SISTEM TATA KELOLA LAHAN HUTAN SECARA TRADISIONAL MASYARAKAT ADAT GENDANG WASO DI KECAMATAN LANGKE REMBONG KABUPATEN MANGGARAI
Abstract
Sistem tata kelola lahan hutan secara tradisonal merupakan bentuk kearifan lokal serta tradisi dari masyarakat adat gendang waso yang telah diwariskan secara turun temurun. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis sistem tata kelola lahan secara tradisional, Mengidentifikasi dampak modernisasi terhadap pola pengelolaan lahan tradisional, Menjelaskan strategi adaptasi, dan Menjelaskan peluang integrasi antara sistem pengelolaan lahan berbasis kearifan lokal dengan kebijakan konservasi di TWA Ruteng untuk mendukung keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan 10 aspek etnografi serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi dan pemetaan pengelolaan lahan tradisional. Hasil dari penelitian ini yaitu Sistem tata kelola lahan secara tradisional yang diterapkan oleh masyarakat adat gendang waso dihutan bangka poa melalui ritual Barong Wae, Barong Lodok dan Penti, dampak modernisasi mengalami pergeseran besar dalam pengelolaan lahan, strategi adaptasi masyarakat menerima dan beradaptasi, dan terdapat 3 aspek yang perlu di integrasikan. Sistem tata kelola lahan hutan secara tradisional di kawasan TWA Ruteng yang dijalankan terbukti sangat efektif, ditunjukan bahwa pola tradisional masih relevan sebagai penyeimbang ekologis.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Hardin G. 1968. The Tragedy of the Commons. Science Vol. 162. www.sciencemag.org
Hida, M. K. (2020). Analisis Tata Kelola Ruang Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Pembangunan Komplek Gedung Sekolah SMP Dan SMA IT Ishanul Fikri Magelang ( Doctoral Dissertation,Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).
Setiawan, E., et al. (2021). "Peran Masyarakat Sekitar Desa Penyangga Dalam Konservasi Taman Nasional Alas Purwo Berbasis Kearifan Lokal.” Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 10 (1), 19–43.
Ardiyanto, D., & Nadiro, N. (2019). Pengelolaan Lahan Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Penglipuran. Jurnal Green Growt dan Manajemen Lingkungan, 8(2) : 80-89. .
Dzakiya, M, N., Subiyanto, S., & Amarrohman. F.J. (2019). Analisis Perkembangan dan Pola Permukiman Di Wilayah Kecamatan Perbatasan Kota Semarang Dan Kabupaten Kendal. Jurnal Geodesi Undip, 8(4) 123-132.
Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J. Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta : Cv. Pustaka Ilmu.Jurnal Biotropikal Sains, vol 16(1) : 1-11.
Iswandono, Elisa. (2018). Budaya Konservasi Masyarakat Manggarai. 1-95.
Iswandono, Elisa. (2016). Integrasi Kearifan Lokal Masyarakat Suku Manggarai Dalam Konservasi Tumbuhan Dan Ekosistem Pegunungan Ruteng Nusa Tenggara Timur.
Kay, R., & Alder, J. (1999). Coastal management and planning. E & FN SPON, New York, 375.
Ostrom E. 1990. Governing The Commons : The Evolution of Institutions for Collective Action. Cambridge: Cambridge Univ Pr.
Uju, G. F., Bhuja, P., & Boro, T. L. (2019). Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Lindung Di Kampung Wae Rebo, Desa Satar Lenda, Kabupaten Manggarai.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i1.16172
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

