ANALISIS INFILTRASI DI HUTAN KOTA PERKANTORAN GUBERNUR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Maepadeapati Chitta, Syarifuddin Kadir, Khairun Nisa

Abstract


Urban forest is an important factor affecting the sustainability of ecological and social conditions in the urban environment. One of the urban forest in Banjarbaru is Tropical Rain Forest Miniature. The urban forest is located in the South Kalimantan provincial government office area in Banjarbaru. Development of the urban forest is a real act of the Government of South Kalimantan Province in the framework of reducing the rate of degradation of forest areas, especially areas that are downstream of the watershed. At different land uses will be found the type of vegetation and land management of different levels. Where these two things will also cause a different rate of infiltration. This research uses the Horton Model which aims to analyze the nature of the soil, determine the infiltration rate, infiltration capacity and infiltration volume in urban forest governor office of South Kalimantan province. Infiltration rate measurements using an infiltrometer conducted on 4 planting blocks in miniature tropical rainforest. The results showed that: 1) Texture of sandy clay loam and sandy loam; 2) The largest infiltration rate is in Block 4 with a value of 87.33 mm / hour and the lowest infiltration rate in Block 3 with a value of 29.00 mm / hour; 3) The largest infiltration capacity and infiltration volume are in Block 4, which is 46.23 mm / hour and 50.23 mm3, while the lowest infiltration capacity and infiltration volume is in Block 3, which is 12.82 mm / hour and 9.48 mm3Hutan kota merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap keberlanjutan kondisi ekologi dan sosial di lingkungan perkotaan. Salah satu hutan kota yang ada di Banjarbaru adalah Miniatur Hutan Hujan Tropis. Hutan Kota ini berada di areal kawasan perkantoran pemerintah provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Pembangunan hutan kota merupakan tindakan nyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam Rangka mengurangi laju degradasi hutan dan lahan, terutama daerah yang berada dihilir DAS. Pada tata guna lahan yang berbeda akan dijumpai jenis vegetasi dan tingkat pengolahan lahan yang berbeda. Dimana kedua hal tersebut juga akan menyebabkan terjadinya laju infiltrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Model Horton yang bertujuan untuk menganalisis sifat fisik tanah, menentukan besarnya laju infiltrasi, menentukan kapasitas infiltrasi dan volume infiltrasi di Hutan Kota Perkantoran Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan. Pengukuran laju infiltrasi menggunakan infiltrometer yang dilakukan pada 4 blok tanam di miniatur hutan hujan tropis. Hasil penelitian diperoleh bahwa: 1) Tekstur tanah lempung liat berpasir dan lempung berpasir; 2) Besarnya laju infiltrasi terbesar terdapat pada Blok 4 dengan nilai 87,33 mm/jam dan laju infiltrasi terendah pada Blok 3 dengan nilai 29,00 mm/jam; 3) Kapasitas infiltrasi dan volume infiltrasi terbesar terdapat pada Blok 4 yaitu 46,23 mm/jam dan 50,23 mm3, sedangkan kapasitas infiltrasi dan volume infiltrasi terendah terdapat pada Blok 3 yaitu 12,82 mm/jam dan 9,48 mm3

Keywords


Infiltrasi; Hutan kota; Sifat fisik tanah

Full Text:

PDF PDF

References


Asdak, C. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Badaruddin, Kadir S, Yamani A, Nurlina. 2019. The Study of the Rate of Infiltrarion and Soil Permeability on Different Land Cover in Watershed Maluka Province of South Kalimantan. International Jurnal of Environment, Agriculture and Biotechnology

Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Jakarta: Penerbit Pusaka Utama.

Harto, S. 1993. Analisis Hidrologi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Haery, R.P. 2016. Analisis Laju dan Sebaran Vertikal Infiltrasi Tanah Pada Penggunaan Lahan Berbeda di Jampang Tengah Sukabumi. Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. 34 p.

Irawan, T., Yuwono, S.B., 2016. Infiltrasi Pada Berbagai Tegakan Hutan di Arboretum Universitas Lampung. Jurnal Silva Lestari Vol. 4 No. 3 Juli 2016 (21-34).

Kadir, S., Rayes, M. L., Ruslan, M., and Kusuma, Z. 2013. Infiltration To Control Flood Vulnerability A Case Study of Rubber Plantation of Dayak Deah Community in Negara, Academic Research International. Natural and Applied Sciences. [http://eprints.ulm.ac.id/988/].

Kohnke, H. 1968. Soil Physic Tata Mc Graw-Hill Publishing. Bombay: Company Ltd.

Pudjiharta, A. 2008. Pengaruh Pengelolaan Hutan pada Hidrologi. Jurnal. Puslitbanghut. Bogor.

Poerwowidodo. 1991. Ganesa Tanah: Proses Genesa dan Morfologi. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Sarief, S., 1989. Ilmu Tanah Pertanian. Penerbit Pustaka Buana, Bandung

Sutedjo, M. M. dan A. G. Kartasapoetra. 2002. Pengantar Ilmu Tanah. Cetakan Ketiga. Rineka Cipta. Jakarta

Utomo, W.H. 2004. Konservasi Tanah di Indonesia. Rajawali Press. Jakarta




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v4i4.3934

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.