Analysis of Post-Coal Mining Revegetation Success in PT. Binuang Mitra Bersama District Tapin South of Kalimantan Province

Yohanes Paulus, Setia Budi Peran, Dina Naemah

Abstract


ABSTRACT. The process and mining activities carried out often have an impact on environmental quality, so it must be followed by improvement efforts, including efforts to improve the environment in reclamation and revegetation activities. This research was conducted to determine the success rate by analyzing the success of post-coal mining revegetation based on determining the percentage success rate of plant growth, plant health and increase in diameter and height of trees at PT. Binuang Mitra Bersama, Tapin Regency, South Kalimantan Province. This type of research is descriptive research, with data collection and qualitative approach methods, observation (observation) and from document sources. The equipment used in the research were: compass, measuring tape, clinoeter, tape measure, raffia rope, GPS (Global Positioning System). Observations were made in a circular plot with a diameter of 17.8 m. determining the plots needed every year for plants is 5 (five) distances between 50 m, then observations are made for plant growth and plant health which includes tree height and tree diameter. The highest growth percentage from the year of planting was in the 2018 planting year where the average growth rate was 99.29% and in 2027 with an average growth rate of 98.57%, the average stem diameter in 2018 was 15.45 cm and in 2017 was 18.09 cm. The average tree height in 2018 was 5.31 meters, and in 2017 it was 5.34 meters. Based on good plant growth indicators for tree diameter and height, plant growth is above 90%, then revegetation activities are in the good category, then revegetation is declared successful.

ABSTRAK. Proses dan dalam kegiatan peratmbangan yang dilakukan seringkali minibulkan pengaruh bagi kualitas lingkungan sehingga harus diikuti dengan upaya perbaikan diantaranya yaitu upaya perbaikan lingkungan dalam kegiatan reklamasi dan revegetasi. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dilakukan melaluianalisis keberhasilan revegetasi pascatambang batubara yang didasari dengan menentukan tingkat keberhasilan persentase pertumbuhan tanaman, kesehaan tanaman dan pertambahan diameter dan tinggi  pohon di PT. Binuang Mitra Bersama, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. Tipe penelitian ini merupakan penelitian deskrptif, dengann pengumpulan data dan metode pendekatan kualitatif, observasi (pengamatan) dan dari sumber dokumen. Peralatan yang digunakan dalam penelitian yaitu: kompas, pita ukur, clinoeter, meteran, tali rafia, GPS (Global Positioning System). Pengamatan dilakukan di dalam plot bentuk lingkatran diameter 17,8 m. penentuan plot perlu dibutuhkan setiap tahun tanaman adalah 5 (lima) jarak antara 50 m, kemudian dilakukan pengamatan untuk tumbuh tanaman dan kesehatan tanaman yang meliputi tinggi pohon dan diameter pohon. Persentase tumbuh tertinggi dari tahun tanaman terdapat pada tahun tanam 2018 dimana tingkat pertumbuhan ra ta-rata adalah 99,29 % dan tahun 2027 dengan rata-rata pertumbuhan adalah 98,57 %, rata-rata diameter batang pada tahun 2018 adalah 15,45 cm dan pada tahun 2017 adalah 18,09 cm. Tinggi pohon dengan rata-rata tahun  2018 yaitu 5,31 meter, dan pada tahun 2017 adalah 5,34 meter. Berdasarkan pertumbuhan yang baik indikator tanaman untuk diameter dan tinggi pohon, pertumbuhan tanaman di atas 90 % maka kegiatan revegetasi di kategorika baik, maka revegetasi dinyatakan berhasil.


Keywords


Revegetation; postmining; percentage of plant growt; percentage of plant health.

Full Text:

PDF

References


Adinugroho W.C. 2008. Persepsi Mengenai Tanaman Sehat. Sekolah Pasca

Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Anonius, (2009). Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P 60 Tahun 2009

tentang Pedoman Reklamasi Hutan.

Bhat, K.M., Valdez, R.B., dan Estoquia, D.A. 1998 Wood production and

use. Dalam: Roshetko, J.M. (ed.). Albizia and Paraserianthes

production and use: a field manual. Winrock International, Morrilton, Arkansas, AS

Dalimarta, S. 1999. Altas Tumbuhan Obat Indonesia. Trubus Agriwidya: Jakarta.

Dwidjoseputro. D. 2009. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT Gramedia; Jakarta.

Kementrian Kehutanan yang mensyaratkan penenaman jenis pohon lokal (Permenhut No P.4/Menhut-II/2011).

Kepmen ESDM No.1827 Tahun 2018. Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Jakarta.

Kepmen ESDM No. 1211. L10081M. PE/199S.

Kurinobu, S., Daryono, P., Naiem, M. dan Matsune, K. 2007a A provisional growth model with a size–density relationship for a plantation of Paraserianthes falcataria derived from measurements taken over 2 years in Pare, Indonesia. Journal of Forest Research 12: 230–236.

Magurran AE. 1998. Ecological Diversity and Its Measurement. London: Croom Helm Ltd.

Mangold R. 1997. Overview Of The Forest Healt Monitoring Program. USDA Forest Service, USA.

Mukhtar, A.S., dan Heriyanto, N.M., 2012. Keadaan Suksesi Tumbuhan Pada Kawasan Bekas Tambang Batubara, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 9(4):341-350.

Paitung, O. Naik, S. Tarigan, S, D. dan Darsusman,D. 2011. Pengaruh Umur Untuk Reklamasi Lahan Pasca Tambang Batubara Terhadap Fungsi Gidrologis. Jurnal Hidrologis, 2(2): 60-79.

Parascita, L. Anton, S.dan Gunawan, N. (2015). Rencana Reklamasi pada Lahan Bekas Penambangan Tanah Liat di Kuari Tlogowarupt PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban, Jawa Timur. Jurnal Teknologi Pertambangan Volume I (I).

Peraturan Mentri ESDM No. 7 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Reklamsi dan PascaTambang Pada Kegiuatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara

Pratiwi., E. Santoso., dan M. Turjaman. (2012). Penentuan Dosis Bahan Pembenah (Ameliorant) untuk Perbaikan Tanah Tailing Pasir Kuarsa Sebagai Media Tumbuh Tanaman Hutan. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi, Bogor.

Purwanto R. D. 2015. Dampak Sosial Ekonomi dan Lingkungan Penambangan Batubara Ilegal di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim. Skripsi. Universitas Sriwijaya.

Putri A. D. 2012. Evalusai keberhasilan revegetasi tanaman hasil revegetasi di lahan paca tambang batu bara Site Lati PT. Berau Coal Kalimantan Timur. [skripsi]. Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

Raden I, Soleh P, M. Dahlan, Thamrin. 2010. Kajian Dampak Penambangan Batubara terhadap Pengembangan Sosial Ekonomi dan Lingkungan di Kabupaten Kutai Kertanegara. Laporan Penelitian. Kementrian Dalam Negeri. Jakarta.

Rahmawati. 2002. Restorasi Lahan Pascatambang Berdasarkan Kaidah Ekologi Fakultas Pertanian. Universitas Sumatra Utara. http://library.usu.ac.id/download/fp/hutan-rahmawaty5.pdf.(diakses tanggal 18 Juli 2018).

Romero, E., E. Benitez and R. Nogales 2005.Suitability Of wastes From OliveOil Industry For Initial Reclamation of a pb/zn Mine Tailing. Water, Air, and Soil Pollution 165: 153–165

Setiadi, Y. 2006. Bahan Kuliah Ekologi Restorasi. Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan. Sekolah Pasca Sarjana. IPB.

Subowo. 2011. Penambanagn Sistem Terbuka Ramah Lingkungan Dan Upaya Reklamasi Pasca Tambang Untuk Memperbaiki Kualitas Sumberdaya Lahan Dan Hayati Tanah. Jurnal Sumberdaya Lahan, 5(2).

Suprapto, S.J. 2007. Tinjauan Reklamasi Lahan Bekas Tambang dan Aspek Konservasi Bahan Galian. Pusat Sumber Daya Geologi.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i2.9589

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.