KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI HUTAN DESA WAHAI KAMPUNG BATU KAPIRA KECAMATAN SERAM UTARA KABUPATEN MALUKU TENGAH PROPINSI MALUKU
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung serta struktur dan komposisi habitatnya di Hutan Desa Wahai, Kampung Batu Kapira, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pengambilan data burung dilakukan pada bulan Februari–Maret 2025 menggunakan metode point count dengan empat blok pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) serta analisis vegetasi pada tingkat pohon untuk mengetahui komposisi habitat yang mendukung keberadaan burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 jenis burung dari 15 famili dengan jumlah total 101 individu. Nilai indeks keanekaragaman burung sebesar H’ = 2,79, yang menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman jenis burung di lokasi penelitian tergolong sedang, dengan struktur komunitas yang relatif stabil. Tercatat 10 jenis burung dilindungi, antara lain Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus), Mambruk Ubiaat (Goura spp.), Kasturi Tengkuk Ungu (Lorius domicella), dan Kakatua Seram (Cacatua moluccensis), yang merupakan spesies endemik dan memiliki nilai konservasi penting. Jenis pohon dominan pada habitat penelitian adalah nibong (Oncosperma tigillarium) dan pala hutan (Myristica argentea), yang berperan penting dalam menyediakan sumber pakan dan tempat hidup bagi burung. Keberadaan spesies burung yang dilindungi serta nilai keanekaragaman yang cukup baik mengindikasikan bahwa kawasan hutan Desa Wahai memiliki fungsi ekologis yang penting sebagai habitat satwa liar dan perlu dikelola secara berkelanjutan untuk mempertahankan kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alikodra, H. S. 2002. Pengelolaan Satwa Liar (Jilid 1). Bogor: Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB.
Begon, M., Townsend, C. R., & Harper, J. L. 2006. Ecology: From Individuals to Ecosystems (4th ed.). Blackwell Publishing.
Bibby, C. J., Burgess, N. D., Hill, D. A., & Mustoe, S. 2000. Bird Census Techniques (2nd ed.). Academic Press.
Burung Indonesia. 2025. Status Burung di Indonesia Tahun 2025. (Online), (https://burung.org/informasi-burung/status-burung-di-indonesia-2025/, diakses tanggal 14 Oktober 2025.
Coates, B. J., & Bishop, K. D. 2020. Burung-burung di Kawasan Wallacea. Dove Publications.
Djarwaningsih, T. 2017. Keanekaragaman Jenis Euphorbiaceae Endemik di Sumatra. Jurnal Biodjati, 2(2): 89–94.
Hutami, A. T., Utami, A. T., Ramadhyanti D., Kurnia Sari D. A., Faqiah J. A., Indriani L. D., Saputra M. A., Purwani Y., Fitriana N. 2022. Keanekaragaman jenis burung di Taman Kota Spatodea dan Tabebuya. Bioma Jurnal Biologi Indonesia, 18(1): 32–41.
Johns, A. D. (1997). Timber Production and Biodiversity in Tropical Rain Forests. Cambridge University Press.
Krebs, C. J. 2014. Ecology: The Experimental Analysis of Distribution and Abundance (6th ed.). Pearson.
Lambert, F. R. 1989. Pigeons as seed predators and dispersers of figs. Ibis, 131(4), 521–527.
Lambert, F. R., & Marshall, A. G. (1991). Keystone characteristics of bird-dispersed Ficus. Journal of Ecology, 79: 793–809.
Latupapua, L. 2016. Jenis dan Habitat Burung Paruh Bengkok pada Hutan Wae Iliie, Taman Nasional Manusela. Agrologia, 5(2), 67–77.
Maahaly, C., & Latupapua, L. 2022. Sebaran dan Populasi Burung Mandar Besar (Porphyrio porphyrio) Di Negeri Rumah Sokat, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Kehutanan Papuasia, 8(2): 283-289.
Maitale, M., Latupapua, L., & Tuhumury, A. 2022. Kekayaan jenis burung di Hutan Negeri Rumah Sokat. Jurnal Kehutanan Papuasia, 8(2): 309–316.
Magurran, A. E. 2004. Measuring Biological Diversity. Blackwell Publishing.
Odum, E. P. 1993. Dasar-dasar Ekologi (Ed. 3). Gadjah Mada University Press.
Odum, E. P., & Barrett, G. W. 2005. Fundamentals of Ecology (5th ed.). Brooks/Cole.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar.
Ricklefts, R. E., & Relyea, R. A. 2014. Ecology: The Economy of Nature (7th ed.). W. H. Freeman.
Setiadi, D. 2006. Struktur vegetasi dan hubungannya dengan komunitas burung di hutan tropis basah Indonesia. Biodiversitas, 7(2), 147–153.
Shanahan, M., So, S., Compton, S. G., & Corlett, R. 2001. Fig-eating by vertebrate frugivores: A global review. Biological Reviews, 76:529–572.
Sopacuaperu, S. F., Lusiawati, D., Sucahyo. 2021. Potensi Lokal Taman Nasional Manusela Sebagai Gagasan Pembelajaran Berbasis Keunggulan Lokal Di Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) Ke-VI. 27 Mei 2021.
Sujatnika, J., Joseph, P., Soehartono, T. R., Crosby, M. J., & Mardiastuti, A. 1995. Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia. PHPA/BirdLife International.
Waren, D., Warmetan, H., Fatem, S. M., 2020. Identifikasi Burung Diurnal Pada Kawasan Hutan Mangrove Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan. Jurnal Kehutanan Papuasia. 6(2):155-171.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i2.17602
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

