JENIS-JENIS VEGETASI DOMINAN DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Paraserianthes falcataria) PADA HUTANKEMASYARAKATAN KECAMATAN SUNGAI DURIAN KABUPATEN KOTA BARU KALIMANTANSELATAN

Wahyu Kurniawan, Kissinger Kissinger, Khairun Nisa

Abstract


Hutan Kemasyarakatan merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menekan laju deforestasi denga nmelibatkan masyarakat setempat melalui pemanfaatan sumberdaya hutan. Masyarakat di Kecamatan Sungai Durian melalui izin Hutan Kemasyarakatan dapat melakukan pemanfaatan sumberdaya hutan. Salah tegakan yang diusahakan masyarakat adalah jenis Sengon (Paraserianthes falcataria). Selain manfaat ekonomi yang didapatkan dari pengelolaan tegakan sengon, manfaat ekologi juga didapatkan dengan terciptanya habitat bagi pertumbuhan dan perkembangan jenis vegetasi lainnya. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu menganalisis kehadiran jenis vegetasi dan indeks nilai penting pada tegakan pohon utama Sengon di Hutan Kemasyarakatan wilayah KPH Sengayam. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode plot ganda yang terdapat petak contoh dengan teknik sampling dan ditentukan secara acak di sekitar jalan raya, di tengah petak ukur, dan di dekat aliran Sungai. Observasi dan wawancara kepada pengusaha di daerah KPH Sengayam juga dilakukan dalam penelitian. Hasil dari penelitian yaitu jumlah jenis vegetasi paling banyak ditemukan pada tegakan utama pohon sengon dengan 22 jenis., nilai INP tertinggi pada tegakan pohon utama sengon adalah jenis Pulai sebesar 18,81 % dan untuk nilai terendahnya yakni Nangka dengan nilai INP 9,45 %. Temuan ini mengindikasikan bahwa tegakan sengon dapat menciptakan kondisi yang adaptif bagi perkembangan vegetasi lainnya di hutan kemasyarakatan.


Keywords


Hutan kemasyarakatan; Tegakan; Sengon, Indeks Nilai Penting.

Full Text:

PDF

References


Bakri. 2009. Analisis Vegetasi dan Pendugaan Cadangan Karbon Tersimpan pada pohon di Hutan Taman Wisata Alam Taman Eden Desa Sionggang Utara Kecamatan Lumban Jul Kabupaten Toba Samosir. [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara

Dewi, I. N., Andayani, W., & Suryanto, P. 2018. Karakteristik petani dan kontribusi hutan kemasyarakatan (HKm) terhadap pendapatan petani di Kulon Progo. Jurnal Ilmu Kehutanan, 12(1), 86-98.

Fachrul, M.F. 2007. Metode Sampling Biockologi. Bumi Aksara. Indonesia. Gunawan, I. (2015). Analisis Strategi Pengembangan Usaha Komoditas Unggulan Pertanian Di Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Sungkai, 3(2).

Hardiatmi, J. S. 2010. Investasi tanaman kayu sengon dalam wanatani cukup menjanjikan. INNOFARM: Jurnal Inovasi Pertanian, 9(2), 17-21.

Kissinger, K., & Pitri, R. M. N. (2017). Bioekologi agroforestry kopi: Tutupan vegetasi dan pola tumbuhan penyusun agroforestry kopi (Coffea sp.) di Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. EnviroScienteae, 13(2), 150-156.

Kissinger, K. 2022. Prioritas Tanaman Revegetasi Pascatambang Batubara Berdasarkan Nilai Kelayakan Ekologi. Jurnal Hutan Tropis, 10(1), 64-69.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2010. Potensi dan Konservasi Buah Buahan Lokal Jawa Timur. Jawa Timur: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Mahardika, A., & Muyani, H. S. 2021. Analisis legalitas perhutanan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Asahan. Jurnal Administrasi Publik dan Kebijakan (JAPK), 1(1), 10-18.

Maridi, M., Saputra, A., & Agustina, P. 2015. Analisis Struktur Vegetasi di Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 8(1), 28-42.

Mega, I. M., Dibia, I. N., Ratna, I. G. P., & Kusmiyarti, T. B. 2010. Klasifikasi tanah dan kesesuaian lahan. Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Denpasar. hlm, 145.

Mulyadin, R. M., Surati, S., & Ariawan, K. 2016. Kajian Hutan Kemasyarakatan sebagai Sumber Pendapatan: Kasus di Kab. Gunung Kidul. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 13(1), 13-23.

Murtinah, V., Marjenah, A. R., & Ruhiyat, D. 2015. Pertumbuhan hutan tanaman jati (Tectona grandis Linn. f.) di Kalimantan Timur. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan, 14(2), 287-292

Muttaqin, T. 2014. Pendampingan kelompok tani hutan rakyat Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang dalam peningkatan usaha budi daya tanaman sengon. Jurnal Dedikasi, 11.

Novasari, D., Qurniati, R., & Duryat, D. 2020. Keragaman jenis tanaman pada sistem pengelolaan hutan kemasyarakatan. Jurnal Belantara, 3(1), 41-47.

Odum, H. 1993. Ekologi Sistem Pengantar. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.83/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2016

Rohman, F & Sumberartha. 2001. Petunjuk Praktikum Ekologi Tumbuhan. JICA: Malang.

Rosalia, F. 2016. Analisis pengelolaan hutan kemasyarakatan di sekitar kawasan hutan lindung register 30 Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung tahun 2010. Sosiohumaniora, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 18(1), 32-36.

Saputra, F. D., Mustafidah, H., & Suwarno, S. 2016. Sistem Pakar Menentukan Tingkat Kecocokan Lahan Untuk Tanaman Jati Menggunakan Metode Forward Chaining. JUITA: Jurnal Informatika, 4(1), 37-47.

Satria, M., & Rahayu, S. 2013. Evaluasi kesesuaian lahan permukiman di kota Semarang Bagian Selatan. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 2(1), 160-167.

Sosef, M.S.M., & S. Prawirohatmojo. 1998. Plant Resources of South East Asia No. 5 (3). Prosea, Bogor. Indonesia.

Sujono, R.S.E. 2013. Potensi Keanekaragaman Pohon Di Pekarangan pada Beberapa Ketinggian Tempat Di Kabupaten Karanganyar. [Skripsi]. UNS.

Susilo, Y. 2019. Dampak perhutanan sosial terhadap pendapatan masyarakat. ISEI Economic Review, 3(1), 16-27.

Suyanti, N. W., Kissinger, K., & Rudy, G. S. 2019. Karakteristik Nilai Beberapa Jenis Tumbuhan Penyusun Dukuh (Kebun Buah) Di Desa Mandiangin Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Jurnal Sylva Scienteae, 1(1), 117-127.

Syarifa, L. F., Agustina, D. S., Nancy, C., & Supriadi, M. 2016. Dampak rendahnya harga karet terhadap kondisi sosial ekonomi petani karet di Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Karet, 34(1), 119-126

Wijayani, S., & Masrur, M. A. 2022. Indeks Nilai Penting dan Keanekaragaman Komunitas Vegetasi Penyusun Hutan di Alas Burno SUBKPH Lumajang. Jurnal Wana Tropika, 12(2), 80-89.

Wiyanto, D. B., &Faiqoh, E. 2015. Analisis vegetasi dan struktur komunitas mangrove di Teluk Benoa, Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 1(1), 1-7.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i1.18406

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.