HUBUNGAN PENETAPAN TUJUAN DENGAN ADAPTABILITAS KARIR PADA PESERTA DIDIK SMK TELKOM BANJARBARU

Alghifari Athilla Luthfi, Muhammad Syarif Hidayatullah, Firdha Yuserina

Abstract


Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  antara  penetapan  tujuan   dengan   adaptabilitas karir   di Smk Telkom Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel  pada  penelitian  ini adalah menggunakan  proportionate  stratified  random  sampling,  yaitu  siswa  kelas  XII  SMK  Telkom  Banjarbaru,  yang   terdiri   dari   135   siswa.   Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala penetapan tujuan dan skala adaptabilitas karir. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara penetapan tujuan dengan adaptabilitas karir di Smk Telkom Banjarbaru memiliki korelasi -0,781 dan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan yang kuat dan negatif antara kedua variabel, artinya apabila penetapan tujuannya tinggi maka semakin tinggi adaptabilitas karir, sebaliknya semakin  rendah  penetapan tujuan maka semakin rendah adaptabilitas karir. Hubungan penetapan tujuan dengan adaptabilitas karir sebesar 60,9% sedangkan 39,1% sisanya adalah dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.


Full Text:

PDF

References


Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Azwar, S. (2015). Reliabilitas Dan Validitas Edisi 4. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Badan Pusat Statistik. Agustus 2018: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,34 persen. Retrieved from https://www.bps.go.id/pressrelease/2017/11/06/1 377/agustus-2017--tingkat-pengangguran- terbuka--tpt--sebesar-5-34-persen.html

Badan Pembinaan Hukum Nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 Tahun 1990. Retrieved from http://www.bphn.go.id/data/documents/90pp029. pdf

Burns, E. C., Martin, A. J., & Collie, R. J. (2018). Adaptability, personal best (PB) goals setting, and gains in students’ academic outcomes: A longitudinal examination from a social cognitive perspective. Contemporary Educational Psychology, 53, 57-72.

Desmita. (2015). Psikologi Perkembangan. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Elliot, A. J., Shell, M. M., Henry, K. B., & Maier, M. A. (2005). Achievement goals, performance contingencies, and performance attainment: An experimental test. Journal of educational psychology, 97(4), 630.

Gunawan, W. (2014). Adaptabilitas karir; strategi menghadapi afta dan memanfaatkan bonus demografi. Jurnal NEOETIC Psychology, 4 (2),110-126. Diakses pada tanggal 20 Desember 2018 dari http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Psi/artic le/view/1059

Gunawan, W. Sisca. (2015). Gambaran adaptabilitas karir remaja. Jurnal psikologi, 11 (2). DOI:http://dx.doi.org/10.24014/jp.v11i2.1402

Guo, Y. dkk (2014). Career adaptability, calling and the professional competence of social work students in China: A career construction perspective. Journal of Vocational Behavior, 85 (3), 394-402. Diakses pada tanggal 23 Desember 2018 dari http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/ S000187911400146

Hamalik, O. (2007). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hartono. (2014). Pendidikan dan peserta didik dalam perspektif filsafat pendidikan Islam. Jurnal Potensia UIN SUSKA Riau, 13 (1), 96-116. Diakses pada tanggal 3 Januari 2019 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=318514&val=7150&title=PENDIDIK%20D AN%20PESERTA%20DIDIK%20DALAM%20 PERSPEKTIF%20FILSAFAT%20PENDIDIKA N%20ISLAM

Kemenristek Dikti. Undang – undang Republik Indonesia tahun 2003.http://kemenag.go.id/file/dokumen/UU2003.pdf

Koen, J., Klehe, U, C., & Van Vianen, A. E. (2013). Training career adaptability to facilitate a successful school-to-work transition. Journal of Vocational Behavior, 81(3), 395-408.

Kusuma, H. (2017). Pengangguran di RI didominasi lulusan SMK. Artikel Berita Ekonomi Bisnis, Jumat 05 May 2017.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi- bisnis/3493153/penangguram-di-ri-didominasi- lulusan-smk

Locke, E. A., & Latham, G. P. (Eds.). (2013). New developments in goal setting and task performance. Routledge.

Locke, E. A., & Latham, G.P. (2002). Building a practically useful theory of goal setting and task motivation. American Psychologist, 57(9), 705- 717. Retrieved from http://www- 2.rotman.utoronto.ca/facbios/file/09%20-

%20Locke%20&%20Latham%202002%20AP.p df

Locke, E. A., & Latham , G. P. (1991). Self-Regulation Through Goal Setting. Organizational Behavior And Human Decision Processes, 50(2), 212-247. Retrieved from https://www.researchgate.net/profile/Gary_Latha m2/publication/232501090_A_Theory_of_Goal_ Setting_Task_Performance/links/57d0e85108ae5 f03b489170d/A-Theory-of-Goal-Setting-Task- Performance.pdf

Mardiyanti, D. B., & Yuniawati, R. (2015). Perbedaan adaptabilitas karir ditinjau dari jenis sekolah (SMA dan SMK). Jurnal Fakultas Psikologi, 3 (1), 31-41. Diakses pada tanggal 3 Januari 2019 dari https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Psikoislam/article/view918

Morisano, D., Hirsh, J. B., & Peterson, J. B. (2010). Setting, Elaborating, and Reflecting on Personal Goals Improves Academic Performance. Journal of Applied Psychology, 95(2), 255-264. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/419677 19_Setting_Elaborating_and_Reflecting_on_Personal_Goals_Improves_Academic_Performance

Porfeli, E. J., & Savickas, M. L. (2012). Career Adapt- Abilities Scale-USA Form: Psychometric properties and relation to vocational identity. Journal of Vocational Behavior, 80(3), 748-753.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2015). Perilaku Organisasi.

Jakarta: Salemba Empat.

Republik Indonesia. (1990). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. Jakarta: Sekretariat Negara. Diakses pada tanggal 5 Januari 2019. Diakses dari http://www.bhpn.go.id/data/documents/90pp02 9.pdf

Santrock. (2011). Life-Span Development: Perkembangan Masa-Hidup. Edisi 13. Jilid 1. Alih Bahasa: Widyasinta Benedictine. Jakarta: Erlangga.

Savickas, M. L. (1997). Career adaptability: An integrative construct for life‐span, life‐space theory. The career development quarterly, 45(3), 247-259.

Setiawan, A. Nugroho. (2017). Pengaruh pelatihan penetapan tujuan (Goal Setting) untuk meniingkatkan motivasi belajar agama Islam pada mahasiswa. DOI:http://doi.org/10.24042/adyan.v12i1.1443

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Penerbit : Alfabeta, Bandung.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta

Sugiyono. (2012). Statistika Untuk Penelitian. Penerbit : Alfabeta, Bandung

Sugiyono, (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Kombinasi. Alfabeta.Bandung.

Sulastri, A. (2017). Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Melalui Penggunaan Media Gambar Berseri di Kelas IV SD Negri 01 Daya Asri Kabupaten Tulang Bawang Barat. DWIJANCENDEKIA Jurnal Riset Pedegogik, 1(1), 1-9.

Triwiyatno, T. (2015). Pengantar Pendidikan,Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Weinberg, R.S. (2007). Goal Setting in Sport and Exercise. Washington,DC: American Psychological Association.

Woolfolk, A. (2009). Educational Psychology Active Learning Edition Diterjemahkan oleh: Helly Prajitno Soetjipto. Boston: Pearson Education, Inc. Publishing.

Vasalampi, K., Salmela-Aro, K., & Nurmi, J. E. (2009). Adolescents’ self-concordance, school engagement, and burnout predict their educational trajectories. European psychologist, 14(4), 332-

Yearta, S, K., Maitlis, S,. Briner, R. Rob. (1998). An exploratory study of goal setting in theory and practice: A motivational technique that works?. Great Britain: The British Psychological society.




DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2019.10.006

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Alghifari Athilla Luthfi, Muhammad Syarif Hidayatullah, Firdha Yuserina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.