KARAKTERISTIK ANATOMI KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) BERDASARKAN KELAS DIAMETER PADA AREAL REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG BATU BARA
Abstract
Tanaman sengon (P. falcataria) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai persentase hidup tinggi karena tanaman sengon dapat menyesuaikan air dan dapat beradaptasi dengan karakteristik tanah bekas tambang tersebut. Variasi diameter kayu pada tanaman yang memiliki spesies, umur, dan lokasi tanam yang sama disebabkan oleh faktor kerapatan pohon, kompetisi dengan tanaman lain, pengelolaan tanaman, hama, penyakit, dan ketersediaan unsur hara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis karakteristik anatomi kayu sengon berdasarkan variasi kelas diameter sebagai penentu untuk penggunaan akhirnya. Sampel diambil dari kawasan reklamasi lahan pasca tambang batu bara di PT Borneo Indobara, kemudian diuji sifat fisik dari kadar air, berat jenis, maserasi, pengamatan pada mikroskop dengan perbesaran 100 dan 400 setelah itu melalui pengukuran dengan aplikasi imagej. Penelitian juga dilakukan di laboratorium Tekhnologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Hasil dari perhitungan dapat memberikan informasi dasar mengenai karakteristik anatomi kayu, adanya perbedaan signifikan diantara panjang serat dan panjang pembuluh. Nilai rerata diameter lumen yaitu 8 µm, dengan rerata ketebalan dinding sel sebesar 1,32 µm. Serat turunan memiliki rerata bilangan runkel sebesar 0,33, rerata daya tenun sebesar 12,46, rerata bilangan muhlsteph (%) sebesar 73,08, rerata koefisien kekakuan sebesar 0,13, dan rerata koefisien kelenturan sebesar 0,76. Kualitas serat turunan yang baik ditemukan pada kayu sengon, yang termasuk dalam kategori kelas 2 dengan jumlah nilai 350 berdasarkan perhitungan persyaratan dan nilai serat kayu sebagai bahan baku pulp. Oleh karena itu, kayu sengon dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku untuk pulp dan kertas.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Casey J. 1980. Pulp and Paper Chemistry and Chemical Technology. Third Edition Vol.IIA. New York: Willey and Sons Inc.
Frismanti AAAR. 2017. Sifat-sifat Kayu Bangkal (Nauclea officinalis Pierre ex Pit) Dari Hutan Sekunder Di Kalimantan Selatan, Indonesia. [Skripsi]. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Kehutanan.
Istikowati WT, H Aiso, F Ishiguri, Sunardi, B Sutiya, J Ohshima, K Iizuka& S Yokota. 2016. Study of radial variation in anatomical characteristics of three native fast-growing tree species of a secondary forest in South Kalimantan for evaluation as pulpwood. Appita Journal, 49-56.
Istikowati, W. T., Sutiya, B., Sunardi, Ishiguri, F., & Yokota, S. 2019. Karakteristik Anatomi Kayu Terap, Medang, Dan Balik Angin Dari Hutan Sekunder Di Kalimantan Selatan, Indonesia.
Kasmudjo. 1983. Pengantar Industri Pulp dan Kertas. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Yogyakarta, Jawa Tengah.
Naemah, D., Payung, D., & Sokendera, W. 2013. Budidaya Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr.) Sebuah Alternatif dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat. Seminar Nasional Agroforestry, 26–27.
Rahmadi, S., Matius, P., Priahutama, A. A., Ramadani, D. N., Munawarah, J., Maharani, R., & Rayadin, Y. 2022. Variasi umur tanaman reklamasi Terhadap Struktur dan Komposisi Vegetasi di Areal Reklamasi Tambang PT Kideco Jaya Agung, Paser, Kalimantan Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(1), 13–21.
Syachroni, S. H., Rosianty, Y., & Samsuri, G. S. 2018. Daya Tumbuh Tanaman Pionir Pada Area Bekas Tambang Timah Di Kecamatan Bakam, Provinsi Bangka Belitung. Sylva: Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan, 7(2):78-85.
Runkel ROH. 1949. On the production of pulp from wood of the genus Eucalyptus and experiments with two different species of Eucalyptus. The paper. 3: 476-490.
Malan & Gerisher. 1987. Wood property differences in South African grown Eucalyptus grandis trees of different growth stress intensity. Holzforschung. 41: 331-335.
Yahya R, J Sugiyama, D Silsia & J Gril. 2010. Some anatomical features of an Acacia hybrid, A. mangium and A. auriculiformis grown in Indonesia with regard to pulp yield and paper strength. Journal of Tropical Forest Science. 22: 343-351.
Tamolang F. N & Wangaard F. F. 1961. Relationships between hardwood fiber characteristics and pulp-sheet properties. Tappi. 44: 201-216.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i4.20704
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

