Hubungan Kepribadian Tangguh dengan Resiliensi terhadap Isu Pemutusan Hubungan Kerja pada Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar

Muhammad Rizky Amada, Dwi Nur Rachmah, Firdha Yuserina

Abstract


Pegawai tidak tetap rentan mendapat pemutusan hubungan kerja karena keadaan kontrak kerja mereka yang berbeda dengan pegawai negeri sipil. Isu terhadap pemutusan hubungan kerja menimbulkan tekanan yang berat bagi pegawai atau karyawan. Dalam menghadapi tekanan dalam pekerjaan tersebut, pegawai  memerlukan kemampuan resiliensi yang kuat dalam menyesuaikan pada perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. Kepribadian tangguh sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi resiliensi membantu seseorang dalam berkomitmen bahwa apapun kegiatan yang dilakukan dan dalam menjadikan situasi yang sulit menjadi sebuah peluang untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian tangguh dengan resiliensi terhadap isu pemutusan hubungan kerja pada pegawai tidak tetap di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan kepribadian tangguh dengan resiliensi terhadap isu pemutusan hubungan kerja pada pegawai tidak tetap di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan subjek penelitian adalah pegawai tidak tetap yang bekerja di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar. Analisis penelitian menggunakan analisis Pearson product moment correlation dengan instrumen penelitian yaitu skala kepribadian tangguh dan skala resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi r= 0,317 dengan taraf signifikansi 0,021. Kemudian dengan sumbangan efektif keperibadian Tangguh terhadap resiliensi adalah sebesar 10,1% sedangkan sumbangan lainnya adalah sebesar 89,9% dan dipengaruhi oleh variable lain seperti harga diri, dukungan social, spiritualitas, dan emosi positif. Hasil dalam penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara kepribadian tangguh dan resiliensi terhadap isu pemutusan hubungan kerja pada pegawai tidak tetap di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar dengan arah kedua hubungan variabel yang positif, dimana ketika terjadi peningkatan kepribadian tangguh subjek maka resiliensi yang dimilikinya juga akan mengalami peningkatan dan begitu juga dengan sebaliknya.


Full Text:

PDF

References


Aprilia, E. D., & Yulianti, D. (2017). Hubungan Antara Kepribadian tangguh Dengan Burnout Pada Perawat Rawat Inap Di Rumah Sakit ‘X’aceh. Jurnal Ecopsy, 4(3), 151-156.

Arieska, R., & Rinaldi, R. (2019). Hubungan Antara Kepribadian tangguh Dengan Optimisme Pada Remaja Penghuni Panti Asuhan Kota Bukittinggi. Jurnal Riset Psikologi, 2019(1).

Azwar, S. (2014). Reliabilitas dan Validitas, Edisi 4. Yogyakarta: Pustaka Belajar

_______. (2015). Penyusunan Skala Psikologi Edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Bissonnette, M. (1998). Optimism, kepribadian tangguh, and resiliency: A review of the literature. Prepared for the child and family partnership project, 26(7), 21-36.

Cerezo, A., Galian, A., Tarroja, M. C., Mañalac, G. K., & Ysmael, M. P. (2015). Breaking news: how kepribadian tangguh moderates the impact of burnout on the psychological well-being of Filipino journalists covering disasters and emergencies. Philippine Journal of Psychology, 48(2), 175-194.

Connor, K. M., & Davidson, J. R. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor‐Davidson resilience scale (CD‐RISC). Depression and anxiety, 18(2), 76-82.

Cooper, C. L. 2015. Handbook of Stress Medicine and Health : 2nd Edition. New York Boca Raton. CRC PRESS.

Earvolino-Ramirez, M. (2007). Resilience: A Concept Analysis. Nursing Forum, 42(2), 73–82.

Everall, R. D., Altrows, K. J., & Paulson, B. L. (2006). Creating a future: A study of resilience in suicidal female adolescents. Journal of Counseling & Development, 84(4), 461-470.

Florian, V., Mikulincer, M., & Taubman, O. (1995). Does kepribadian tangguh contribute to mental health during a stressful real-life situation? The roles of appraisal and coping. Journal of personality and social psychology, 68(4), 687.

Garaga, B. N. I. (2017). Kepribadian tangguh Karyawan Yang Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja. PSIKOBORNEO, 5(3), 642-653.

Gito, M., Ihara, H., & Ogata, H. (2013). The relationship of resilience, kepribadian tangguh, depression and burnout among Japanese psychiatric hospital nurses. Journal of Nursing Education and Practice, 3(11), 12.

Gustiana, R. (2016). Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Resiliensi pada Penghuni Lapas di Kelas II A Samarinda. MOTIVASI, 3(1), 25-42.

Hashemi, S. H., Ahadi, H., & Azad Yekta, M. (2017). Relationship between psychological kepribadian tangguh and self-efficacy in patients with type 2 diabetes:(The mediating role of self-esteem and social support) using structural equation modeling. European Online Journal of Natural and Social Sciences, 6(2), pp-273.

Ivancevich, J.M, Robert, K &M ichael, T.M . (2006). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Alih Bahasa: Gina Gania. Jakarta : Erlangga

Kobasa, S. C., Maddi, S. R., & Kahn, S. (1982). Kepribadian tangguh and health: a prospective study. Journal of personality and social psychology, 42(1), 168.

Kumpfer, K.L. (1999). Factors and Processes Contributing to Resilience: The Resilience Framework. In: Glantz, M.D. and Johnson, J.L., Eds., Resilience and Development: Positive Life Adaptations, Kluwer, New York, 179-224.

Lo Bue, S., Kintaert, S., Taverniers, J., Mylle, J., Delahaij, R., & Euwema, M. (2018). Kepribadian tangguh differentiates military trainees on behavioural persistence and physical performance. International Journal of Sport and Exercise Psychology, 16(4), 354-364.

Maddi, S. R. (2013). Kepribadian tangguh: Turning stressful circumstances into resilient growth. Springer Science & Business Media.

Maddi, S. R., & Khoshaba, D. M. (2005). Resilience at work: How to succeed no matter what life throws at you. Amacom Books.

Mohatashami, A. R., Tajari, F., & Rad, M. R. A. (2015). Studying the relationship between Kepribadian tangguh and Resilience Personality Traits and Academic Achievement among Students of Kashan University in 2014. Cumhuriyet Üniversitesi Fen-Edebiyat Fakültesi Fen Bilimleri Dergisi, 36(3), 3294-3301.

Nezhad, M. A. S., & Besharat, M. A. (2010). Relations of resilience and kepribadian tangguh with sport achievement and mental health in a sample of athletes. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 5, 757-763.

Pasudewi, C. Y. (2013). Resiliensi Pada Remaja Binaan Bapas Ditinjau Dari Coping Stress (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).

Resnick, B., Gwyther, L., & Roberto, K. A. (2011). Resilience in aging. New York: Springer.

Sarafino, E., & Smith, T. (2011). Health psychology biopsychosocial interaction. United State Of Amerika: John Wlley & Sons.

Simanungkalit, J. H. U. (2013). Penataan Pegawai Tidak Tetap Di Lingkungan Instansi Pemerintah. Civil Service Journal, 7(2).

Sudaryono. (2018). Metodologi Penelitian. Depok: PT. Raja Grafindo Persada

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta.

Tugade, M. M., & Fredrickson, B. L. (2004). Resilient individuals use positive emotions to bounce back from negative emotional experiences. Journal of personality and social psychology, 86(2), 320.

Utami, C. T. (2017). Self-Efficacy dan Resiliensi: Sebuah Tinjauan Meta-Analisis. Buletin Psikologi, 25(1), 54-65.

Wagnild, G. M., & Young, H. M. (1993). Development and psychometric evaluation of theResilience Scale. Journal of Nursmg Measurement, 1(2), 165-178.

Yu, X., & Zhang, J. (2007). Factor analysis and psychometric evaluation of the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) with Chinese people. Social Behavior and Personality: an international journal, 35(1), 19-30.




DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2021.10.004

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Muhammad Rizky Amada, Dwi Nur Rachmah, Firdha Yuserina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.