Hubungan antara Positive Feedback dengan Self Disclosure pada Komunitas Tiktok X di Kalimantan Selatan

Krismon Endah Sari, Muhammad Syarif Hidayatullah, Rendy Alfiannor Achmad

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara positive feedback dengan self disclosure pada komunitas tiktok X di Kalimantan Selatan. Positive feedback pengguna media sosial mampu membantu seseorang dalam melakukan pengungkapan diri dan menunjukkan potensi yang baik serta membangun keakraban satu sama lain. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah komunitas tiktok X di Kalimantan Selatan sebanyak  68 orang menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala positive feedback dan skala self disclosure. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel positive feedback dengan variabel self disclosure. Nilai positif pada r menunjukkan bahwa semakin tinggi positive feedback yang diterima maka semakin tinggi self disclosure yang dilakukan, sebaliknya semakin rendah positive feedback yang diterima maka akan semakin rendah self disclosure yang dilakukan. Hasil analisis tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara positive feedback dengan self disclosure dapat diterima.

Full Text:

PDF

References


Adnan, S. A. (2020). Mengapa tiktok makin digemari? ini alasan dan dampaknya secara psikologis. from oase.id: https://www.oase.id/read/lw4MP3-mengapa-tiktok-makin-digemari-ini-alasan-dan-dampaknya-secara-psikologis, diakses pada 14 Maret 2020.

Andriyani , M., Kartono, & Walid. (2019). Analisis kemampuan komunikasi matematis berdasarkan self esteem siswa dalam pembelajaran connecting, organizing, reflecting, extending (CORE) dengan positive feedback. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana. 2, 1061-1067.

Annur, C. M. (2020). Pengguna tiktok naik 20% selama pandemi, terbanyak konten edukasi from katadata.co.id: https://katadata.co.id/ekarina/digital/5ec2245aa8bc7/pengguna-tiktok-naik-20-selama-pandemi-terbanyak-konten-edukasi, diakses pada 9 September 2020.

Arnus, S. H. (2016). Self disclosure di media sosial pada mahasiswa IAIN Kendari (suatu kajian psikologi komunikasi pada pengguna media sosial). Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 11(2), 143-160.

Batubara, H. (2018). Viral joget tiktok di jalan, 4 Gadis ini minta maaf. from detikNews: https://news.detik.com/berita/d-4034194/viral-joget-tik-tok-di-jalan-4-gadis-ini-minta-maaf?, diakses pada 9 September 2020.

Devito, J. A. (1986). Komunikasi antar manusia. Professional Books.

Devito, J. A. (2011). Komunikasi antar manusia. Karisma Publishing Group.

Dewi, A. P., & Delliana, S. (2020). Self disclosure generazi Z di twitter. Jurnal Ekspresi dan Persepsi , 3(1), 62-69.

Haryanto, A. T. (2020). Riset: ada 175,2 juta pengguna internet di Indonesia. from inet.detik.com: https://inet.detik.com/cyberlife/d-4907674/riset-ada-1752-juta-pengguna-internet-di-indonesia, diakses pada 03 Maret 2020.

Johana, K., Lestari, F. D., & Fauziah, D. N. (2020). Penggunaan fitur instagram story sebagai media self disclosure dan perilaku keseharian mahasiswi public relations Universitas Mercu Buana. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 1 (3).

Liu, D., & Brown, B. B. (2014). Self disclosure on social networking sites, positive feedback, and social capital among chinese college students. Computers in Human Behaviour , 213-219.

Maruyama, M., Robertson, S. P., Douglas, S., Raine, R., & Semaan, B. (2017). Social watching a civic broadcast: Understanding the effects of positive feedback and other users opinions. In Proceedings of the 2017 ACM Conference on Computer Supported Cooperative Work and Social Computing (pp. 794-807).

Masur, P. K. (2019). Theories of self disclosure. In situational privacy and self-

disclosure (pp. 69-88). Springer, Cham.

Nilawati, P. P. (2019). Ramai digunakan anak muda, jumlah pengguna tiktok di Indonesia tahun ini meningkat pesat. from jabar.tribunnews:https://jabar.tribunnews.com/2019/10/11/ramai-digunakan-anak-muda-jumlah-pengguna-tiktok-di-indonesia-tahun-ini-meningkat-pesat, diakses pada 08 Maret 2020.

Pohan, F., A., & Dalimunthe, H., A. (2017). Hubungan intimate friendship dengan self disclosure pada mahasiwa psikologi penggua media sosial facebook. Jurnal Diversita, 3(2).

Putra, A. W. (2018). TikTok – Sosial Media berbasis video yang sedang sangat popular. From gadgetren: https://gadgetren.com/2018/03/16/apa-itu-tik-tok-video-media-sosial/,diakses pada 9 September 2020.

Puspaningrum, A. E. (2017). Self disclosure pada media sosial youtube dalam bentuk video blog. Interaksi Online, 6(1).

Sabaruddin. (2019). Self disclosure pada mahasiswa pengguna instagram (studi kasus mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Pangkep). Journal of Comunnication Sciences , 1, 111-120.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta, CV.

Voerman, L., Korthagen, F. A., Meijer, P. C., & Simons, R. J. (2014). Feedback revisited: Adding perspectives based on positive psychology. Implications for theory and classroom practice. Teaching and Teacher Education, 43, 91-98.

Vossen, H. G., Koutamanis, M., & Walther, J. B. (2017). An experimental test of the effects of online and face-to-face feedback on self- esteem. Cyberpsychology: Journal of Psychosocial Research on Cyberspace, 11(4).

Wang, Y., Wang, X., Liu, H., Xie, X., Wang, P., & Lei, L. (2020). Selfie posting and self-esteem among young adult women: A mediation model of positive feedback and body satisfaction. Journal of health psychology, 25(2), 161-172.




DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2021.10.009

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Krismon Endah Sari, Muhammad Syarif Hidayatullah, Rendy Alfiannor Achmad

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.