IDENTIFIKASI KESEHATAN TANAMAN OBAT NON ENDEMIK DI KEBUN RAYA BANUA KALIMANTAN SELATAN

Eben Haezer Ginting, Normela Rachmawati, Ahmad Yamani

Abstract


Kesehatan tanaman menjadi aspek krusial dalam menjaga keberlangsungan ekosistem dan keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesehatan, tipe, dan tingkat kerusakan tanaman obat non-endemik di Kebun Raya Banua, Kalimantan Selatan. Metode pengukuran menggunakan Nilai Indeks Kerusakan (NIK) dengan kriteria nilai 0-5 untuk menentukan tingkat kesehatan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman obat non-endemik di Kebun Raya Banua umumnya memiliki tingkat kesehatan yang baik dengan NIK berkisar antara 0-5. Hasil Penelitian identifikasi kerusakan menunjukkan bahwa kerusakan tertinggi terjadi pada bagian daun (72%), dengan tipe kerusakan utama adalah perubahan warna daun (53%) dan tingkat keparahan terbesar berkisar antara 01-19% (64%).  Identifikasi kerusakan menunjukkan bahwa kerusakan terutama terjadi pada bagian daun, dengan tipe kerusakan dominan berupa perubahan warna. Tingkat keparahan kerusakan cenderung ringan hingga sedang, dengan persentase kerusakan sebesar 01-19%. Penelitian ini memiliki manfaat signifikan dalam memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan dan kerusakan tanaman obat non-endemik, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi pengendalian dan pencegahan kerusakan tanaman. Upaya-upaya ini penting untuk menjaga keberlanjutan kebun raya dan ketersediaan sumber daya tanaman obat yang berkelanjutan.


Keywords


Kesehatan tanaman; Kerusakan tanaman; Tanaman obat non endemik; Kebun Raya Banua

Full Text:

PDF

References


Almukarramah, I. S. (2019). Tanaman Berkhasiat Obat dari Sub Kelas Sympetaleae yang digunakan Masyarakat. Serambi Saintia, Vol. VII, No. 1, April 2019, 18-25.

Ambrose, M. J. (2005). Forest healt monitoring, national technical report. Asheville, NC: U.S: Forest Service, Sounthern Research Station.

Djafaruddin. 1996. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. PT Bumi Aksara. Jakarta

Haris R, Clark J, Matheny N. 2004. Arboriculture: integrated management of landscape trees, shrubs, and vines. New Jersey (US): Prentice Hall.

Khoiri, S. (2004). Studi Tingkat Kerusakan Pohon di Hutan Kota Srengseng Jakarta Barat. Skripsi. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.

Mangold, R. (1997). Overview of The Forest Health Monitoring Program. USA: USDA Forest Service.

Permatasari D, K. N. (2020). Persepsi Pengunjung Terhadap Keberadaan Kebun Raya Banua di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Jurnal Sylva Scienteae Vol. 03 No. 2, 216-225.

Pracaya. (2009). Hama Penyakit Tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya.

Puspita, L. S. (2013). Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 95% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.). Jurnal Farmasi Udayana, 2201-7716.

Semangun, H. 1989. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gajah Mada University Press. Yogyakarta

Semangun, H. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i2.18943

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.