RESPON PERTUMBUHAN BIBIT MATOA (Pometia pinnata) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (PPT HORMONIK)

Indy Nur Husna, Damaris Payung, Adistina Fitriani

Abstract


Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman buah yang menjadi identitas flora Papua, memiliki cita rasa yang khas dengan bentuk buah mirip buah lengkeng dan termasuk dalam family Sapindaceae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit matoa (Pometia pinnata) dengan pemberian pupuk organik cair (PPT Hormonik). Pengamatan menerapkan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan 10 pengulangan, maka ada 40 satuan percobaan. Persentase hidup bibit matoa tiap perlakuan hingga berakhirnya penelitian adalah 100%, dengan diberikan PPT Hormonik berpengaruh sangat nyata pada peningkatan tinggi serta penambahan jumlah daun, dan berpengaruh nyata pada peningkatan diameter, serta penambahan PPT Hormonik yang menunjukkan reaksi optimal ialah pada dosis 3 ml/1 ltr air, rerata peningkatan ketinggian bibit matoa senilai (9,34 cm), jumlah daun (5,4 helai) serta diameter batang (2,47 mm).


Keywords


Matoa; Pertumbuhan; Pupuk organik cair

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah, M. 2013. Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hasil Seleksi terhadap Pemberian Asam Askorbat dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskulardi Tanah Salin. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua [BPTP]. 2014. Buku Seri Tanaman Khas Papua: Matoa. Jayapura. Papua.

Duaja, M. D. 2012. Pengaruh Bahan dan Dosis Kompos Cair terhadap Pertumbuhan Selada (Lactuca sativa sp.). Jurnal Agroteknologi. 1(1) : 2302 –6472.

Fatimah, S., & Handarto, B. M. 2008.Pengaruh Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata nees). Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Unijoyo.

Gudando, R. 2007. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Semai Jarak Pagar (Jatropa curcas Linn.) di Shade Hause Fakultas Kehutanan UNLAM Banjarbaru. Universitas Lambung Mangkurat.

Hanafiah, K. A. 2000. Rancangan Percobaan. Teori Aplikasi, Edisi Revisi. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang. PT. Raja Grafinda Persada, Jakarta.

Hanafiah, K. A. 2005. Dasar Dasar Ilmu Tanah. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.

Hartatik, W., Subiksa, I. G. M., & Dariah, A. 2011. Sifat Kimia dan Fisik Tanah Gambut. pada: Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor: Balai Penelitian Tanah, 45.

Heddy, S. 1996. Hormon Tumbuh. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Jumin, H. B. 2002. Dasar-dasar Agronomi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Ikhtiyanto R. E. 2010. Pengaruh Pupuk Nitrogen dan Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tebu (Sacharum officinarum L.). (Skripsi). Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Indriani. 2004. Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kusman. C., & Hikmat. A. 2015. Keaneakaragaman Hayati Flora di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 5(2).

Leiwakabessy, F.M. 1988. Kesuburan Tanah. Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lingga, P. 2003. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Lizawati. 2002. Analisis Interaksi Batang Bawah dan Batang Atas pada Okulasi Tanaman Karet. (Tesis). Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Manuhuttu, A. P,. Rehatta, H., & Kailola, J. J. G. 2014. Pengaruh konsentrasi Pupuk Hayati Biobost Terhadap Peningkata produksi Tanman Selada (Laktuca sativa L). Program Studi Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Pattimura.Jurnal Budidaya Tanaman 3 : 1

Naemah, D., & Ningrum, H. M. D. 2015. Agarwood (Aquilaria malaccensis) Healt at Nursery. Journal of Wetlands Environmental Managemen. 3(1).

Nugrahini, T. 2013. Respon Tanaman Bawang Merah (Allium ascolonicum L.) Varietas Tuk – Tuk terhadap Pengaturan Jarak Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair NASA. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian. 36(1) : 60-65.

Peraturan Menteri Kehutanan. 2004. Pedoman dan Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

Prayugo, S. 2007. Media Tanam untuk Tanaman Hias. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahmawati, N. k., Winiarni, E., & Payung, D. 2020. Pertumbuhan Bibit Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) pada Berbagai Kombinasi Kompos Seresah Daun Kiara Payung (Filicium sp) dan Pupuk Kandang sebagai Media Sapih. Jurnal Sylva Scientea. 3 : 385-393.

Rismunandar. 1998. Budidaya dan Tata Niaga Pala. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rostika, I., Novianti, S., & Mariska, I. 2016. Mikropropagasi Tanaman Manggis (Garcinia mangostana). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumbersaya Genetik Pertanian, Bogor.

Sari, N. V., Same M., & Yonathan, P. 2017. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Fermentasi Urin Sapi sebagai Pupuk Cair pada Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.). Jurnal Agro Industri Perkebunan. 5(1) : 57-71.

Sulistyowati, 2008. Analisis Status Flora Cagar Alam Pulau Sempu. Malang.

Ulfa, N. K. 2018. Pengaruh Pemberian Pupuk Kascing terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery (Doctoral Dissertation, Universitas Andalas).

Wijaya, K. A. 2008. Nutrisi Tanaman. Prestasi Pustaka. Jakarta.

Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah, Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Gava Media. Yogyakarta.

Zabarti, E., Wahyu, L., & Mayta. 2013. Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair NASA terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum Lam.). Jurnal Agrium. Vol. 18 (1), hal. 17 – 19. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau. Pekanbaru.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i4.20705

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.