KEANEKARAGAMAN DAN MANFAAT JENIS TUMBUHAN BAWAH DI BAWAH TEGAKAN AKASIA (Acacia mangium) DI ARBORETUM FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Lisdawati Lisdawati, Normela Rachmawati, Basir Basir

Abstract


This study aims to analyze the diversity of undergrowth species under acacia stands and examine the benefits of the undergrowth species under acacia stands. This study was carried out for more than 2 months under acacia stands (Acacia mangium) arboretum arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru city, Kalimantan Selatan, 70714. The method used in this study was survey method by laying purposive sampling with a square shape measuring 1x1 meter. Place the square under the acacia stand, then observe, count the individuals, identify the individuals, document them and look for their species and benefits as well as calculate data analysis and retrieve environmental data. The results showed that the undergrowth that was there had low dominance and moderate diversity. Ten of the 12 species have medicinal properties, 2 of which can be used as animal feed, 5 species can be used as ornamental plants, and 6 species can be used as vegetables (food).

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis tumbuhan bawah di bawah tegakan akasia dan mengkaji manfaat dari jenis tumbuhan bawah di bawah tegakan akasia. Penelitian ini dilakukan kurang lebih dari 2 bulan bertempat di bawah tegakan akasia (Acacia mangium) arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan peletakan secara purposive sampling dengan bentuk kuadrat yang berukuran 1x1 meter. Peletakkan kuadrat ada di bawah tegakan akasia, kemudian diamati, dihitung individunya, diidentifikasi individunya, didokumentasi dan dicari jenis dan manfaatnya serta menghitung analisis data dan mengambil data lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan bawah yang berada di sana mempunyai dominansi yang rendah dan keanekaragaman yang sedang. Sepuluh dari 12 jenis berkhasiat sebagai obat, 2 diantaranya dapat digunakan sebagai pakan ternak, 5 jenis bisa digunakan sebagai tanaman hias, dan 6 jenis lagi dapat dipakai sebagai sayuran (pangan)


Keywords


Keanekaragaman; Tumbuhan bawah; Manfaat; Akasia; Arboretum

Full Text:

PDF

References


Abrori, M. 2016. Keanekaragaman Tumbuhan Bawah di Cagar Alam Manggis Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Skripsi diterbitkan. Malang: Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri (UIN).

Adin, Wardoyo, E.R.P. & Murkalina. 2017. Potensi ekstrak gulma daun sembung rambat (Mikania micrantha, HBK.) sebagai bioherbisida pengendali gulma putri malu (Mimosa pudica L.). Jurnal Protobiont 6(1):10-14.

Arisandi, R., Dharmono & Muchyar. 2015. Keanekaragaman Spesies Familia Poaceae di Kawasan Reklamasi Tambang Batubara PT Adaro Indonesia Kabupaten Tabalong. Prosiding seminar nasional XII Pendidikan biologi FKIP UNS 2015, Hal. 733-739.

Badrunasar, A. & Harry, B.S. 2016. Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat. Lombok Barat: Forda press.

Goreti, T., Muin, A. & Burhanuddin. 2021. Keanekaragaman jenis tumbuhan bawah tanaman akasia (Acacia mangium Willd) di bukit penghijauan mandor kabupaten Landak. Jurnal hutan lestari 9(1): 14-24.

Hartini, S. 2009. Keanekaragaman tumbuhan paku di lokasi calon kebun raya samosir, Sumatera Utara. Warta Kebun Raya, 9(1): 48-54.

Hilwan I, Mulyana, D. & Pananjung, W.G. 2013. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah pada Tegakan Sengon Buto (Enterolobium Cyclocar pum Griseb.) dan Trembesi (Samanea Saman Merr.) di Lahan Pasca Tam bang Batubara PT Kitadin, Embalut, Kutai Kartanagara, Kalimantan Timur. Jurnal slivikultur tropika 4(1): 6-10.

Ismaini, L., Masfiro, L., Rustandi, & Dadang, D. 2015. Analisis Komposisi dan Keanekaragaman Tumbuhan di Gunung Dempo Sumatera Selatan. UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia. Hal. 1397 – 1402.

Munthe, J.H. 2013. Struktur dan Komposisi Pohon pada Habitat Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Pusat Pengamatan Orangutan Sumatera, Bukit Lawang. Skripsi diterbitkan. Medan: Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

Nahdi, M.S. & Darsikin. 2014. Distribusi dan Kelimpahan Spesies Tumbuhan Bawah pada Naungan Pinus mercusii, Acacia auticuliformis dan Eucalyptus alba di Hutan Gama Giri Mandiri, Yogyakarta. Jurnal Nature Indonesia. 16(1): 33 – 41.

Normasiwi, S. 2016. Keragaman dan Potensi Ardisia Koleksi Kebun Raya Cibo das. Prosiding Symbion (Symposium on Biology Education), Hal. 11-19.

Pagea, A.C., F Yusro, F. & Mariani, Y. 2022. Keragaman jenis tanaman obat tradisional yang dimanfaatkan oleh battra di desa Sepang Kabupaten Mempawah. Jurnal Serambi Engineering 7(4): 3827-3836.

Pepato, M.T., Baviera, A.M., Vendramini, R.C., Perez, M.D.P.M.D.S., Kettelhut, I.D.C. & Brunetti, I.L. 2003. Cissus sicyoides (princess vine) in the long‐term treatment of streptozotocin‐diabetic rats. Biotechnology and applied biochemistry 37(1): 15-20.

Puspitasari, M. 2022. Analisis spasial struktur tegakan di arboretum fakultas kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Skripsi tidak diterbitkan. Banjarbaru. Fakultas Kehutanan. Universitas Lambung Mangkurat.

Putri, A.N., Sari, A.M.N. & Eldy, W.F. Asiatidri: potensi kombinasi daun ara sungsang (Asystasia gangetica ssp.micrantha) dan seledri (Apium grabeolens l.) sebagai alternative teh herbal anti diabetes mellitus, (online), (https://www.neliti.com/id/publications/169938/asiatidri-potensi-kombinasi-daun-ara-sungsang-asystasia-gangetica-ssp-micrantha, diakses 9 juli 2023).

Rizki, Fernando, O. & Nursyahra. 2019. Etnofarmakologi tumbuhan familia Asteraceae di kabupaten Pasaman Barat, (online), (https://www. researchgat e.net/publication/335395638Etnofarmakologi_Tumbuhan_Familia_Asteraceae_Di_Kabupaten_Pasaman_Barat, diakses 7 April 2023].

Soerianegara, I. & Indarawan, A. 1998. Ekologi Hutan Indonesia. Bogor. IPB Press.

Sutedjo & Warsudi. 2017. Menakar sifat invasif spesies Skasia mangium (Acacia mangium Willd.) di Hutan Penelitian dan Pendidikan Bukit Soeharto. Ulin - Jurnal Hutan Tropika 1(1): 82-89.

Sylvia. 2022. Traditional uses and benefits of coral berry, (online), (https://www.hea lthbenefitstimes.com/coral-berry/, diakses 5 Juli 2023].

Tim dinas kesehatan. 2016. Tumbuhan obat tradisional Papua berdasarkan kearifan lokal masyarakat. Papua: Nulisbuku jendela dunia.

Tribun Jateng. 2021. Paku hata, tumbuhan bermanfaat penyembuh luka hingga obat penyakit kuning (online), https://jateng. tribunnews.com/2021/11/05/paku-hata-tumbuhan-bermanfaat-penyembuh-luka-hingga-obat-penyakit-kun ing, diakses 11 mei 2023).

Ulfah, A.N., Soendjoto, M.A., Peran, S.B. & Wahyudi, F. 2020. Keragama n spesies herba-liana dan kemiripan komunitasnya di area reklamasi PT Adaro Indonesia, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Jurnal Sylva Scinteae 3(3): 432-439.

Suyanto, Nugroho, Y. Soendjoto, M.A. & Sutikno, H. 2019. Flora di Area Reklam asi PT Tunas Inti Abadi, Kalimantan Selatan. Banjarbaru: banyu bening.

Widiyantoro, A., Luliana, S. & Wahdaningsih, S. 2021. Kadar Fenolik Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Lygodium Microphyllum dengan Variasi Metode Ekstraksi. Prosiding Seminar Nasional Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Hal. 163-168.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i3.15923

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.