KARAKTERISTIK BIOPELET SERBUK KAYU MAHONI (Swietenia mahagoni) DAN SEKAM PADI (Oryza sativa)

Jory Chantona, Muhammad Faisal Mahdie, Zainal Abidin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biopelet dari limbah serbuk kayu mahoni dan sekam padi, dengan tujuan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Biopelet dipilih sebagai sumber energi biomassa alternatif untuk mengatasi masalah kerapatan energi rendah serta tantangan dalam penanganan, penyimpanan, dan transportasi. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik biopelet, termasuk kerapatan, kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor. Hasil penelitian diperoleh yaitu kerapatan tertinggi dicapai oleh intervensi A dengan nilai 0,6336%, dan terendah oleh intervensi E dengan nilai 0,4423%. Kadar air tertinggi terdapat pada intervensi B, yaitu 19,2820%, dan terendah pada intervensi E dengan nilai 10,6140%. Kadar abu tertinggi pada intervensi A adalah 0,634%, adapun terendah pada intervensi E adalah 0,442%. Zat terbang tertinggi pada intervensi B mencapai 9,999%, dan terendah pada intervensi E dengan nilai 5,538%. Karbon terikat tertinggi terdapat pada intervensi A dengan nilai 79,8257%, sedangkan terendah pada intervensi E dengan nilai 46,4626%. Nilai kalor tertinggi tercatat pada intervensi A dengan 4004,43 kal/g, dan terendah pada intervensi E dengan 3844,75 kal/g. Penelitian ini menunjukkan variasi karakteristik biopelet berdasarkan intervensi yang diberikan. Intervensi A memberikan kerapatan dan nilai kalor tertinggi, sementara intervensi E menunjukkan hasil terendah pada parameter yang diukur. 


Keywords


Biopelet, Serbuk Kayu Mahoni, Sekam Padi, Energi Biomassa, Karakteristik, Standar Nasional Indonesia (SNI)

Full Text:

PDF

References


Adapa P, Tabil L, Schoenau G. 2009. Compression Characteristics of Selected Ground Agricultural Biomass. Agricultural Engineering International: the CIGR Ejournal 9: 1347.

Basu P. 2010. Biomass Gasification and Pyrolysis, Practical Desaign and Theory. (US): Academic Pr

Hahn B.2004.Existing guidelines and Quality Assurance for Fuel pellets.Austria; Umbera..

Hendra, D. (2012). Rekayasa pembuatan mesin pelet kayu dan pengujian hasilnya. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30(2): 144–154

Masturin, A. 2002. Sifat Fisik dan Kimia Briket Arang dari Campuran Arang Limbah Gergajian Kayu. Skripsi. (Tidak dipublikasikan). Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Rahman. 2011. Uji Keragaman Biopelet dari Biomassa Limbah Sekam Padi (Oryza sativa sp.) Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbaharukan. [Skripsi] Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor

[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2014). Pelet kayu. (SNI 8021-2014). Badan Standardisasi Nasional. Jakarta

Suprianto, 2003. Analisis Sifat Fisik dan Kimia Briket Arang dari Campuran Kayu Galam dan Tempurung Kemiri. [Skripsi]. Banjarbaru: Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat,

Zikri. A., Meigita.C., Samosir.J.A. 2018. Karakteristik Biopelet Dari Variasi Bahan Baku Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Politeknik Negeri Sriwijaya, Jurnal Kinetika Vol. 9, No. 01 (Mar 2018): 26-32.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i2.18945

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.