ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DI DAS KINTAP BAGIAN HILIR KABUPATEN TANAH LAUT

Syahidar Khalid, Badaruddin Badaruddin, Syarifuddin Kadir

Abstract


Changes in land cover in a watershed, which was originally forest, are now shrubs, rice fields, plantations, settlements, and mining, causing several problems. Tanah Laut Regency is one of the areas where there is a lot of land conversion so that the watershed in the area does not play a good role, especially in the downstream area, which is the area that is most often affected. The purpose of this study was to calculate the amount of erosion in the downstream Kintap watershed and analyze the erosion hazard level (TBE) in the downstream Kintap watershed. The method used is the Universal Soil Loss Equation (USLE) proposed by Wischmeier and Smith. The data is collected by purposive sampling. The results showed that the highest erosion value was in Land Unit 9 on open land, the erosion value was 28.16 tons/ha/year with erosion hazard class II. While the erosion value of 1.59 tons/ha/year on Land Unit 7 became the smallest erosion value with erosion hazard class I. The level of erosion hazard for each land unit with different land cover, showed TBE very light class (0-SR) contained in oil palm plantations, rubber plantations, and secondary forests. Meanwhile, the light TBE class (I-R) was in open land and dryland agriculture and the very heavy TBE class (IV-SB) was in open land

Perubahan tutupan lahan pada suatu DAS yang awalnya hutan sekarang menjadi semak belukar, sawah, perkebunan, pemukiman dan pertambangan menimbulkan beberapa permasalahan. Kabupaten Tanah Laut termasuk daerah yang terbilang banyak terjadi konversi  lahan sehingga DAS di wilayah tersebut tidak berperan dengan baik, apalagi di bagian hilir merupakan daerah yang paling sering terkena dampak. Tujuan penelitian ini adalah menghitung besarnya jumlah erosi di DAS Kintap bagian hilir dan menganalisis tingkat bahaya erosi (TBE) di DAS Kintap bagian hilir. Metode yang digunakan adalah Universal Soil Loss Equation (USLE) yang dikemukakan oleh Wischmeier dan Smith.dan pengambilan datanya dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Jumlah nilai erosi tertinggi berada pada Unit Lahan 9 pada lahan terbuka nilai erosinya diperloeh sebesar 28,16 ton/ha/thn dengan kelas bahaya erosi II. Sedangkan nilai erosi sebesar 1,59  ton/ha/thn pada Unit Lahan 7 menjadi nilai erosi terkecil dengan kelas bahaya erosi I. Tingkat bahaya erosi terhadap tiap unit lahan dengan tutupan lahan yang berbeda, memperlihatkan TBE kelas sangat ringan (0-SR) terdapat pada perkebunan sawit, perkebunan karet, dan hutan sekunder. Sedangkan TBE kelas ringan (I-R) ada pada lahan terbuka dan pertanian lahan kering serta TBE kelas sangat berat (IV-SB) ada pada lahan terbuka.


Keywords


Daerah Aliran Sungai; Erosi; Tingkat Bahaya Erosi; Universal Soil Loss Equation (USLE)

Full Text:

PDF

References


Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Edisi Kedua. Bogor. IPB Press.

Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Barito. 2013. Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis Wilayah Kerja BPDAS Barito. https://bpdasbarito.or.id. [diakses: 6 September 2020].

Bhan, S., & Behera, U. K. 2014. Conservation agriculture in India–Problems, prospects and policy issues. International Soil and Water Conservation Research, 2(4), 1-12.

Hardiana, E., Kadir, S. & Nugroho, Y., 2019. Analisis Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Di DAS Dua Laut Kabupaten Tanah Bumbu. Jurnal Sylva Scienteae, 2(3), pp.529-539.

Indriati, N. 2012. Indeks dan Tingkat Bahaya Erosi Kawasan Hutan Pendidikan Gunung Usalat Kabupaten Sukabumi. Bogor: IPB

Kadir, S., & Badaruddin, B. 2015. Pengayaan Vegetasi Penutupan Lahan Untuk Pengendalian Tingkat Kekritisan DAS Satui Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis, 3(2).

Kadir, S., Badaruddin, B., & Nurlina, N. 2019. Analysis of the level of erosion hazard in the framework of the green revolution in watershed Maluka Province South Kalimantan. Academic Research International, 10(1), 39-50.

Kadir, S., Sirang, K., & Badaruddin, B. 2016. Pengendalian Banjir Berdasarkan Kelas Kemampuan Lahan Di Sub DAS Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis, 4(3), 254-264.

Kartika, I., Indarto, I., Pudjojono, M., & Ahmad, H. 2016. Pemetaan tingkat bahaya erosi pada level Sub-DAS: Studi pada dua DAS Identik. Jurnal Agroteknologi, 10(01), 117-128.

Kementerian Kehutanan. 2009. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.32/Menhut-II/2009 Tentang Tata Cara Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL –DAS). Jakarta.

Komaruddin, N. 2008. Penilaian Tingkat Bahaya Erosi di Sub Daerah Aliran Sungai Cileungsi, Bogor. Agrikultura, 19(3).

Ruslan, M. 1992. Sistem Hidroorologi Hutan Lindung DAS Riam Kanan di Kabupaten Banjar, Kalimanatan Selatan. [Disertasi] Bogor. Fakultas Pascasaijana IPB.

Surono, Husain, J., Yani E.B. Kamagi, & Lengkong, J. 2013. Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam Memprediksi Erosi Dengan Metode USLE di Sub DAS Dumoga. Jurnal UNSRAT vol 3, No 5 Tahun 2013.

Wischmeier, W.H. dan D.D. Smith, 1978. Predicting Rainfall Erosion Losses. A Guite to Conservation Planning, US Department of Agriculture Handbook No. 537, USDA, Washington, D.C




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v5i3.5717

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.