PERBEDAAN PERILAKU MENOLONG PADA ANAK USIA DINI YANG DIBERIKAN CERITA MORAL YANG MENEKANKAN EMOSI NEGATIF PENGAMAT DENGAN CERITA NONMORAL DI PAUD IDAMAN BANJARBARU

Risma Fitriyana, Rika Vira Zwagery, Jehan Safitri

Abstract


Dalam berbagai perilaku moral, salah satunya adalah perilaku menolong meskipun pada usianya mereka tidak terlepas dari egosentrisme. Awal masa anak-anak ditandai dengan “moralitas melalui paksaan”. Menurut sudut pandang anak-anak, perbuatan yang “salah” adalah yang mengakibatkan hukuman, baik oleh orang lain maupun oleh faktor lain. Perilaku menolong melibatkan dua aspek yang berbeda, yaitu niat menolong dan perilaku menolong. Niat adalah keputusan atau rencana untuk melakukan perilaku. Perilaku menolong dapat difasilitasi oleh emosi tertentu. Penumbuhan perilaku menolong dapat diupayakan dengan strategi penerapan metode bercerita. Cerita moral dapat difasilitasi dengan emosi tertentu, salah satunya emosi negatif seperti rasa takut dan malu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan niat dan perilaku menolong kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di PAUD Idaman Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah  purposive sampling yaitu 15 anak pada setiap kelompok (eksperimen dan kontrol). Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Mann-Whitney karena distribusi data tidak normal (<0,005). Berdasarkan hasil Uji Mann-Whitney nilai signifikansi untuk niat menolong bernilai 0.078 (>0.05) dan perilaku menolong bernilai 0. 0,066 (>0.05), analisis ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan perilaku menolong dan niat menolong pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini bisa saja disebabkan adanya faktor proactive history, emosi dan lingkungan.

Full Text:

PDF

References


Aisah, I. (2012). Strategi Penumbuhan Perilaku Prososial Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita (Studi Kasus Di Pendididkan Anak Usia Dini (Paud) Matahari Rw X1v Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi). Empowerment, 1(2), 121-129. Diakses tanggal 03 Desember 2018, dari http://e-journal.skripsiliwangi.ac.id.

Anward, H. H., Yuniarrahmah, E., & Shadiqi, M. A. (2014). Buku Praktikum Statistical for the Social Sciences (SPSS) Semester Genap. Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Azwar, S. (2012). Penyusunan skla psikologi. Yogyakarta; Pustaka pelajar

Baron, R. A., Byrne, B., & Branscombe, N. R. (2003). Social psychology 10th ed.

Carpio, C., Silva, H., Pachcheco-Lechchón, L., Cantoran, E., Arroyo, R.,

Canales, C., & Pacheco, V. (2008). Effects of positive and negative consequences on altruistic behavior. Universitas Psychologica, 7(1), 97-107. Diakses tanggal 26 Desember 2018 pada http://www.scielo.org.co.

Diadha, R. (2015). Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak. Edusentris, 2(1), 61-71. Diakses pada

tanggal 26 januari 2018 di www. ejournal.sps.upi.edu

Drummond, J. D., Hammond, S. I., Satlof‐Bedrick, E., Waugh, W. E., & Brownell, C. A. (2017). Helping the one you hurt: Toddlers’ rudimentary guilt, shame, and prosocial behavior after harming another. Child development, 88(4), 1382-1397. Diakses tanggal 12 Desember 2018, dari www. Elsevier.com/locate/jepc

Du, X., & Hao, J. (2018). Moral stories emphasizing actors’ negative emotions toward their nonhelping behavior promote preschoolers’ helping behavior. Journal of experimental child psychology, 168, 19-31. Diakses

tanggal 20 Oktober 2018, dari www. Elsevier.com/locate/jepc

Dunfield, K., Kuhlmeier, V. A., O’Connell, L., & Kelley, E. (2011). Examining the diversity of prosocial behavior: Helping, sharing, and comforting in infancy. Infancy, 16(3), 227-247.

Hasnida , (2014). Analisis Kebutuhan Anak Usia Dini. Jakarta : PT Luxima Metro Media.

Hasyim, M. M. (2012). Cerita Bertema Moral Dan Empati Remaja Awal. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 1(1). Diakses tanggal 6 januari pada http:// jurnal.untag-sby.ac.id.

Hurlock, E. B. (2003). Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan, edisi 5. Jakarta: Erlangga.

Hurlock, E. B. (2008). Perkembangan Anak Jilid 2 Edisi Ke-6. Jakarta: Erlangga.

Khasanah, I., Prasetyo, A., & Rakhmawati, E., Gina. T,. (2014). Permainan Tradisional Sebagai Media Stimulasi Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. PAUDIA: Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1). Diakses tanggal 04 januari 2018 pada hhtp:// journal.upgris.ac.id.

Lee, K., Talwar, V., McCarthy, A., Ross, I., Evans, A., & Arruda, C. (2014). Can classic moral stories promote honesty in children?. Psychological Science, 25(8), 1630-1636.

Maharani. (2014). Perkembangan moral pada anak. Jurnal Bimbingan dan Konseling. I (2), 2014-109. Diakses tanggal 21 Desember 2018, dari https://Journal.unnes.ac.id.

Martani, W. (2012). Metode stimulasi dan perkembangan emosi anak usia dini. Jurnal Psikologi, 39(1), 112-120. Diakses tanggal 19 November 2018, dari www.academia.edu

Papalia, D. E., Feldman, R. D., Martorel, G. (2014). Human Development (Perkembangan Manusia). Edisi 12, jilid 2. Jakarta : Salemba Humanika.

Permatasari, T. P., Hadiarti, D., & Fadhilah, R. (2017). Efektivitas Media Mind Map Berbasis Metode Latihan Berjenjang Terhadap Hasildan Retensi Belajar Siswa Pada Materi Konsep Mol Di Kelas X SMA Negeri 8 Pontianak. AR-RAZI Jurnal Ilmiah, 5(2).

Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan Antara Perilaku Menolong Dengan Konsep Diri Pada Remaja Akhir Yang Menjadi Anggota Tim Bantuan Medis Janar Duta Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205. Diakses pada 26 Januari 2018 pada www.simdos.unud.ac.id

Putri, H. (2017). Penggunaan Metode Cerita untuk Mengembangkan Nilai Moral Anak TK/SD. Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 87-95. Diakses tanggal 23 November 2018, dari https://ojs.uniska-bjm.ac.id.

Santrok, W. Jhon. 2007. Perkembangan Anak.Jakarta: Airlangga.

Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta:

Salemba Humanika, 77.

Seniati, L., Yulianto, A., & Setiadi, B. N. (2015).Psikologi eksperimen. Jakarta: Indeks.

Setiantono, T. (2018). Penggunaan Metode Bercerita bagi Anak Usia Dini di PAUD Smart Little Cilame Indahbandung. Empowerment, 1(2), 18-23. Diakses tanggal 6 januari 2019 pada www.e-journal.stkipsiliwangi.ac.id.

Shapiro, L. E. (2003). Mengajarkan emotional intelligence pada anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugianto, (2017). Manipulasi Eksperimen. 1(2). Buletin Psikologi Universitas Gajah Mada Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syakir, A., Ariyanto, A. A. (2014). Pengaruh Ekslusi Sosial Terhadap Perilaku Menolong Pada Remaja Melalui Afek Positif Sebagai ediator. Diakses tanggal 21 Desember 2018, dari www.lib.ui.ac.id

Talwar, V., Yachison, S., & Leduc, K. (2016). Promoting honesty: The influence of stories on children's lie‐telling behaviours and moral understanding. Infant and Child Development, 25(6), 484-501. Diakses

tanggal 12 Desember 2018, dari www. Elsevier.com/locate/jepc

Upton, P. (2012). Psychology Express : Depelopment psychology. Terjemahan oleh Widuri, N. F. Jakarta : Erlangga.

Wang, T. (2014). The study on cognition of helping behavior of children aged 5–6. Master’s thesis, Central China Normal University.

Yao, Z., & Enright, R. (2018). The influence of moral stories on kindergarteners’ sharing behaviour. Early Child Development and Care, 1-11. Diakses 13 Desember 2018, Doi https://doi.org/10.1080/03004430.2018.14990 98




DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2019.10.015

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Risma Fitriyana, Rika Vira Zwagery, Jehan Safitri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.