PERAN PENGRAJIN ANYAMAN PURUN (Lepironia articulate) DAN KONTRIBUSINYA SEBAGAI PENOPANG PENDAPATAN KELUARGA DESA PABAUNGAN HULU KABUPATEN TAPIN

Ahmad Almadani, Rina Muhayah Noor Pitri, Arfa Agustina Rezekiah

Abstract


Indonesia is a country with various producers of handicraft products. One of the handicraft industries located in South Kalimantan is the woven purun craft industry. Purun craft is made from the purun plant. The development of purun weaving has spread to the districts in South Kalimantan, including Tapin Regency, whose people also participate in developing purun weaving. Understanding the contribution of purun weaving crafts to income is necessary to strengthen the development of the purun weaving business. The purpose of this research is to determine the level of individual characteristics of purun weavers, analyze the role of purun weavers in purun making, and analyze the contribution of purun weaving as a support for community income. The research location was chosen using Purposive Sampling with the criteria of having a group of purun weavers. Respondents selected were all purun weavers in Pabaungan Hulu village, with a total of 75 purun weavers. The technique used was semi-structured interviews using a list of questions. The data collected were individual characteristics data, weaver activities data, and purun weaver income data. The results showed that the level of individual characteristics of purun weavers in Pabaungan Hulu village is classified as high, with a total score of 10. The role of male purun weavers falls into the category of less active at 30,45%, while the role of female purun weavers falls into the category of fairly active at 58,67%. The income contribution from purun weaving in Pabaungan Hulu village, Tapin Regency, falls into the moderate category because the average contribution of income is 28,88%

Indonesia merupakan negara yang mempunyai berbagai macam penghasil produk kerajinan. Salah satu industri kerajinan yang berada di Kalimantan Selatan adalah industri kerajinan anyaman purun. Kerajinan purun dibuat dari tumbuhan purun. Perkembangan anyaman purun sudah merambah ke kabupaten-kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan tak terkecuali Kabupaten Tapin yang masyarakatnya juga ikut melakukan pengembangan anyaman purun. Kontribusi kerajinan anyaman purun terhadap pendapatan perlu diketahui agar dapat menguatkan pengembangan usaha kerajinan anyaman purun. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat karakteristik individu pengrajin purun, menganalisis peran pengrajin purun dalam pembuatan purun, dan menganalisis kontribusi anyaman purun sebagai penopang pendapatan masyarakat. Lokasi penelitian dipilih secara Purposive Sampling dengan kriteria memeiliki kelompok pengrajin purun. Responden yang dipilih adalah seluruh pengrajin purun di desa Pabaungan Hulu, dengan total responden 75 pengrajin purun. Teknik yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur dengan menggunakan daftar pertanyaaan. Data yang dikumpulkan yaitu data karakteristik individu, data aktivitas pengrajin dan data pendapatan pengrajin purun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat karakteristik individu pengrajin anyaman purun desa Pabaungan Hulu termasuk kedalam kategori tinggi yaitu dengan total skornya 10.  Peran Pengrajin purun laki-laki masuk ke dalam kategori kurang aktif 30,45%, sedangkan peran pengrajin anyaman purun perempuan masuk kedalam kategori cukup aktif  58,67 %. Kontribusi pendapatan dari anyaman purun di desa Pabaungan Hulu Kabupaten Tapin masuk dalam tingkat kategori sedang karena rata –rata kontribusi pendapatannya yaitu 28,88 %.


Keywords


Pengrajin purun; Karakteristik individu; Peran pengrajin purun; Kontribusi

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i4.16664

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.