Abstract
Persediaan kayu di hutan alam semakin menipis akibat adanya degradasi hutan. Hal tersebut menjadi masalah yang serius sehingga perlu adanya solusi untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kayu yang semakin tinggi. Salah satu sumber penghasil kayu alternatif adalah hutan milik masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi tegakan Karet Desa Telaga Langsat. Penelitian ini menggunakan sampel yang didapat menggunakan plot ukur lingkaran dengan titik awal secara purposif dan dilanjutkan secara sistematis. Sampel yang diambil sebanyak 10 titik lokasi dengan masing-masing lokasi menggunakan 3 plot sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hutan masyarakat di Desa Telaga Langsat bertipe homogen yang ditanami jenis Karet (Hevea brasiliensis) yang tumbuhnya menyebar secara teratur di sekitar pemukiman Masyarakat, dengan potensi tegakan sebesar 623 batang/ha dan volume total 2,195 m3 /ha. Individu terbanyak berada di jalur 3 berjumlah 1000 batang/ha dan Individu terkecil berada di jalur 10 berjumlah 500 batang/ha. Sedangkan potensi tegakan terbesar berada di jalur 1 dengan nilai potensi rata-rata diameter 24,37 cm, LBD 0,047 m2 , dan volume 0,136 m3 per individunya. Untuk potensi tegakan terkecil berada di jalur 10 dengan nilai potensi rata-rata diameter 17,70 cm, LBD 0,025 m2 , dan volume 0,044 m3 per individunya. Berdasarkan nilai potensi tegakan, kayu Karet di Desa Telaga Langsat bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan baku pembuatan arang jika sudah tidak produktif lagi menghasilkan getah karet. Kegiatan penjarangan perlu dilakukan agar pertumbuhan tegakan Karet bisa bagus dan optimal, serta perlu adanya penanaman jenis lain agar tumbuhan di Desa Telaga Langsat lebih bervariasi.
Keywords
Hutan masyarakat; Potensi tegakan; Karet (Havea brasiliensis)
References
Ali, M. F., A. A. Aziz and A. Williams. 2020. Assessing Yield and Yield Stability of Hevea Clones in the Southern and Central Regions of Malaysia. MDPI: Agronomy.
Harun, R. A., Irsal dan Jonis. 2019. Pengaruh Curah Hujan dan Hari Hujan terhadap Produksi Tanaman Karet Umur 13, 16, dan 19 Tahun di PT. Socfin Indonesia Kebun Lima Puluh. FP USU: Jurnal Agroekoteknologi, 7(1): 20- 28.
Hutapea, S. dkk. 2020. Aspek Agronomi Pohon Karet dan Masalah yang Dihadapi Petani Karet. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2): 74-79.
Judho, Z. 2018. Melaksanakan inventarisasi tegakan hutan
Nugraha, J. 2024. Jumlah Pohon Karet dalam 1 Hektar: Menggali Keindahan Hutan Karet. Tambah pinter.com. 18 April 2024.
Rohman. 2008. Casualty Per Cent dalam Perhitungan Etat Hutan Tanaman Jati Perum Perhutani. Fakultas Kehutanan UGM: JMHT, 14(2): 54-60.
Syarifa, L. F. dkk. 2023. Outlook Komoditas Karet Alam Indonesia. Jurnal Penelitian Karet, 41(1): 47-58.
Wahyudi, I dkk. 2014. Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Pohon dan Beberapa Sifat Fisis-Mekanis Kayu Jati Cepat Tumbuh. JIPI, 19(3): 204- 210.