INOVASI PENAMBAHAN BAHAN AROMATERAPI SERBUK GAHARU TERHADAP KUALITAS BIOPELET SERBUK KAYU ULIN DAN MERANTI
Abstract
Urgensi dari penelitian ini adalah pemanfaatan limbah serbuk kayu ulin dan meranti dengan penambahan aromaterapi serbuk gaharu menjadi produk biopelet sebagai salah satu solusi untuk mendapatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas biopelet dengan penambahan serbuk kayu gaharu dan mengetahui perlakuan yang terbaik. Penelitian ini terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga jumlah sampel yang diperlukan sebanyak 30 sampel. Pembuatan sampel biopellet bertempat di Laboratorium Teknologi hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas lambung Mangkurat dan pengujian dilakukan pada Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru. Kadar air terbaik yaitu 8,95%, kadar abu 0,36%, kadar zat terbang 8,90%, kadar karbon terikat 81,71%, nilai kalor 6605,69 kal/gr dan kerapatan 0,66 gr/cm3.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akowuah, J. O., Kemausuor, F., & Mitchual, S. J. (2012). Physico-chemical characteristics and market potential of sawdust charcoal briquette. International Journal of Energy and Environmental Engineering, 3(1), 20.
Alimah, D. (2010). Kayu Sebagai Sumber Energi. In Makalah dalam seminar Hasil Penelitian Kehutanan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Vol. 10).
Amirta, R. 2018. Pellet Kayu Energi Hijau Masa Depan. Mulawarman University Press.
Arsad, E. (2014). Sifat fisik dan kimia wood pellet dari limbah industri perkayuan sebagai sumber energi alternatif. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 6(1), 1-8.
Damayanti, R., Lusiana, N., & Prasetyo, J. (2017). Studi pengaruh ukuran partikel dan penambahan perekat tapioka terhadap karakteristik biopelet dari kulit coklat (Theobroma Cacao L.) sebagai bahan bakar alternatif terbarukan. Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, 11(1), 51-60.
Hasna, A. H., Sutapa, J. G., & Irawati, D. (2019). Pengaruh ukuran serbuk dan penambahan tempurung kelapa terhadap kualitas pelet kayu sengon. Jurnal Ilmu Kehutanan, 13(2), 170.
Herianto, H., Santoso, M., Simatupang, R. Y., Supriyati, W., & Mujaffar, A. (2021). Karakteristik Pelet Serbuk Gergaji Tiga Jenis Kayu Limbah Industri Mebel Sebagai Energi Alternatif Terbarukan: Characteristic of Wood Pellets Sawdust Three Types of Wood Waste From Furniture Industry as Alternative Renewable Energy. Jurnal Hutan Tropika, 16(2), 164-174.
Mahdie, M. F., Subari, D., Sunardi, S., & Ulfah, D. (2016). Pengaruh campuran limbah kayu rambai dan api-api terhadap kualitas biopellet sebagai sebagai energi alternatif dari lahan basah. Jurnal Hutan Tropis, 4(3), 246-253.
Mustika, D., Wijaya, D., Susanto, A. 2019. Pemanfaatan Limbah Kayu Sebagai Biopellet Di Daerah jambi. Program studi AgroTeknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Prasetyo. D. M, Wulandari. F. T, Webliana. Karakteristik Biopelet dari Sekam Padi dan Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis Linn F). 2022. Journal of Forest Science Avicennia Vol 05 No 2 e issu 2622 - 8505.
Purwanto, D. (2009). Analisa jenis limbah kayu pada industri pengolahan kayu di Kalimantan Selatan. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 1(1), 14-20.
Rusdianto, A. S., Choiron, M., & Novijanto, N. (2014). Karakterisasi limbah industri tape sebagai bahan baku pembuatan biopellet. Industria: Jurnal Teknologi Dan Manajemen Agroindustri, 3(1), 27-32.
Rusnadi, I., Junaidi, R., Hidayat, S., & Yuanda, R. (2023). Biopelet Beraromaterapi Sebagai Alternatif Energi Panas Pengganti Bahan Bakar. Prosiding Semnas First, 1(3), 199-206.
SNI 8021 Tahun 2014. Standar Pelet Kayu. Badan Standardisasi Nasional.
Sudarja, S. (2009). Analisis Rekayasa dan Karakterisasi Briket Bahan Bakar dari Limbah Serat Kenaf. Semesta Teknika, 12(1), 92-98.
Tajalla, G. U. N., Humaira, S., Parmita, A. W. Y. P., & Zulfikar, A. (2019). Pembuatan dan Karakterisasi Selulosa dari Limbah Serbuk Meranti Kuning (Shorea macrobalanos). J. Sains Terap, 5(1), 142-147.
Wulandari, D., Sari, N. M., & Mahdie, M. F. (2019). Pengaruh Komposisi Limbah Serbuk Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri T. Et. B) Dan Kayu Jabon (Anthocephalus Cadamba Miq) Terhadap Karakteritis Biopelet Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Sylva Scienteae, 1(2), 251-262.
Wibowo. A, Fatriani, Sutiya. B. 2019. Kualitas Biopelet serbuk Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dan Serbuk meranti (Shorea Sp). Skripsi Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat.
Wibowo, S., & Pari, G. (2022). Pengaruh penambahan tepung tapioka pada karakteristik pelet kayu dari limbah cabang kayu jati perhutani plus (jpp). Jurnal Ilmu Kehutanan, 16(1), 50-63.
Zulfian, F. D., Setyawati, D., & Nurhaida, R. E. (2015). Kualitas biopelet dari limbah batang kelapa sawit pada berbagai ukuran serbuk dan jenis perekat. Jurnal hutan lestari, 3(2), 208-216.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i2.18948
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

