KEANEKARAGAMAN JENIS KATAK DI HUTAN ADAT AFSYA, KAMPUNG BARIAT, DISTRIK KONDA, KABUPATEN SORONG SELATAN

Charissa Alvara Rajaloa, Rony Marsyal Kunda, Cornelis Karel Pattinasarany

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis katak di Hutan Adat Afsya, Kampung Bariat, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan. Pengamatan dilakukan pada Januari 2026 menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) pada lima transek. Analisis data menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Hasil penelitian menunjukkan 14 jenis katak dari 5 famili dengan total 126 individu. Nilai H’ berkisar 1,895–2,512 (kategori sedang), menunjukkan keanekaragaman jenis yang cukup beragam dengan penyebaran individu yang relatif merata. Penelitian ini merupakan data ilmiah pertama mengenai keanekaragaman katak di Hutan Adat Afsya dan diharapkan menjadi acuan konservasi berbasis masyarakat adat.

Keywords


Frog diversity; Afsya Customary Forest; South Sorong;Visual Encounter Survey;Shannon-Wiener

Full Text:

PDF

References


Abdul Hayat (2024). Keanekaragaman Jenis Herpetofauna Di Taman Nasional Batimurung Bulusaraung. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar. Program Studi Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Hasanuddin.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications, Thousand Oaks.

Crump, M. L., & Scott Jr, N. J. (1994). Visual encounter surveys. In W. R. Heyer et al. (Eds.), Measuring and Monitoring Biological Diversity: Standard Methods for Amphibians (pp. 84-92). Smithsonian Institution Press, Washington D.C.

Denisa T, Saramey S., Marsia R., Fransiskus T., Darius A. (2023). Herpetofauna Dan Habitatnya Di Kampus Fakultas Kehutanan Universitas Papua, Manokwari. Jurnal Belantara, 6(2):307-318.

Indonesia, K. (2024). Laporan Etnozoologi Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Conservation International Indonesia.

Iskandar, D. T., & Erdelen, W. R. (2006). Conservation of amphibians and reptiles in Indonesia: issues and problems. Amphibian and Reptile Conservation, 4(1): 60-87.

Krey, K., & Burwos, H. (2019). Keanekaragaman Katak dan Reptil dari Areal Koperasi Masyarakat Adat Papua Kami-Nassey, Teluk Wondama, Papua Barat. Igya Ser Hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 1(1): 25-36.

Kusrini, M. D. (2008). Pedoman Penelitian dan Survei Amfibi. Fakultas Kehutanan IPB, Bogor.

Magurran, A. E. (2004). Measuring Biological Diversity. Blackwell Publishing, Oxford.

Menzies, J. I. (2006). The frogs of New Guinea and the Solomon Islands. Pensoft Publishers.

Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi (Edisi ketiga). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Tyler, M. J. (1994). Australian frogs: A natural history. Reed Books.

Tyler, M. J., & Knight, F. (2009). Field guide to the frogs of Australia. CSIRO Publishing.

Zweifel, R. G. (2000). Partition of the Australopapuan Microhylid Frog Genus Cophixalus. Bulletin American Museum of Natural History. 253:1-130

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta Bandung.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i3.18508

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.