ANALISIS GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) TANAH LAUT

Mayada Putri, Muhammad Helmi, Mufidah Asyari

Abstract


Penelitian in bertujuan untuk menganalisis kesetaraan gender dan faktor kesenjangan, menganalisis peran gender dalam pengambilan keputusan (decision making), dan membuat rencana aksi dalam saran kebijakan berdasar martiks Gender Analysis Pathway pengelolaan Hutan Kemasyarakatan yang responsif gender di KPH Tanah Laut. Pengumpulan data dilakukan di 3 KTH di Kabupaten Tanah Laut, yaitu KTH Gunung Birah kec Panyipatan, KTH Batu Kura kec Bajuin, dan Gapoktan Sumber Kahuripan kec Ujung Batu. Data primer diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dengan menggunakan kuesioner kepada anggota KTH yang menjadi respoden sebanyak 59 orang. Selain itu, wawancara mendalam juga dilakukan terhadap Ketua masing-masing KTH. Hasil penelitian ini ditemukan kesenjangan gender yang terjadi di 3 KTH tersebut pada 4 faktor analisis kesenjangan yakni faktor akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. Tidak diikutsertakannya perempuan dalam kepengurusan merupakan permasalahan pada faktor akses. Selain keterwakilan yang rendah, perempuan juga tidak memiliki kontrol yang signifikan, yang menyebabkan program pengelolaan Hutan Kemasyarakatan menjadi kurang peka terhadap gender. Ini menunjukkan bahwa rendahnya akses dan partisipasi dari kelompok perempuan akan berdampak pada kontrol dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan tersebut. Rata-rata persentase laki-laki dalam pengambilan keputusan adalah 33,65%, perempuan 26,1%, dan seimbang 40,25%.

Keywords


Gender Analysis Pathway; Decision making; KTH; KPH

Full Text:

PDF

References


Alhabsyi, Luthfi A. (2016). Gender Analysis Pathway (GAP) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Neglasari Kota Tangerang Tahun 2015. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultas Ageng Tirtayasa. Serang

Anita, R. (2015). Harmoni dalam Keluarga Perempuan Karir: Upaya Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Keluarga. Jurnal Studi Gender. 8(1): 1-34.

Aryadi M, Fauzi H, Satriadi, Nakama E, Tanaka K, Ohta S, & Morikawa Y. (2017). Pengembangan Hasil HUtan Bukan Kayu Kawasan Hutan Lindung Berbasis Perhutanan Sosial (Pembelajaran dari W-Bridge Project Kalimantan Selatan). Universitas Lambung Mangkurat bekerja sama Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center. Banjarbaru

Asyari M, Helmi M, Mardiah, Agustina T, Anwar M, (2023). Bimbingan Teknis Pengolahan Minyak Kemiri di Kelompok Tani Hutan Batu Kura desa Galam Kecamatan Bajuin. Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul), 2(3) : 507-514.

Boyer-Rechlin B. (2010). Women in forestry: A study of Kenya’s Green Belt movement and Nepal’s community forestry program. Scandinavian Jurnal of Forest research, 25(9): 69-72.

Cahyaningsih, Nurka, Gamal P., Warsito. (2006). Hutan Kemasyarakatan Kabupaten Lampung Barat: Panduan Cara Memproses Perijinan dan Kiat Sukses Menghadapi Evaluasi. Dinas Kehutanan dan PSDA. Lampung Barat

Fakih M. (2013). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fauzi H. (2012). Pembangunan Hutan Berbasis Kehutanan Sosial. Karya Putra Darwati, Bandung.

Hafizianoor. (2002). Analisis Keadaan Tanah Pada Tegakan Dukuh di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru

Karmila. (2023). Peran Perempuan dalam Pengelolaan Hutan Adat di Desa Ledan Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Prodi Sosiologi Agama UIN Alauiddin Makassar. Makassar

Kodiran. (2006). Peningkatan Partisipasi Wanita dan Pengembangan Hubungan Industrial yang Berwawasan Gender Di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Katsikopoulos V. Konstantinos. (2011). Herbert Simon’s spell on judgment and decision making. : 722-732

Mardiah, Hafizianoor, Rianawati F. (2023). Pengelolaan dan Kontribusi Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana) Bagi Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Kemasyarakatan Desa Galam Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Sylva Scienteae, 6(3): 355-364.

Nurmaya, I. (2015). Implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) Pada Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar. Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Makassar

Prasetyo, A. (2023). Karakteristik Petani dan Kontribusi Ekonomi Hutan Kemasyarakatan Terhadap Pendapatan Petani di KPH Tanah Laut. Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru

Pratama A C, Rijanta R. (2021). Pengelolaan Berbasis Gender Pada Hutan Kemasyarakatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Purnomo D, Itta D, Kadir S. (2023). Keberhasilan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Di KPH Tanah Laut. Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.

Puspitawati, Herein. (2013). Konsep, teori, dan Analisis Gender. Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor. Bogor

Ramadhani F P, Hubeis S Aida V. (2020). Analisis Gender dalam Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Rumah Tangga Pertanian. IPB University. Bogor

Raudhah, Hafizianor, Asysyifa. (2020). Analisis Gender Dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Ambungan dan Desa Ujung Batu Kecamatan Pelaihari. Jurnal Sylva Scienteae. 4(5): 831-841.

Risyart Albert, Far Far. (2012). Peran Gender Dalam Kehidupan Rumah Tangga Di Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Agribisnis Kepulauan. 1(1): 13-27.

Ruslan R. (2008). Metodologi Penelitian Public Relation dan Komunikasi. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Sajogyo P. (1990). Peranan Wanita dalam Perhutanan Sosial Suatu Studi Integrasi Wanita dalam Pembangunan Menuju Era Tinggal Landas. Pusat Studi Wanita. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Saraswati T. (2013). Pengerasutuman Gender Dalam Kebijakan Pembangunan. hhtp://www. komnasperempuan.or.id.

Setiawati T, Uyun P Q, Nurohmah A, Prasetyo A B. (2021). Pedoman teknis Penyusunan Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) Kota Yogyakarta. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) . Yogyakarta

Simatauw M, L. Simanjuntak, dan P.T. Kuswardono. (2001). Gender dan Pengelolaan Sumber Daya Alam: Sebuah Panduan Analisis. Yayasan Penguatan Institusi dan Kapasitas Lokal (PIKUL), Kupang.

Sola E. (2018). Decision Making: Sebuah Telaah Awal. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauiddin Makassar. Makassar

Stephani C. (2009). Peran Perempuan dalam Kegiatan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) (Studi kasus RPH Tanungkerta BKPH Tampomas KPH Sumedang Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten). [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Suharjito D, Sundawati L, Suyanto, Utami SR. (2003). Aspek Sosial dan Budaya Agroforestri. Bogor: Word Agroforestri Centre (ICRAF).




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i6.17788

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.