ANALISIS INFILTRASI PADA BERBAGAI KELAS LERENG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SERATAK KABUPATEN KOTABARU

Erwin Rif'at Nazari, Badaruddin Badaruddin, Syarifuddin Kadir

Abstract


Infiltrasi adalah proses dimana air masuk dari permukaan tanah ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Tingkat infiltrasi yang berbeda pada berbagai kemiringan lereng dapat memengaruhi jumlah air yang dapat meresap ke dalam tanah dan seberapa besar aliran permukaan yang terbentuk. DAS Seratak di Kalimantan Selatan dikenal memiliki tingkat infiltrasi tinggi yang dapat menyebabkan risiko banjir kecil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat infiltrasi; dan (2) menganalisis kapasitas serta volume infiltrasi pada berbagai kemiringan lereng, mulai dari yang datar hingga sangat curam. Penelitian dilakukan di DAS Seratak, Kotabaru. Metode Horton dengan 3 pengulangan dan interval waktu 5 menit digunakan dalam pengujian infiltrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiringan yang landai memiliki tingkat infiltrasi tertinggi, mencapai 103,27 cm/jam (cepat), sementara kemiringan yang sangat curam memiliki tingkat infiltrasi terendah, yaitu 23,77 cm/jam. Kapasitas dan volume infiltrasi tertinggi terdapat pada kemiringan yang landai (8-15%), sementara yang terendah terdapat pada kemiringan yang curam (25-40%). Kemiringan landai memiliki kapasitas sebesar 36,3 cm/jam dan volume infiltrasi sebesar 94,9 cm3, sedangkan kemiringan curam memiliki kapasitas sebesar 10,6 cm/jam dan volume infiltrasi sebesar 25,4 cm3. Peran kemiringan lereng mempengaruhi tingkat, kapasitas, dan volume infiltrasi dengan variasi yang signifikan.

Full Text:

PDF

References


Arsyad. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Edisi ke-2. Bogor: IPB Press

Asdak. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Cetakan Kelima (revisi). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Badaruddin., Kadir, S., dan Nisa K. 2021. Buku Ajar Hidrologi Hutan. Banjarmasin: CV. Batang. 40 – 51.

Badaruddin., Kadir, S., Yamani, A., & Nurlina. 2019. The Study of the Rate of Infiltration and Soil Permeability on Different Land Cover in Watershed Maluka Province of South Kalimantan. International Journal of Environment Agriculture and Biotechnology (IJEAB). Vol 4 (5). 1367 – 1372.

Hafiz, M, D., Badaruddin, dan Khairun Nisa. 2023. Analisis Penggunaan Lahan Terhadap Kemampuan Infiltrasi dan Aliran Permukaan Curah Hujan di DAS Maluka. Jurnal Sylva Scienteae Vol. 06 No. 3.

Hanafiah, K, A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah

Kadir, S. 2013. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Untuk Pengendalian Banjir di Catchmen Area Jaing Sub DAS Negara Provinsi Kalimantan Selatan. Disertasi. Malang: Program Doktor Ilmu Pertanian Minat Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Kadir S., Badaruddin, & Pratiwi Y. 2019. Penerapan Model Horton Untuk Kuantifikasi Infiltrasi Tegakan Karet di DAS Maluka Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol. 5(2). 70-78.

Kadir, S., Rayes, M L., Ruslan, M., & Kusuma, Z. 2013. Infiltration to Control Flood Vulnerability. Academic Research International, Agricultural Sciences Graduate Program of Brawijaya University. Journals Savap. Vol.4 No.5.

Ruslan, M., Kadir, S. & Sirang, K. 2013. Managemnet of Barito Watershed (First Print). Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

RPJMD Kabupaten Kotabaru 2011-2015. Bab II.

Seyhan. 1990. Dasar-Dasar Hidrologi, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Sri Harto. 1993. Analisis Hidrologi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i1.16520

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.