Peran Pola Asuh Otoritatif terhadap Kemandirian Emosional pada Remaja di SMAN 1 Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan

Chovivah Nur Ahmat, Rahmi Fauzia, Meydisa Utami Tanau

Abstract


Perkembangan kemandirian emosional dimulai pada awal masa remaja dan ketergantungan remaja terhadap orang tua yang akan berkurang pada remaja akhir. Hubungan yang dekat antara orang tua dengan anak berperan dalam perkembangan remaja. Kedekatan orang tua dengan anak yang relatif baik mengarah pada pola asuh otoritatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pola asuh otoritatif terhadap kemandirian emosional pada remaja di SMAN 1 Tebing Tinggi. Subjek penelitian berjumlah 59 siswa di SMAN 1Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menggunakan metode purposive sampling. Metode penggunaan data menggunakan instrumen skala otoritatif dan skala kemandirian emosional. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menghasilkan t hitung sebesar 19,367 dan t tabel sebesar 6,61 sehingga menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (19,367> 6,61). Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kemandirian emosional dapat diterima.


Full Text:

PDF

References


Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56-95.

Baumrind, D., Larzelere, R. E., & Owens, E. B. (2010). Effects of preschool parents' power assertive patterns and practices on adolescent development. Parenting: Science and Practice. 10(1), 157-201.

Diponegoro, A. M. (2013). Hubungan Pola Asuh Otoritatif, Kontrol Diri, Ketrampilan Komunikasi dengan Agresivitas Siswa. Psikopedagogia Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 2(2), 101-115.

Husna, A. N., & Wungu. E. (2018). Kemandirian Emosional Pada Remaja Awal: Studi Di Smpn 1 Margaasih Kabupaten Bandung. Journal of Psychological Science and Profession.2(3), 222-228.

Latipah, N. (2019). Peran Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Kemandirian Santri Di Pondok Pesantren Nurrohman Al-Burhany Purwakarta. Comm-Edu (Community Education Journal., 2(3), 193-201.

Lestari, E. G., Humaedi, S., Santoso, M. B., & Hasanah, D. (2017). Peran Keluarga Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat. 4(2) 153-159.

Steinberg, L. (2013). Adolescence, Ten Edition. New York: McGrawHill

Steinberg, L. (2016). Andolescence, Eleven Edition. New York: McGraw-Hill,Inc

Sugiyono. (2017).Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, Bandung: Alfabeta

Sulistyowati, R. F., Mariani, M., & Sukarlan, S. (2019). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Usia 4–6 Tahun di RA. Raudatul Jannah Sei Miai Dalam Banjarmasin. WIRARAJA MEDIKA, 9(2), 58–62.




DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2022.010.006

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Chovivah Nur Ahmat, Rahmi Fauzia, Meydisa Utami Tanau

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.