Perubahan Tradisi Laluhan Pada Masyarakat Dayak Ngaju di Kabupaten Kapuas

Erma Bahar, Sigit Ruswinarsih, Cucu Widaty

Abstract


Laluhan is a tradition carried out by the Ngaju Dayak Tribe community who adheres to Kaharingan in Kapuas Regency, now Laluhan for tiwah is never done again in Kapuas Regency, now Laluhan has turned into a tradition into a cultural attraction which is held in a series of Kapuas Regency anniversary events every year. The purpose of this study was to determine the meaning contained in the Laluhan tradition before and after the changes that existed in the Ngaju Dayak community in Kapuas Regency, The method used in this research is qualitative. The technique of determining the source of the data is by purpusive sampling, and the informants in this study amounted to 4 people. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used in this research is to reduce data, present data, and draw conclusions. The results of this study found that the past past and present have changed in meaning. As for the change in the meaning of Laluhan initially as an expression of gratitude to God (Hattalla Langit) and asking God for goodness so that the spirit (of the dead) gets good until it reaches heaven (Lewu Tatau) then it changes as gratitude to God and asks for goodness and mercy. Blessings to God Almighty for those who are still alive, especially the people of Kapuas Regency to avoid misfortune, poverty, and backwardness. Based on this research, it is recommended that the government continue to seek various forms of art and culture preservation through training programs by establishing a cultural training center to produce future generations who love local arts and culture. The community must maintain and not forget the Laluhan tradition by establishing an institution or cultural training center to give birth to the nation's successors who can carry on the traditions and culture of both traditional and modernized cultures.

Keywords


Laluhan; Tradition; Ngaju Dayak

Full Text:

PDF

References


Aisyah, S. (2009). Perubahan Tata Cara Pelaksanaan Upacara Temu Adat pada Perkawinan Suku Jawa di Desa Durian Bungkuk Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (Skripsi). Banjarmasin: Prodi Pendidikan Sosiologi, Universitas Lambung Mangkurat.

Azzara, M. A., Erianjoni, E., & Mardhiah, D. (2018). Perubahan Fungsi Tradisi Simuntu Dalam Kehidupan Masyarakat Minangkabau. Jurnal Perspektif, 1(4), 33-38.

Afandi, M. Z., Arjani, N. L., & Kaler, I. K. (2017). Ritual Neduhin Dalam Sistem Pertanian Masyarakat Desa Bunutin, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. J. Humanis, 21(1), 37-45.

Baharuddin. (2015). Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan. Al-Hikmah Jurnal Dakwah, 9 No.2, 180-205.

Harysakti, Ave, & Mulyadi, L. (2014). Penelusuran Genius Loci Pada Permukiman Suku Dayak Ngaju Di Kalimantan Tengah. Spectra, 7, 72-86.

Habsari, S. U. H. (2015). Membaca Simbol-Simbol Komunikasi Dan Budaya Pada Bangunan Cagar Budaya Dengan Analisa Semiotika Roland Barthes. Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNSIQ, 2(3), 159-168.

Idi, Abdullah & Hj. Safarinan. (2011). Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat, dan Pendidikan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Perkasa.

Indraddin, & Irwan. (2016). Strategi dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Deepublish.

Josfison, M. (2016). Perubahan Tata Upacara Pernikahan Adat Suku Dayak Agabag di Desa Tanjung Harapan (Sadimun) Kabupaten Nunukan. Sosiatri-Sosiologi, IV No.4, 98-110. Retrieved Agustus 20, 2021, from ejournal.sos.fisip-unmul.ac.id

Kartasapoetra, & Hartini, G. (2007). Kamus Sosiologi dan Kependudukan. Jakarta: Kamus Bumi Aksara.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kasnawi, M. T., & Asang, S. (2014). Konsep dan Pendekatan Perubahan Sosial. Jakarta: Universitas Terbuka.

Kuenna. (2015). Simbol Dalam Upacara Adat Dayak Ngaju. Jurnal Bahasa, Satra, Dan Pembelajarannya, 197-187.

Metasari, N. L. (2013, Februari 1). Perubahan dan Kontinyuitas Tradisi Budaya Bali oleh Komunitas Orang-orang Bali Yang Tinggal di Surakarta. Journal of Rural and Development, IV (1), 83-97.

Martono, N. (2014). Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Postmodern, dan Postkolonial. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Munanda, T. (2020). Tradisi Kenduri Simpang Di Gampong Ujung Padang Aceh Barat (Skripsi). Banda Aceh: Univrsitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Nasikun. (2012). Sistem Sosial Indonesia. Yogyakarta: PT. Rajagrafindo

Ritzer, George. (2012). Teori Sosiologi Modern (terjemahan Alimandan). Jakarta: Kencana Prana Media Group.

Riwut, T. (2007). Kalimantan Membangun Alam dan Kebudayaan. Yogyakarta: NR Publising.

Rosana, E. (2011). Modernisasi dan Perubahan Sosial. Jurnal TAPIs, 12, 31-33.

Ridwan, R. (2015). Problematika Keragaman Kebudayaan dan Alternatif Pemecahan. Madaniyah, 5(2), 254-270.

Setiadi, E. M., Hakam, K. A., & effendi, R. (2017). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (3 ed.). Jakarta: Kencana Preneda Media Group.

Soekanto, S. (2019). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta.

Susilawati, N. (2003). Bahan Ajar: Sosiologi Pedesaan. Padang: FISIP UNP.

Sobur, Alex. 2004. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sugiyono, 2019. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D cetakan ke 1. Bandung: Alfabeta

Sujarwa. 2010. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Manusia & Fenomena Sosial Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Suyanto, Bagong dan Sutinah. 2006. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Prenada Media Group

Suyono, Ariyono dan Aminudin Siregar. 1985. Kamus Antropologi. Jakarta: Akademika Pressindo.

Syam, Nur, 2005. Islam Pesisir. Jogyakarta : Lkis

Sztompka, Piotr. 2008. Sosiologi Perubahan Sosial, Jakarta: Pranada Media Grup. 71-74

Thamrin, W. P., Kusumastuti, A. N., & Setiawan, B. (2013). Antroplogi. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Wahyuni, A. T., & Pinasti, V. I. S. (2018). Perubahan Tradisi Wiwitan dalam Era Modernisasi (Studi Pada Masyarakat Petani di Desa Balak, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten). Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(3).

Warawarin, Casparina Yulita. 2017. Makna Komunikasi Simbolik Hukum Adat Sasi dalam Pelestarian Alam Laut di Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Komunikasi KAREBA. 6

Widaty, C., Apriati, Y., Hudaya, A., Kusuma, S. (2021). Makna Upacara Balian dalam Ritual Pengobatan Tradisional Suku Paser Kabupaten Paser. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 6 (1), 56.




DOI: https://doi.org/10.20527/jtamps.v5i2.17195

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JTAMPS Telah Terindeks Oleh :

    

JTAMPS Flag Counter Sejak Desember 2022:

Flag Counter 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.