BIOMASSA TUMBUHAN PURUN DANAU (Lepironia articulata) DI LAHAN GAMBUT DESA PULANTANI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALIMANTAN SELATAN

Ririn Setiani, Kissinger Kissinger, Mufidah Asyari

Abstract


Plants have biomass components that exist above and below the soil surface. The total biomass of plants in an area can increase as plants are able to absorb CO2 from the air and convert it into organic matter through the process of photosynthesis. Research is needed to determine the amount of plant biomass. This research aims to analyze the carbon content stored in the reed plant (Lepironia articulata) in the form of biomass in the peatland of Pulantani Village. The research was conducted in Pulantani Village, Haur Gading District, Hulu Sungai Utara Regency, which has a reed area of 87.11 hectares. The results of this research indicate that the reed plants are capable of storing biomass carbon in the roots and stems. The biomass stored in the roots is 0.068005 kg/plot, while the biomass in the stems is 0.142190 kg/plot, with an average of 0.210195 kg/ha (58.75%).

Tumbuhan memiliki komponen biomassa yang terdapat di atas dan di dalam permukaan tanah. Jumlah total biomassa tumbuhan suatu area dapat bertambah karena tumbuhan mampu menyerap CO2 dari udara dan mengubah zat tersebut menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis. Untuk mengetahui jumlah biomassa tumbuhan, maka perlu di lakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah kandungan karbon tersimpan pada tumbuhan purun danau (lepironia articulata) dalam bentuk biomassa di lahan gambut Desa Pulantani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa pulantani Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara yang memiliki kawasan purun seluas 87,11 hektar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuhan purun danau mampu menyimpan karbon biomassa yang terdapat pada bagian akar dan batang. Jumlah biomassa yang tersimpan pada akar ialah 0,068005 kg/plot, sedangkan jumlah biomassa pada batang ialah 0,142190 kg/plot dan memiliki rata-rata sebesar 0,210195 kg/ha sebanyak (58,75%)


Keywords


Biomassa; Desa Pulantani; Tumbuhan Purun

Full Text:

PDF

References


Anwar J, Damanik SJ, Hisyam N, Whitten AJ. 1984. Ekologi Ekosistem Sumatera. Gajah Mada University Press.

Asikin, S. dan Thamrin, M. 2012. Manfaat Purun Tikus (Eleocharis Dulcis) Pada Ekosistem Sawah Rawa. Jurnal Litbang Pertanian. 31 (1): 35-42.

Badan Restorasi Gambut (2019a). Profil Desa Peduli Gambut: Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan. Kedeputian Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi Dan Kemitraan BRG Jakarta.

Hairiah K. 2007. Pengukuran Karbon Tersimpan di Berbagai Macam Penggunaan Lahan. World Agroforestry Centre – ICRAF Southeast Asia. Hal 30.

Hairiah K, Rahayu S. 2007. Petunjuk Praktis Pengukuran Karbon Tersoimpan di Berbagai Macam Penggunaan Lahan. World Agroforestry Centre – ICRAF Sea Regional Office.

Subagiyo, L, Herliani, Sudarman, Haryanto, Z. 2019. Literasi Hutan Tropis Lembab Dan Lingkungannya, Samarinda.

Tresnawan, H. & Rosalina U. 2002. Pendugaan Biomassa di Ekosistem Hutan Primer dan Hutan Bekas Tebangan (Studi kasus Hutan Dusun Aro, Jambi). Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 8 (1): 15-29.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i1.9562

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.