PENERAPAN METODE DIR/FLOOR TIME DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BICARA PADA ANAK YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN BICARA

Maisyarah Maisyarah, Jehan Safitri, Rika Vira Zwagery

Abstract


Keterlambatan bicara pada anak dapat berdampak pada banyak aspek kehidupan bahkan dapat berlanjut hingga dewasa, sehingga diperlukan metode untuk meningkatkan kemampuan bicara salah satunya dengan metode DIR/Floor Time, yaitu metode pembelajaran yang menekankan spontanitas dalam bermain atau berbicara yang dilakukan selama 20 menit atau lebih dengan turun ke lantai untuk berinteraksi dan mengikuti aktivitas anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan metode DIR/floor time dalam meningkatkan kemampuan bicara anak yang mengalami keterlambatan bicara. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria usia 3 tahun yang mengalami keterlambatan bicara murni tanpa disertai gangguan lain. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil uji analisis Wilcoxon signed rank-test didapatkan Z hitung (-1,342) lebih kecil dari Z tabel (1,96) yaitu menunjukkan peningkatan yang tidak signifikan, namun dari kategorisasi data dan gain score didapatkan bahwa seluruh subjek mengalami peningkatan dari kategori rendah menjadi sedang, subjek R memperoleh gain score sebesar 15 sedangkan subjek N sebesar 11. Kemudian diperoleh peningkatan rerata sebesar 13. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode DIR/floor time tidak dapat meningkatkan kemampuan bicara secara signifikan pada anak yang mengalami keterlambatan bicara, namun tetap terdapat perubahan nilai rerata pretest dan posttest subjek yang mengarah pada peningkatan kemampuan bicara.

Full Text:

PDF

References


Dale, P. S & Patterson J. L. (2017). Early identification of language delay. In: Tremblay RE, Boivin M, Peters RDeV, eds. Rvachew S, topic ed. Encyclopedia on Early Childhood Development [online]. Diakses pada tanggal 12 Januari 2019 dari http://www.child-

encyclopedia.com/language-development- andliteracy/according-experts/early- identification-language-delay.

Dionne, M & Martini, R. (2011). Floor Time Play with a Child autism: A Single subject study. Canadian Journal of Occupation Therapy, 78(3), 196-203. Diakses pada tanggal 12 Januari 2019 dari https://pdfs.semanticscholar.org/00d4/e9ac66f45 bc2516e3d34a40161a3c511faed.pdf

Dolch, E.W. (1936). A basic sight vocabulary. The Elementary School Journal, 36 (2), 456-460. Diakses pada 28 Februari 2019 dari https://www.journals.uchicago.edu/doi/pdfplus/ 10.1086/457353

Field, A. (2013). Discovering statistics using IBM SPSS statistics 4th Edition [Adobe Digital Editions version]. London: Sage Publications Ltd. Diakses pada tanggal 13 Juni 2019 dari https://www.google.com/books?hl=en&lr=&id=c0Wk9IuBmAoC&oi=fnd&pg=PP2&dq=andy+field&ots=LbFjMO1s1G&sig=f8TW7Lm_zuXS Jac-2e1kt1n81X4

Greenspan, S., & Wieder, S. (2006). Infant and Early Childhood Mental Health: A Comprehensive Developmental Approach to Assessment and Intervention [Adobe Digital Editions version]. USA: American Psychiatric Publishing, Inc. Diakses pada tanggal 20 Maret 2019 dari http://library1.org/_ads/3DF5AE900423B97261 34C1FC3E97883B

Greenspan, S., & Wieder, S. (2008). DIR®/Floortime™ Model. The International Council on Developmental and Learning Disorders. Diakses pada tanggal 15 Januari 2019 dari http://veipd.org/main/pdf/copa/copa_floortime_ dir.pdf

Gunawan, G., Destiana, R., & Rusmil, K. (2011). Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa Anak Usia 0-3 Tahun. Sari Pediatri, 13(1), 21-25. Diakses pada tanggal 20 Januari 2019 dari https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/viewFile/452/390

Hurlock, B. (2013). Perkembangan Anak edisi keenam. Jakarta: Erlangga.

Khoiriyah, Ahmad, A., & Fitriani, D. (2016). Model Pengembangan Kecakapan Berbahasa Anak Yang Terlambat Berbicara (Speech Delay). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1):36-4. Diakses pada tanggal 12 Januari 2019 dari

https://media.neliti.com/media/publications/187 403-ID-none.pdf

Kurniasari, L & Sunarti, S. (2018). Deteksi Keterlambatan Bicara Pada Anak Usia 48-72 Bulan Melalui Berbagai Faktor. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(2), 209-215. Diakses pada tanggal 12 Januari 2019 dari https://publikasi.dinus.ac.id/index.php/visikes/ar ticle/view/2124/0

Lal, R & Chhabria, R. (2013). Early Intervention of Autism: A Case for Floor Time Approach, Recent Advances in Autism Spectrum Disorders, Michael Fitzgerald, IntechOpen [Adobe Digital Editions version]. doi: 10.5772/54378

Leli, Y. D. (2013). Metode Floor Time Bermedia Permainan Menara Hanoi Terhadap Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Autis. Jurnal Pendidikan Khusus, 3(3). Diakses pada tanggal 12 Januari 2019 dari http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jur nal-pendidikan-khusus/article/view/3717

Lindon, J. (2012). Understanding Child development 0-8 Years 3rd Edition [Adobe Digital Editions version]. London: Hodder Education. Diakses pada tanggal 21 Maret 2019 dari http://library1.org/_ads/B91567B40C781F48E3 D9DE334E6BC2A2

Meggitt, C. (2012). Understand Child development. UK: Hachette UK.

Mercer, J. (2015). Examining DIR/Floortime™ as a treatment for children with autisme spectrum disorders: A review of research and theory. Research on Social Work Practice, 27(5), 625- 635. doi:10.1177/1049731515583062

Motulsky, H. J. (2014). Prism 6 Statistics Guide. GraphPad Software Inc, 31(1), 1-402. Diakses pada tanggal 14 Juni 2019 dari http://cdn.graphpad.com/docs/prism/6/Prism-6- Statistics-Guide.pdf

Nelson, H. D., Nygren, M. A., Walker, M., Panoscha, R. (2006). Screening for speech and Language delay in preschool children: systemic evidence review of the US preventive service task force. Pediatrics, 117, 293-317. doi: 10.1542/peds.2005-1467

Pradini, N. A & Widadjati,W. (2016). Metode Floor Time Terhadap Penambahan Kosakata Anak Autis di SLB. Jurnal Pendidikan Khusus, 7(4). Diakses pada tanggal 12 Januari 2019 dari http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jur nal-pendidikan- khusus/article/viewFile/13750/12597

Seaman, J. E., & Allen, I. E. (2011). Not Significant, But Important?. Statistics Digest, 35. Diakses pada

tanggal 04 Juli 2019 dari http://asq.org/statistics/2017/10/statistics/statisti cs-digest-october-2017.pdf#page=35

Seniati, L., Yulianto, A., & Setiadi, B. N. (2008). Psikologi Eksperimen. Jakarta: Indeks.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif dan R & D. Bandung: ALFABETA.

Suliyanto. (2014). Statistika Non Parametrik dalam Aplikasi Penelitian. Yogyakarta: Andi.

Sunanik. (2013). Pelaksanaan Terapi Wicara dan Terapi Sensori Integrasi pada Anak Terlambat Bicara. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 19-44. Diakses pada 15 Desember 2018 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=299061&val=5943&tPelaksanaan%20Terapi%20Wicara%20dan%20Terapi%20Sensori%20Ingrasi%0pada%20Anak%20Terlambat%20Bic ara

Suparmiati, A., Ismail, D., & Sitaresmi, M. N. (2013). Hubungan Ibu Bekerja dengan Keterlambatan Bicara pada Anak. Sari Pediatri, 14(5), 288-291. Diakses pada tanggal 3 Februari 2019 dari https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/327/268

Tsuraya, I., Deliana, S. M., & Hendriyani, R. (2013). Kecemasan Pada Orang Tua Yang Memiliki Anak Terlambat Bicara (Speech Delay) Di RSUD DR. M. Ashari Pemalang. Developmental and Clinical Psychology, 2(2), 38-43. Diakses pada tanggal 20 Januari 2019 dari http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/artic le/view/2574

Zusfindhana, I. H. (2018). Implementasi Pendekatan Floor Time Untuk Mengatasi Anak Lambat Bicara Usia 3-4 Tahun. Journal of Elemantary School (JOES), 1(1), 1-8. Diakses pada tanggal 12 Januari 2019 dari http://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JOES/arti cle/view/218




DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2019.10.012

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Maisyarah Maisyarah, Jehan Safitri, Rika Vira Zwagery

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.