA LAJU PEMBAKARAN

Mirna Mirna, Noor Mirad Sari, Lusyiani Lusyiani

Abstract


Kebutuhan energi saat ini semakin meningkat hingga krisis energi terjadi. Batu bara memiliki limbah padat berbentuk serbuk yang banyak dijumpai di lokasi jalan pertambangan seperti di PT. ADARO Indonesia yang tidak layak jual dan belum digunakan secara optimal. Kelompok Tani Karya Bangun memiliki potensi tongkol jagung yang tinggi dengan lahan kebun jagung pakan ternak seluas 570 hektar dimana hanya memanfaatkan biji jagung kering sebagai pakan ternak. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik serta menguji laju dan sifat nyala dari limbah batu bara dan tongkol jagung. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan sehingga memiliki 15 sampel uji. Hasil penelitian yaitu briket dengan kadar air terendah pada perlakuan A (9,872 %) dan tertinggi pada perlakuan E, kadar abu terendah pada perlakuan E (7,790 %) yang memenuhi standar ASTM dan tertinggi pada perlakuan A (23,780 %), zat terbang terendah pada perlakuan A (27,047 %) yang memenuhi standar ASTM dan tertinggi pada perlakuan C (38,830 %), karbon terikat tertinggi pada perlakuan A (39,301 %) dan terendah terdapat pada perlakuan C (25,527 %), nilai kalor tertinggi pada perlakuan D (4.728,873 kal/g) dan terendah terdapat pada perlakuan E (4.022,448 kal/g), serta kerapatan tertinggi pada perlakuan A (1,199 g/cm3) dan terendah terdapat pada perlakuan E yaitu (0,950 g/cm3) serta laju pembakaran tertinggi terdapat pada perlakuan E (0,358 g/menit) dan laju pembakaran terendah yaitu perlakuan A (1,126 g/menit) dimana nilai uji dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan, tingkat kehalusan serbuk perekat, suhu karbonisasi, dan tekanan pencetakan

Energy demand is continually increasing, leading to energy crises. Coal produces solid waste in the form of powder, often found at mining sites such as PT. ADARO Indonesia, which is not suitable for sale and is not being optimally utilized. The Karya Bangun Farmer Group has a significant amount of corn cobs available on their 570-hectare corn farm, but they currently only use dry corn kernels as livestock feed. The objective of this research is to analyze the characteristics and test the ignition rate and flame properties of coal waste and corn cobs. The research method used a Completely Randomized Design with five treatments and three replications, resulting in 15 test samples. The results of the study showed that the briket with the lowest moisture content was found in treatment A (9.872%), while the highest was in treatment E. The lowest ash content was in treatment E (7.790%), meeting ASTM standards, while the highest was in treatment A (23.780%). The lowest volatile matter content was in treatment A (27.047%), meeting ASTM standards, while the highest was in treatment C (38.830%). The highest fixed carbon content was in treatment A (39.301%), and the lowest was in treatment C (25.527%). The highest calorific value was in treatment D (4,728.873 cal/g), and the lowest was in treatment E (4,022.448 cal/g). The highest density was in treatment A (1.199 g/cm3), and the lowest was in treatment E (0.950 g/cm3). The highest burning rate was in treatment E (0.358 g/minute), and the lowest was in treatment A (1.126 g/minute). The test values were influenced by the raw materials used, the fineness level of the adhesive powder, carbonization temperature, and pressing pressure.

Kebutuhan energi saat ini semakin meningkat hingga krisis energi terjadi. Batu bara memiliki limbah padat berbentuk serbuk yang banyak dijumpai di lokasi jalan pertambangan seperti di PT. ADARO Indonesia yang tidak layak jual dan belum digunakan secara optimal. Kelompok Tani Karya Bangun memiliki potensi tongkol jagung yang tinggi dengan lahan kebun jagung pakan ternak seluas 570 hektar dimana hanya memanfaatkan biji jagung kering sebagai pakan ternak. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik serta menguji laju dan sifat nyala dari limbah batu bara dan tongkol jagung. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan sehingga memiliki 15 sampel uji. Hasil penelitian yaitu briket dengan kadar air terendah pada perlakuan A (9,872 %) dan tertinggi pada perlakuan E, kadar abu terendah pada perlakuan E (7,790 %) yang memenuhi standar ASTM dan tertinggi pada perlakuan A (23,780 %), zat terbang terendah pada perlakuan A (27,047 %) yang memenuhi standar ASTM dan tertinggi pada perlakuan C (38,830 %), karbon terikat tertinggi pada perlakuan A (39,301 %) dan terendah terdapat pada perlakuan C (25,527 %), nilai kalor tertinggi pada perlakuan D (4.728,873 kal/g) dan terendah terdapat pada perlakuan E (4.022,448 kal/g), serta kerapatan tertinggi pada perlakuan A (1,199 g/cm3) dan terendah terdapat pada perlakuan E yaitu (0,950 g/cm3) serta laju pembakaran tertinggi terdapat pada perlakuan E (0,358 g/menit) dan laju pembakaran terendah yaitu perlakuan A (1,126 g/menit) dimana nilai uji dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan, tingkat kehalusan serbuk perekat, suhu karbonisasi, dan tekanan pencetakan.


Keywords


Briket arang; batubara; tongkol jagung

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i1.14847

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.