PERBANDINGAN MUTU BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN KULIT DURIAN DITINJAU DARI KADAR AIR, ABU, DAN ZAT TERBANG BERDASARKAN SNI 01-6235-2000
Abstract
Penelitian ini bertujuan membandingkan mutu briket arang tempurung kelapa dan kulit durian berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, dan kadar zat terbang, serta menilai kesesuaiannya dengan standar mutu SNI 01-6235-2000, P3HH, dan beberapa standar internasional. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan dua jenis bahan baku briket, masing-masing diulang tiga kali. Proses pembuatan briket meliputi karbonisasi bahan, penghancuran arang, pencampuran dengan perekat, pencetakan, dan pengeringan, sedangkan analisis mutu dilakukan melalui uji proksimat sesuai prosedur SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket tempurung kelapa (TK) memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan briket kulit durian (KD). Nilai kadar air TK sebesar 0,41% dan KD 3,64%, keduanya memenuhi standar <8%. Pada kadar abu, TK (7,10%) memenuhi SNI (<8%), sedangkan KD (12,91%) melampaui ambang batas. Perbedaan paling signifikan ditemukan pada kadar zat terbang, di mana TK memiliki nilai 10,35% yang sesuai standar (<15%), sedangkan KD mencapai 78,78% sehingga tidak memenuhi kriteria mutu. Analisis ANOVA menunjukkan pengaruh sangat nyata jenis bahan baku terhadap ketiga parameter (p < 0,05). Secara keseluruhan, briket tempurung kelapa dinyatakan layak dan memenuhi sebagian besar standar mutu, sedangkan briket kulit durian hanya memenuhi parameter kadar air dan memerlukan optimasi proses karbonisasi untuk meningkatkan kualitasnya. Hasil ini menegaskan bahwa tempurung kelapa merupakan bahan baku yang lebih ideal untuk produksi briket arang berkualitas tinggi berbasis biomassa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ardiansyah, M., Putra, R., & Sari, D. (2022). Analisis Kualitas Briket Biomassa Berdasarkan Parameter Proksimat. Jurnal Energi Terbarukan Indonesia, 15(2), 45–53.
Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 01-6235-2000: Briket Arang Kayu. BSN.
Bani, A., Hutagalung, R., & Yusuf, A. (2018). Evaluasi Mutu Briket Biomassa Dari Berbagai Bahan Lignoselulosa. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 11(1), 33–42.
Chandra, A., & Yuniarti, D. (2024). Combustion Stability And Calorific Performance Of Coconut-Based Biochar Briquettes. International Journal Of Green Energy, 21(3), 210–219.
Djafaar, M. (2016). Standar Mutu Briket Arang Dan Aplikasinya Pada Industri Kecil. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 34(2), 125–134.
FAO. (2021). Bioenergy For Sustainable Development. Food And Agriculture Organization.
Faradaiza, N. (2023). Karakteristik Briket Kulit Durian Menggunakan Variasi Perekat. Jurnal Rekayasa Material Dan Bioenergi, 9(1), 15–24.
Fitriyano, A., Prasetyo, B., & Wicaksono, D. (2023). Proximate Characteristics Of Coconut Shell And Agricultural Waste Briquettes. Energy Conversion Review, 8(4), 301–310.
Harahap, M., & Jumiati, N. (2023). Pengaruh Kadar Abu Terhadap Performa Pembakaran Biobriket. Jurnal Teknologi Energi, 12(1), 55–64.
Hidayat, R., Kusuma, A., & Sari, N. (2024). Composite Briquettes From Coconut Shell And Durian Peel: Improved Thermal Efficiency And Emissions. Sustainable Biomass Research Journal, 4(1), 20–29.
IRENA. (2023). Global Bioenergy Outlook 2023. International Renewable Energy Agency.
Irhamni, R. (2018). Potensi Kulit Durian Sebagai Bahan Baku Briket Arang. Jurnal
Teknologi Pertanian Lampung, 7(2), 74–82.
Kahariayadi, I., Setyawati, T., Nurhaida, D., & Roslinda, E. (2015). Karakterisasi Briket Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi Alternatif. Jurnal Hasil Hutan, 33(3), 239–247.
Montgomery, D. C. (2013). Design And Analysis Of Experiments (8th Ed.). John Wiley & Sons.
Murni, S., Kurniawan, B., & Setiawan, H. (2021). Characteristics Of Coconut Shell
Briquettes For Household Energy. Journal Of Renewable Biomass, 6(2), 44–51.
Napitupulu, A., Pratama, S., & Dharta, A. (2025). Pengaruh Ukuran Partikel Pada
Karakteristik Pembakaran Briket Biomassa. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 13(1), 1–10.
Nurjannah, F., Saputra, L., & Nugroho, P. (2025). Hygroscopic Behavior Of Lignocellulosic Briquettes. Journal Of Bioenergy Science, 12(2), 102–111.
Pratama, D. (2016). Evaluasi Standar Mutu Briket Arang Di Indonesia. Jurnal Kehutanan Indonesia, 9(1), 55–63.
Radityaningrum, S., & Harnawan, A. (2022). Pemanfaatan Limbah Kulit Durian Dan Kotoran Sapi Untuk Pembuatan Biobriket. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 18(2), 89–98.
Rosadi, F., Putri, A., & Wibowo, T. (2023). Durian Peel–Coconut Shell Composite
Briquettes: A Performance Assessment. Asian Journal Of Biomass Fuel, 7(1), 45–54.
Rosanti, N. (2024). Pengaruh Rasio Campuran Kulit Durian Terhadap Kualitas Briket Bioarang. Jurnal Ilmiah Energi Hijau, 5(1), 12–21.
Salimah, R., Utami, D., & Kurniawan, T. (2025). Pengaruh Jenis Biomassa Terhadap Fraksi Volatil Briket Bioenergi. Jurnal Energi Terbarukan Nusantara, 4(1), 55–63.
Sihombing, A., Alpian, H., Mayawati, R., Jumri, M., & Supriyati, D. (2020). Analisis Kadar Abu Dan Nilai Kalor Briket Biomassa Campuran. Jurnal Teknologi Hasil Hutan, 38(2), 125–134.
Styani, V. (2023). Pengaruh Suhu Karbonisasi Terhadap Kualitas Briket Kulit Durian. Indonesian Journal Of Bioenergy, 14(1), 22–30.
Suhartini, N., Dewantara, R., & Lestari, S. (2024). Thermal Degradation Behavior Of Durian Peel Biochar. Journal Of Thermal Biomaterials, 6(2), 90–100.
Wardani, L., Prasetya, Y., & Munir, R. (2022). Pirolisis Kulit Durian Sebagai Bahan Baku Biochar: Analisis Termal Dan Komposisi Volatil. Biochar And Biomass Journal, 3(4), 210–218.
Widy, A., Saade, A., & Faradila, F. (2025). Karakteristik Briket Kotoran Sapi–Kulit Durian Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Journal Of Green Biomass, 12(1), 40–50.
Wulandari, A., & Lestari, H. (2025). Nilai Kalor Dan Sifat Proksimat Briket Tempurung Kelapa Dan Tongkol Jagung. WICIDA Journal Of Sustainable Energy, 8(1), 55–63.
Wulandari, S. (2025). Evaluasi Nilai Kalor Briket Tempurung Kelapa Berdasarkan Standar Nasional. UNNES Journal Of Renewable Energy, 9(2), 112–120.
Wulandari, F. T., & Dimas, R. A. (2025). Pemanfaatan Limbah Biomassa Cangkang Kemiri Dan Tempurung Kelapa Sebagai Biobriket Ramah Lingkungan. Jurnal Kehutanan Indonesia Celebica, 6(1), 1–12.
Wulandari, F. T., & Zainuddin, A. (2024). Analisis Karbon Tetap Pada Briket Campuran Tempurung Kelapa Dan Tongkol Jagung. Jurnal Bahan Bakar Hayati, 8(1), 56–63.
Wulandari, F. T., Radjali, A., & Dimas, R. A. (2025). Karakteristik Mutu Biobriket Limbah Kayu Kemiri, Tempurung Kelapa, Dan Bongkol Jagung. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 43(1), 21–30.
Wulandari, F.T & Dimas. (2025). Pemanfaatan Limbah Biomassa Cangkang Kemiri Dan Tempurung Kelapa Sebagai Biobriket Ramah Lingkungan. Jurnal Kehutanan Indonesia Celebica, 6 (1), 1-12.
Wulandari F.T & Dini Lestari. (2025). Analisis Kelayakan Limbah Serbuk Kayu Dan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Baku Briket Arang. Kappa Journal, 9(1), 7-12.
Yuliana, D., & Prakoso, R. (2022). Pengaruh Komposisi Bahan Baku Terhadap Zat Terbang Dan Emisi Pada Briket Biomassa. Jurnal Teknologi Terapan, 9(2), 88–94.
Yuliansyah, D., Prasetyo, D. S., & Rachman, H. (2020). Pengaruh Lignin Terhadap Nilai Kalor Briket Biomassa. Jurnal Rekayasa Energi, 6(3), 99–108
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i6.17797
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

