KEANEKARAGAMAN VEGETASI HUTAN KERANGAS Dl KELURAHAN PASlR PUTlH KABUPATEN KOTAWARlNGlN TlMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Dwi Ayu Sapitri, Susilawati Susilawati, Gusti Syeransyah Rudy

Abstract


Hutan kerangas, sebagai ekosistem tumbuhan yang tumbuh dalam wilayah terbatas, rentan mengalami degradasi. Jika mengalami degradasi, akan berubah menjadi padang terbuka yang dikenal sebagai "Padang". Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi jenis vegetasi penyusun hutan kerangas, menganalisis indeks nilai penting (INP) di hutan kerangas dan menganalisis indeks keragaman, indeks dominansi dan indeks kemerataan komunitas tumbuhan di Kelurahan Pasir Putih Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode jalur dan garis berpetak (Nested Sampling) dengan membuat jaIur transek sepanjang 100 m sebanyak 5 jalur dengan menggunakan roIe meter dengan plot berukuran 20×20 m, 10×10 m, 5×5 m dan  2×2 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat total 4 jenis tumbuhan yang didapat pada lokasi penelitian. Pada tingkat semai, kantong semar memiliki nilai INP tertinggi sebesar 80.36%, galam pada tingkat pancang sebesar 125.79%, dan galam pada tingkat tiang sebesar 182.65%. Pada tingkat semai sendiri, indeks keanekaragaman jenisnya sedang, sedangkan pada tingkat pancang dan tiang, keanekaragaman jenisnya rendah. Jenis-jenis yang dominan pada tingkat semai adalah kantong semar, sedangkan pada tingkat pancang dan tiang adalah galam. Indeks kemerataan jenis pada kawasan hutan kerangas di lokasi penelitian menunjukkan kemerataan jenis yang tinggi


Keywords


Analisis Vegetasi; Keanekaragaman Vegetasi; Hutan Kerangas

Full Text:

PDF

References


Begon, M., Townsend, C. R., and Harper, J. L. 2006. Ecology: From Individuals to ecosystem. Blackwell Publishing.

Bruenig, EF. 1995. Conservation and Management of Tropical Rain Forest: An Integrated Approached to Sustainability. CAB International.

Hidayati, N., Faridah, E., & Sumardi, S. (2015). Peran Mikoriza Pada Semai Beberapa Sumber Benih Mangium (Acacia mangium Willd.) Yang Tumbuh Pada Tanah Kering. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 9(1), 13– 29.

Konsorsium Revisi HCV Toolkit Indonesia. 2008. Panduan Identifikasi Kawasan Benilai Konservasi di Indonesia. Jakarta: Konsorsium Revisi HCV Toolkit Indonesia.

Leksono, B., dan T. Setyaji. 2003. Teknik Persemaian dan Informasi Benih Acacia mangium. Seri GN-RHL. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.

Magurran, A.E. 1988 Ecological Diversity and Its Measurement. Princeton University Press, Princeton.

Odum, E. P. 1996. Dasar-dasar ekologi. Gadjah mada University Press.

Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif Usaha Nasional, Surabaya.

Supriyati W, Prayitno TA, Soemardi, Marsoem SN. 2014. Proporsi kayu teras dan sifat fisik-mekanik pada tiga kelas diameter kayu Gelam (Melaleuca sp) dari Kalimantan Tengah. Journal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis 12 (1): 56-64.

Syamsuhidayat SS, Sugati S, Hutapea JR. 2000. Inventaris Tanaman Obat. Jilid I. Jakarta. Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI.

Takahashi K., Athauda S.B.P., Matsumoto K. et.al. 2005. Nepenthesin, a Unique Member of a Novel Subfamily of Aspartic Proteinases: Enzymatic and Structural Characteristics. Curr Prot Pept Sci. 6:513–525.

Wahyuningsih E, Eny F, Budiadi & Atus S. 2019. Komposisi dan Keanekaragaman Tumbuhan pada Habitat Ketak (Lygodium circinatum (BURM.(SW.) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Hutan Tropis 7 (1): 92-105.

WWF. 2018. Sundaland Heath Forests [Internet]. [diunduh 2018 Agust 3]. Tersedia pada: https://www.worldwildlife.org/ecoregons/im0161




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i2.18942

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.