Tradisi Bapalas Bidan ( Makna Kain Tapung Sasirangan Dalam Konteks Sosial Masyarakat Mandala Murung Mesjid)

Baiti Rahmi, Yuli Apriati, Laila Azkia

Abstract


Kepercayaan masyarakat terhadap kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan yaitu sebagai ajaran dari nenek moyang sehingga tetap selalu dijaga dan dilakukan terus-menerus sampai keanak cucu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Makna terhadap kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan (2) Konteks sosial masyarakat yang mempercayai kain tapung sasirangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara Snowball Sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dala penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan (1) Ada 4 makna yakni : (a) makna motif kain tapung sasirangan, (b) Makna warna kain tapung sasirangan, (c) Makna benda dan alat yang digunakan (d) dan makna pada ucapan dan perilaku pada saat tradisi. (2) Ada 2 bentuk konteks sosial masyarakat yang mempercayai kain tapung sasirangan yaitu : (a) alasan masyarakat mempercayai yaitu adanya hal yang diluar nalar jika tidak menggunakan kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan maka si bayi sering cerewet, dan sering sakit serta tidak bisa tidur dengan pulas, tidak bisa tidur dan takut melihat ayunan, dan gatal-gatal(b) Hal yang membuat masyarakat mempercayai yaitu jika berasal dari keturunan nenek moyang yang menggunakan kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan. Keturunan dari nenek moyang ini berasal dari garis keturuan suami. Serta pengalaman pribadi dan sosial masyarakat yang dialami masyarakat jika tidak menggunakan kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan yaitu si bayi akan sering sakit, cerewet, tidak bisa tidur, takut melihat ayunan dan bahkan gatal-gatal.

Keywords


Tradisi bapalas bidan, Konteks sosial

Full Text:

PDF

References


Agus, Bustanuddin, 2006. Agama Dakam Kehidupan Manusia: Pengantar Antropologi Agama. Jakarta : PT Raja Grafindi.

Anies, Madchan, 2009. Tahlil Dan Kenduri (Tradisi Santri dan Kiai). Yogyakarta : PT Lkis Printing Gemerlang.

Apriati, Y, Alfisyah, Azkia, L, Raudah. (2020). Revitalisasi Folk Song (Nyanyaian Rakyat) Sebagai Media Penanaman Nilai Dikalangan Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Solidarity 9 (2), 1114.

Azkia, L. (2019) Life History : Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Padaringan Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi 1(3), 153.

Daud, Alfani, 1997. Islam Dan Masyarakat Banjar ( Deskripsi Dan Analisis Kebudayaan Banjar). Jakarta : PT Raja Grafindo.

Maran, Rafael Raga, 2007.Manusia Dan Kebudayaan Dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : PT Raja Grafindo.

Rahardi, K. 2005. Pragmatik, kesantunan Impretif Bahasa Indonesia. Yogyakarta PT Gelora Aksara Pratama

Narwoko, J. Dwi dan Suyanto Bagong (eds), 2004. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana.

Saifuddin, Achmad F, 2005. Antropologi Kontemporer : Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Jakarta : Kencana.

Sujarwa, 2010. Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar. Jakarta : Bumi Aksara.

Syam, Nur, 2005. Islam Pesisir. Jogyakarta : Lkis.

Wahid, Amirul Nur, dkk. 2018. Tradisi Ziarah Makam Bathara Katong Pendiri Peradaban Islam Di Ponorogo ( Tinjauan Makna Simbolik). Surakarta : Universitas Sebelas Maret.

Widaghdo, Djoko, 1999. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Bumi Aksara.




DOI: https://doi.org/10.20527/jtamps.v3i2.10670

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JTAMPS Telah Terindeks Oleh :

    

JTAMPS Flag Counter Sejak Desember 2022:

Flag Counter 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.