KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKAYU PADA AREA GAMPA (AREA KONSESI PT ADARO INDONESIA) KECAMATAN PARINGIN SELATAN KABUPATEN BALANGAN
Abstract
The Gampa area which is the main operating area of PT. Adaro Indonesia is precisely located in South Paringin District, Balangan Regency. Revegetation which is part of the reclamation effort to repair and restore damaged vegetation through planting and maintenance activities such as on post-mining land. This study aims to analyze the dominance and diversity of woody plant species planted or spontaneously growing in the Gampa area (Concession Area of PT Adaro Indonesia). The method used is the checkered path method using a purposive sampling technique deliberately with certain considerations, then in making measuring plots it is carried out systematically consisting of 16 plots. The plots were made in a zig-zag manner so that they could represent all the vegetation in the lane and differentiated according to growth rate criteria, namely the seedling plot area of 2 m x 2 m, the sapling stage of the plot area of 5 m x 5 m, the pole level of the plot area of 10 m x 10 m and the level of trees with a plot area of 20 m x 20 m. Dominance is determined from the Significant Value Index, while diversity is based on the Shannon Wienner index. The results of the study found 47 species of woody plants divided into 14 species (29,78%) planted intentionally and 33 species (70,21%) growing spontaneously. The species diversity index is moderate. One of the most dominant plant species is acacia. From the results of this study, it can be concluded that even though the Gampa area is a reclamation area, the diversity of woody plant species in the area is very large.
Area Gampa yang merupakan kawasan operasi utama PT. Adaro Indonesia tepatnya berada di Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan. Revegetasi yang merupakan bagian dari reklamasi usaha untuk memperbaiki dan memulihkan vegetasi yang rusak melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan seperti pada lahan pasca tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominanasi serta keanekaragaman jenis tumbuhan berkayu yang ditanam maupun tumbuh spontan pada area Gampa (Area Konsesi PT Adaro Indonesia). Metode yang digunakan adalah metode jalur berpetak dengan menggunakan teknik purposive sampling secara sengaja dengan pertimbangan tertentu, kemudian pada pembuatan plot ukur dilakukan secara sistematis terdiri dari 16 plot. Pembuatan plot dibuat secara zig-zag agar dapat mewakili seluruh vegetasi yang ada di dalam jalur dan dibedakan menurut kriteria tingkat pertumbuhan yaitu tingkat semai luas petak 2 m x 2 m, tingkat pancang luas petak 5 m x 5 m, tingkat tiang luas petak 10 m x 10 m dan tingkat pohon luas petak 20 m x 20 m. Dominansi ditentukan dari Indeks Nilai Penting, sedangkan keragaman berdasarkan indeks Shannon Wienner. Hasil penelitian menemukan 47 jenis tumbuhan berkayu terbagi menjadi 14 jenis (29,78%) sengaja ditanam dan 33 jenis (70,21%) tumbuh secara spontan. Indeks keanekaragaman jenis tergolong sedang. Adapun salah satu jenis tumbuhan yang paling dominan adalah jenis akasia. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun area Gampa ini merupakan area reklamasi, namun keanekaragaman jenis tumbuhan berkayu di area tersebut sangat banyak di dalamnya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Destaranti Nadia, Sulistyani & Edy Yani. 2017. Pinus Di Rph Kalirajut Dan Rph Baturraden Banyumas. Jurnal Scripta Biologica, 4(3), 155–160.
Ernawati. 2019. Analisis Komposisi Vegetasi dan Asosiasi Antar Jenis Dominan di Hutan Lindung Desa Batu Laki Kabupaten Hulu Sungai Selatan. [Usulan penelitian]. Banjabaru: Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat.
Heriyanto NM & R Garsetiasih. 2004. Potensi Pohon Kulim (Scorodocarpus borneensis Becc) di Kelompok Hutan Gelawan Kampar Riau. Buletin Plasma Nutfah, 10(1). 37-41.
Kurniawan A & Parikesit. 2008. Persebaran Jenis Pohon di Sepanjang Faktor Lingkungan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat. Biodiversitas 9 (2) : 275-279.
Ludwig JA & Reynolds JF. 1988. Statistical Ecology. a primer on method and computing.
Lutfiasari, N & Dharmono. Keanekaragaman Spesies Tumbuhan Famili Myrtaceae Di Hutan Pantai Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basa. 2018, 3(1), 186-190.
Nuraina I, Fahrizal & Prayogo H. 2018. Analisa komposisi dan keanekaragaman jenis tegakan penyusun Hutan Tembawang Jelomuk di Desa Meta Bersatu Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi. Jurnal Hutan Lestari, 6(1), 137-146.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2008 tentang Rehabilitasi Dan Reklamasi Hutan.
Setiadi D. 2005. Keanekaragaman Spesies Tingkat Pohon di Taman Wisata Alam Ruteng, NusaTenggara Timur. Biodiversitas 6 (2): 118-122.
Setiadi, Y. 2006. Bahan Kuliah Ekologi Restorasi. Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan. Sekolah Pasca Sarjana. IPB.
Setyowati, D,N., Amala, N.A., & Aini, N.N.U. 2017. Studi pemilihan tanaman revegetasi untuk keberhasilan reklamasi lahan bekas tambang. Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan 3(1): 14-20.
Soendjoto MA, Dharmono, Mahrudin, Riefani MK, Triwibowo. 2014. Plant Species Richness After Revegetation on The Reclaimed Coal Mine Land of PT Adaro Indonesia, South Kalimantan. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 20(3): 150-158.
Soendjoto MA. 2015. Avifauna di Area Reklamasi PT Adaro Indonesia. Universitas Lambung Mangkurat Press. Banjarbaru.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i1.9386
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

