ANALISIS KESESUAIAN KAWASAN WISATA ALAM HATUSUA BEACH DI KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ananto, O. 2018. Persepsi pengunjung pada objek wisata danau buatan Kota Pekanbaru. Jurnal Organisasi dan Manajemen Fisip.
Agustin, Sentosa, S.U. dan Aimon, H. 2014. Faktor–faktor yang mempengaruhi permintaan wisatawan domestik terhadap objek wisata bahari pulau cingkuak kabupaten pesisir selatan. Jurnal Kegiatan Ekonomi.
Astuti, M. T., &Noor, A. A. (2016). Daya Tarik Morotai Sebagai Destinasi Wisata Sejarah Dan Bahari. Jurnal Kepariwisataan Indonesia,11 (1).
Ceballos-Lascurain, Hector, 1987. Tourism, Ecotourism and Protected Areas.IUCN. The World Conservation Union, Gland. Switzerland.
Dahuri, R., J. Rais, S. P. Ginting, dan M. J. Sitepu. 2004. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu, Edisi Revisi. Pradnya Paramita. Jakarta
Gronroos, C. (1998). Marketing Services : the case of missing product.
Hall, C. M. (2001). Trends in ocean and coastal tourism the end of the last frontier? .ocean& coastal management.
Harahap, M.A. 2018. Tanggapan pengunjung terhadap fasilitas objek wisata rumah batu serombou di kabupaten rokanhulu. Jurnal Organisasi dan manajemen.
Ko, R. K. T. 2001. Objek Wisata Alam: Pedoman Identifikasi, Pengembangan, Pengelolaan, Pemelihara dan Pemasaran. Yayasan Buena Vista. Bogor.
Keliwar, S. dan Nurcahyo, A. 2015. Motivasi dan persepsi pengunjung terhadap objek wisata desa budaya rampang di samarinda. Jurnal Manajemen Resort dan Leisure.
Masalu, D.C. (2008). Coastal Data and Information Management for Integrated Coastal Managemen The Role of IODE. Elsevier.Marine Olicy.
Moleong, L.J.(2011). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Marpaung, H. 2002. Pengetahuan Kepariwisataan. Ed Revisi. Alfabeta. Bandung.
Nasution, S., Nasution, M.A. dan Damanik, J. 2005. Persepsi wisatawan mancanegara terhadap kualitas objek dan daya tarik wisata (odtw) sumatera utara. Jurnal Studi Pembangunan.
Pendit, Nyoman S. 2004. Ilmu Pariwisata. Jakarta : Pradnya paramita
Rahlem, D., Yoza, D. dan Arlita, T. 2017. Persepsi pengunjung dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowisata air terjun aek martus di kabupaten rokan hulu. Jurnal Organisasi dan Manajemen Faperta.
Soekadijo, R. G. 2000. Anatomi pariwisata : Memahami pariwisata sebagai” Systemic Linkage”. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Sudarto, G. 1999. Ekowisata : Wahana Pelestarian Alam, Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan, dan Pemberdayaan Masyarakat. Yayasan Kalpataru Bahari. Bekasi.
Sitti mania. 2008. Observasi Sebagai Alat Evaluasi Dalam Dunia Pendidikan dan Pembelajaran.Lentera Pendidikan, Vol. 11, No.2. September
Undang-undang No 9 tahun 1990.Tentang kepariwisataan. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta.
Undang-undang No 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan.
Wiwoho B., Ratna P., dan Yullia H. 1990. Pariwisata, Citra, dan Manfaatnya. PT. Bina Rena Pariwara. Jakarta.
Wilopo, K. K.,& Hakim, L. (2017). Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Budaya (Studi Kasus Pada Kawasan Situs Trowulan Sebagai Pariwisata Budaya Unggulan Di Kabupaten Mojokerto). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol. 41 No. 1 Januari 2017.
A, Yoeti, Oka. (1996). Pengantar Ilmu Pariwisata. Angkasa Bandung.
Yulianda F. 2007. Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v6i4.8676
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

