SEBARAN ANAKAN BENUANG (Octomeles sumatrana Miq.) DI KHDTK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Abil Wahyu Rizqi, Gusti Syeransyah Rudy, Dina Naemah

Abstract


Tegakan yang berkualitas bisa dicapai dengan menentukan pohon induk sebagai langkah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pohon induk dan sebaran anakan Benuang (Octomeles sumatrana Miq.) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Mandiangin. Penentuan pohon induk dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah 3 pohon untuk setiap jenisnya. Anakan pohon yang diamati merupakan anakan pohon yang tumbuh di sekitar pohon induk dan masih berada di bawah tajuk pohon induk. Data yang diambil pada peneltian ini terdiri dari pohon induk dan anakannya dengan beberapa parameter, seperti diameter, tinggi bebas cabang, tinggi total, lebar tajuk, jumlah anakan, jarak anakan dari pohon induk. Sebaran pohon induk benuang di KHDTK ULM ada 3 pohon yang. Sebaran rata-rata pohon induk benuang (O. sumatrana Miq.) diameter 112 cm, tinggi total 26 m, tinggi bebas cabang 15 m, dan lebar tajuk 11 m. Sebaran anakan dari pohon Benuang (O. sumatrana Miq.) memiliki rata rata anakan berjumlah 68 anakan.

Full Text:

PDF

References


Asy’ari, M., dan Karim, A.A. (2012) Pengukuran Kayu, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.Departemen Kehutanan. 1992. Manual Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 2006. Seleksi Pohon Plus. Booklet. Balai Perbenihan Tanaman Hutan Jawa dan Madura. Sumedang.

Dinas Kehutanan. 2009. Tata Kelola Kawasan KHDTK Mandiangin. Dinas Kehutanan. Banjarmasin.

Husna., 2015. Dinamika Populasi Anakan Pohon Klimaks Calophyllum soulattri Burm dan Swintonia schwenkii T.&B Di Hutan Bukit Pinang Pinang. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio UA). Volume 4 No. 1. Hal 77-82. ISSN: 2303-2162.

Indriyanto. 2008. Ekologi Hutan. PT.Bumi Aksara. Jakarta.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Inventarisasi Hutan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Mueller-Dombois dan H. Ellenberg. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Wiley and Sons. New York.

Muin, A. (2016) Seleksi Pohon Induk Jenis Meranti (Shorea spp) Pada Areal Tegakan Benih Iuphhk-Ha Pt. Suka Jaya Makmur Kabupaten Ketapang.

Naemah, D., 2012. Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Bagi Masyarakat Dayak di Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Laporan Penelitian Mandiri. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Pratama D., Rudy Gt. Syeransyah, Susilawati, (2023), Sebaran Dan Kondisi Anakan Jenis Meranti (Shorea Spp) Dari Pohon Induk Di Khdtk Ulm, Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat.

Samsul, Muin, A., & Burhanuddin. (2016). Seleksi Pohon Induk Jenis Meranti (Shorea spp) pada Areal Tegakan Benih IUPHHK-HA PT. Suka Jaya Makmur Kabupaten Ketapang. Jurnal Hutan Lestari, 4(4), 637–643.

Suhartono, S., & Mulyana, S. 2018. Populasi, Sebaran Dan Potensi Ekonomi Sediaan Anakan Jenis Dipterokarpa Di Hutan Cigerendeng. Ulin: Jurnal Hutan Tropis, 2(1).




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i1.18387

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.