PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN INDUSTRI KERAJINAN BIJI KOKKA DI DESA ANTASAN SENOR ILIR KECAMATAN MARTAPURA TIMUR KALIMANTAN SELATAN
Abstract
Non-timber forest product is the use of plants other than wood or timber in forest or non-forest environment. Generally non-timber forest products are utilized for personal needs, sold away or as a material for handicrafts. One example of a non-timber forest product that is used a material for handicrafts are kokka seeds. Popular handicrafts made from kokka seeds are bracelets, prayer beads, and rings. Looking at the available potentials, kokka seeds craftsmen in Antasan Senor Ilir village are guiding the craftsmen so that the product that are produced are of good quality and compete in local or foreign market. But until now, the data that explains the level of productivity and yield of kokka crafts is non-existent. Based on that fact, the writer is interested in researching the productivity and yield of kokka crafts in antasan senor ilir village, east martapura district. The method used to calculate productivity is the output of work results which consists of kokka seed products and the total time, which is the time needed to produce one complete product. Observation of the yield of kokka seed crafts uses a scale to find out the mass of materials before it is processed and the mass of materials ofter it is processed into a product. Based on, research results, respondent with the highest productivity kosasi with 233,92 gr/ hours and 629 kg/ year. Respondent with the lowest productifity overall is Nurul beuti with 389 kg/ year. Factors that effects productivity is the length or working experience, motivation, age, and education. The yield of kokka seed ranges from 75,00% to 88,00%, with the average of the whole kokka seed yield at 82,31%. Respondent with 1 kg of materials produce an output of 0,88 kg, so that the yield of kokka seeds of 88,00% becomes the highest yield. The lowest kokka seed yield sits at 75,00%, with 1,04 kg of material and an output reaching only 0,78.
Hasil hutan non kayu adalah pemanfaatkan jenis tumbuhan di kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan selain kayu. Umumnya hasil hutan bukan kayu digunakan untuk kebutuhan atau kepentingan sendiri, dijual, serta untuk bahan baku kerajinan. Salah satu hasil hutan bukan kayu yang digunakan sebagai bahan kerajinan yaitu biji kokka. Kerajinan biji kokka yang populer dan banyak diminati konsumen berupa gelang, tasbih, dan cincin. Melihat potensi yang ada pengrajin biji kokka di Desa Antasan Senor Ilir terus membina para pengrajin sehingga produk yang akan dihasilkan memiliki mutu yang baik dan mampu bersaing di pasaran lokal maupun diluar. Namun sampai saat ini untuk data yang menjelaskan tinggi rendahnya angka produktivitas serta rendemen pembuatan kerajinan biji kokka masih tidak ada. Dengan tidak adanya data tersebut maka penulis berminat untuk meneliti produktivitas dan rendemen kerajinan kokka di desa Antasan Selor Ilir Kecamatan Martapura Timur. Metode yang digunakan untuk menghitung tingkat produktivitas yaitu, output adalah hasil kerja berupa sebuah produk dari kerajinan biji kokka dan waktu total adalah waktu yang yang dibutuhkan untuk membuat satu buah produk. pengamatan rendemen kerajinan biji kokka menggunakan timbangan untuk mengetahui berat bahan baku, sebelum diolah dan setelah menjadi produk. Berdasarkan hasil penelitian responden dengan produktivitas tertinggi yaitu Kosasi 233,92 gr/jam dan 629 kg/tahun. Responden yang memiliki produktivitas terendah secara keseluruhan yaitu Nurul Beuti dengan produktivitas hanya 389 Kg/tahun. Faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu lamanya bekerja, motivasi, usia, dan pendidikan. Rendemen biji kokka berkisar dari 75,00% sampai dengan 88,00% dengan rerata keseluruhan rendemen kerajinan kokka 82,31%. Responden dengan bahan baku 1,00 kg menghasilkan output 0,88 kg sehingga rendemen biji kokka menjadi 88,00% menjadi rendemen tertinggi. Rendemen biji kokka terendah yaitu 75,00% dengan bahan baku 1,04 kg dan output yang hanya mencapai 0,78 kg.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abidin, Z., Rudyanto, M & Sudjarwo. 2015. Isolasi dan Karakterisasi Agarosa dari Rumput Laut Gracilaria verrucosa. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 13(1):69-75
Erfani, G.A, Z Abidin & Violet. 2020. Produktivitas, Rendemen Dan Kontribusi Kerajinan Bambu (Bambusa Sp) Terhadap Pendapatan Di Desa Tambak Baru Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar. Jurnal Sylva Scienteae, 3 (3):486-498
Hamali AY, 2014. Pengaruh Motivasi terhadap Produktivitas Kerja Studi Kasus pada PT.X Bandung. Journal The Winner, 14 (2):77-88
Hartati, D. 2008. Produktivitas dan Rendemen Kerajinan Anyaman Daun Nipah di Desa Simpang Empat Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. [Skripsi] Banjarbaru: Fakultas Kehutanan Unlam,
Hartati, D. 2008. Produktivitas dan Rendemen Kerajinan Anyaman Daun Nipah (Nypa fructicans WURMB di Desa Simpang Empat Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. [Skripsi]. Banjarbaru: Fakultas Kehutanan Unlam.
Laksono AD, T Susdiyanti & K M Bintani. 2016. Produktivitas Dan Rendemen Industri Penggergajian Kayu Di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Nusa Sylva, 16 (2): 50-58
Mahendra, A. D. & Woyanti, N. 2014. Analisis Pengaruh Pendidikan, Upah, Jenis Kelamin, Usia dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja (Studi di Industri Kecil Tempe di Kota Semarang). [Disertasi]. Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro
Nawawi, Hadari. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif. Cetakan Keempat. Yogyakarta: Penerbit Gajah Mada University Press
Pamungkas, A.D.P., Hamid, D. & Prasetya, A. 2017. Pengaruh Pendidikan dan Pengalaman Kerja Terhadap Kemampuan Kerja dan Kinerja Karyawan (Studi pada Karyawan PT. INKA (Persero)). Jurnal Administrasi Bisnis, 43(1), 96–103.
Putri, HR. 2016. Pengaruh Pendidikan, Pengalaman Kerja, dan Jenis Kelamin Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi CV. Karunia Abadi Wonosobo. Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, 5(4);292-300
Radam, R.R. 2011. Studi Produktivitas dan Rendemen Industri Penggergajian Kayu Akasia Daun Lebar (Acacia mangium Willd) di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis, 12 (31):99-107.
Rahmawati D. 2013. Pengaruh Motivasi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PR Fajar Berlian Tulungagung, Jurnal Bonorowo, 1(1):1-16
Rakmawati, M. 2012. Pemanfaatan Citra Landsat Untuk Estimasi Biomassa Atas Permukaan Dari Berbagai Penutupan Lahan Dengan Pendekatan Indeks Vegetasi. Bogor: IPB.
Sopianoor, Yahya, Z., & Biantari M.P. 2016. Studi Rendemen Bahan baku Log pada IUPHHK Rusmandiansnyah di Kecamatan Damai Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Agrifor, 15 (2): 289-296
Subarjo, 2015. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Karyawan pada CV. Granada, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Optimum, 5 (2):194-203
Uar, I.N. 2016. Produktivitas dan Rendemen Kayu Gergajian Pada Perusahaan IUIPHHK PT. Katingan Timber Celebes. Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan (agrikan UMMU-Ternate), 9 (1):17:22.
Wijono, S. 2010. Psikologi Industri dan Organisasi : Dalam Suatu Bidang Gerak Psikologi Sumber Daya Manusia. Jakarta : Kencana.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v5i3.5712
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

