Hubungan Religiusitas dengan Kelekatan Tempat Ibadah pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kelekatan tempat ibadah pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Penelitian ini merupakan studi korelasional yang dilakukan pada 60 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan kriteria sampel merupakan mahasiswa aktif UIN Antasari Banjarmasin Tahun 2019/2020 Fakultas Tarbiyah, beragama Islam, setidaknya mengunjungi masjid minimal 1 kali dalam satu pekan atau aktif dalam komunitas masjid tersebut. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu skala religiusitas dan skala kelekatan tempat. Analisis data menggunakan analisis korelasional didapatkan hubungan positif antara religiusitas dengan kelekatan tempat yang artinya semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi kelekatan tempat, begitupun sebaliknya.
Kata kunci: Religiusitas, kelekatan tempat, mahasiswa.
Abstract
The purpose of this study was to find out the relationship between religiosity and attachment to places of worship in students of Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin (the State Islamic University of Antasari Banjarmasin). The population for this study is students from Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. This study was a correctional study conducted on 60 students. The sampling technique used in the study was the accidental sampling technique with the sample criteria including being active students of UIN Antasari Banjarmasin Year 2019/2020 at Faculty of Tarbiyah, Muslim, visiting the mosque at least 1 (once) a week or being active in the mosque community. Two measuring instruments were used in the study, namely the scale of religiosity and the scale of place attachment. Data were analyzed using the correlational analysis, which showed a positive relationship between religiosity and place attachment, indicating that the higher the religiosity, the higher the place attachment, and vice versa.
Keywords: Religiosity, Place Attachment, Students
Full Text:
PDFReferences
Amir, Y. & Lesmawati. (2016). Religiusitas dan spiritualitas: Konsep yang sama atau berbeda?. Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris & Non-Empiris, 2(2), 67–73.
Biro Pusat Statistik Kalimantan Selatan. (2010). Data sensus penduduk 2010. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. Diakses 29 September 2019, di Https://bps.go.id.data.
Chen, P., & Chang, T. (2015). Study of religious involvement and place attachment for local residents of dong-lung temple in donggang township. Doi:10.1109/ICSSSM.2015.7170159.
Christy, F. E. (2019). Indonesia dengan muslim terbesar di asia tenggara. Diakses 01 Oktober 2019, di Https://data.tempo.co/data/480/indonesia- dengan-muslim-terbesar-di-asia-tenggara.
Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah serta Direktorat Jenderal Binas Islam Kementrian Agama Republik Indonesia. (2014). Sistem informasi masjid (simas). Diakses 11 Februari 2020, di Http://simas.kemenag.go.id/.
Mukhlis, A. (2016). Attachment place: studi fenomenologi special place anak usia dini di PAUD Islam dan TK Islam di Kabupaten Malang. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 4(1), 134. Https://doi.org/10.15642/pai.2016.4.1.134-156.
Najafi, M. & Mustafa K. (2014). Public attachment to religious place: a study of place attachment to mosque in Malaysia. International journal of humanities and social sciences, 8(1).
Nazaruddin, K. (2017). Studi kualitas pencahayaan, suara, dan suhu ruang salat masjid (studi kasus: masjid raya Jakarta Islamic Centre – koja, jakarta utara). Jurnal ilmiah ARJOUNA, 1(2).
Fitriani A. (2016). Peran religiusitas dalam meningkatkan psychological well being. Al-Adyan, 11(1):57-80.
Fridayanti. (2015). Religiusitas, spritualitas dalam kajian psikologi dan urgensi perumusan religiusitas islam. (105), 199–208. 105, 199–208.
Khodijah, N. (2018). Pendidikan karakter dalam kultur islam melayu (studi terhadap pola asuh orang tua, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan pengaruhnya terhadap religiusitas remaja pada suku melayu Palembang). Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 21–39. Https://doi.org/10.19109/tadrib.v4i1.1949.
Putri, F. A. (2012). Perbedaan tingkat religiusitas, dan sikap terhadap seks pranikah antara pelajar yang bersekolah di sma umum dan sma berbasis agama. Jurnal Mahasiswa Universitas Surabaya, 1(1).
Prakoso, S., & Dewi, J. (2017). Rasa kelekatan anak pada ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). NALARs,17(1). Https://doi.org/10.24853/nalars.17.1.1-10.
Priyatno, D. (2010). Paham analisa statistik data dengan SPSS. Mediakom.
Raymond CM, Brown G, Weber D. (2010). The measurement of place attachment: personal, community, and environmental connections. Journal Environmental Psychology, 30(4):422-434. Doi:10.1016/j.jenvp.2010.08.002.
Setiati, G., Santosa, I., & Syarief, A. (2015). Gender dan place attachment pada coffee shop Di Bandung. Jurnal Sosioteknologi, 14(3), 298–310. Https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.8.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Alfabeta.
Ujang, N. (2016). Defining place attachment in asian urban places through opportunities for social interactions. Environment-Behaviour Proceedings Journal, 1(1), 28. Https://doi.org/10.21834/e-bpj.v1i1.191.
Widodo, Pramitasari, & Marcillia. (2018). Place attachment abdi dan masyarakat terhadap puri saren agung ubud di Kabupaten Gianyar Bali. National Academic Journal of Architecture, 6(2). Http://doi.org/10.24252/nature.v6i2a6.
DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2022.04.008
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Arisa Ermaya Devi, Neka Erlyani, Rahmi Fauzia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





