POLA DISTRIBUSI PARTIKEL SEDIMEN TERSUSPENSI MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2 DAN MODEL MIKE 21 FLOW MODEL (FM) DI MUARA PERAIRAN SUNGAI BARITO PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Dimas Widyanata, Ira Puspita Dewi, Baharuddin Baharuddin

Abstract


Tingginya intensitas curah hujan pada musim hujan, akan menyebabkan volume limpasan dan debit yang tinggi. Volume limpasan yang tinggi menyebabkan terjadinya erosi di wilayah pembukaan lahan, hal ini dapat meningkatkan konsentrasi partikel sedimen tersuspensi. Debit yang tinggi akan mnyebabkan distribusi partikel sedimen tersuspensi semakin jauh ke arah laut. Rendahnya intensitas curah hujan pada musim kemarau akan menyebabkan volume limpasan dan debit yang lebih rendah. Kondisi ini akan membuat konsentrasinya menjadi lebih rendah dan hanya terdistribusi di wilayah muara karena didominasi pengaruh pasang surut. Sungai Barito merupakan sungai utama dari DAS Barito dengan total Panjang sekitar 900 km. Kondisi ini menyebabkan banyak bermuara sungai-sungai lainnya yang merupakan sub DAS Barito seperti Sungai Martapura, Sungai Kuin, Sungai Nagara dan Sungai Tapin. Sebagian besar DAS maupun sub DAS tersebut telah mengalami pembukaan lahan yang cukup intensif. Sungai Barito juga bermuara ke Laut Jawa sehingga memiliki jangkauan pengaruh pasang surut dan intrusi air laut sekitar 140 km dari muaranya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola distribusi partikel sedimen tersuspensi berdasaran pengukuran langsung, citra Sentinel-2 dan model MIKE 21 FM pada akhir musim hujan bulan Maret 2021 dan musim kemarau bulan Juni 2021 di Muara Perairan Sungai Barito. Hasil penelitian terlihat bahwa pola distribusi berdasarkan pengukuran langsung, citra Sentinel-2 dan model Mike 21 FM, menunjukkan pola distribusi yang sama dengan kisaran masing-masing pendekatan yaitu 12 mg/l – 46 mg/l pada saat musim hujan dan 1 mg/l – 65 mg/l saat musim kemarau dengan pengukuran langsung, 30 mg/l – 170 mg/l pada saat musim hujan dan 5 mg/l – 50 mg/l saat musim kemarau menggunakan citra sentinel-2 dan 12 mg/l – 78 mg/l pada saat musim hujan dan 12 – 52 mg/l saat musim kemarau dengan pendekatan model. Musim hujan konsentrasinya akan tinggi dan terdistribusi jauh ke arah laut karena pengaruh tingginya debit dan curah hujan, sedangkan musim kemarau konsentrasinya lebih rendah dan hanya terdistribusi di muara karena pengaruh debit dan pasang surut yang sama-sama kuat.


Keywords


Partikel sedimen tersuspensi, Musim Hujan, Musim Kemarau, Sentinel 2, Mike 21 Flow Model (FM)

Full Text:

PDF

References


Arifin, H. S. (2018). Analisis kualitas air dan konsentrasi partikel sedimen di Sungai Bogowonto. Jurnal Teknik Pengairan, 9(1), 29-38.

Baharuddin, John I Pariwono, I Wayan Nurjaya. 2009. Pola Transformasi Gelombang dengan Menggunakan Model RCPWave pada Pantai Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. E. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 1, No. 2, Desember 2009.

Budianto, S., & Hariyanto, T. (2017). Analisis Perubahan Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) Dampak Bencana Lumpur Sidoarjo Menggunakan Citra Landsat Multi Temporal (Studi Kasus: Sungai Porong, Sidoarjo). Tugas Akhir. Surabaya, Indonesia: Jurusan Teknik Geomatika, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Galuh, G.N.A. 2022. Analisis Sebaran TSS Menggunakan Citra Sentinel-2 Dan Hubungannya Terhadap Kondisi Hidro-Oseanografi Serta Curah Hujan Di Perairan Teluk Tamiang Kabupaten Kotabaru. Skripsi. Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Perikanan Dan Kelautan.

Haryono. Muhammad, N. Haris, S. dan Muhrizal, S. 2013. Lahan Rawa Penelitian dan Pengembangan. Bogor. IAARD Press.

Hasanah, R., & Yulianto, D. (2020). Dampak pengerukan alur pelayaran terhadap kualitas air dan keberadaan ikan di perairan Pantai Utara Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Kelautan, 25(3), 105-112.

Helfinalis dan Rubiman. 2012. Padatan Tersuspensi Total di Perairan Selat Flores Boleng Alor dan Selatan Pulau Adonara Lembata Pantar. Vol.17 (3) 148- 153pp. Kecamatan Kwanyar,Bangkalan. SENTA. ITS.

Jayadi, R. 2000. Pengantar Hidrologi. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada Press.

Lestari, R. A., & Yulianda, F. (2015). Pengaruh partikel sedimen tersuspensi terhadap kemampuan mangrove dalam memperbaiki kualitas air. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 6(2), 83-90.

Rifardi. 2001b. Study on Sedimentology from the Sungai Mesjid Estuary and its Environs in the Rupat Strait, the East Coast of Sumatera Island. Journal of Coastal Development. Research Institute Diponegoro University. 4(2)87-97.

Sari, P. D., & Lestari, R. (2019). Analisis konsentrasi partikel sedimen tersuspensi pada debit aliran Sungai Kapuas. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 98-104.

Selamat, M. B., Ukkas, M. dan Samawi, M. F. (2018) “Karakterisasi Spektral Sedimen Tersuspensi di Perairan Muara Sungai Kota Makassar 98 Menggunakan Citra Sentinel 2A,” Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan V, (2014), hal. 181–190.

Setiawan, F., & Rahman, A. (2018). Pengaruh partikel sedimen tersuspensi terhadap mangrove di Muara Sungai Bengawan Solo, Jawa Timur. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 2(3), 124-130.

Surbakti, H. 2012. Karakteristik Pasang Surut dan Pola Arus di Muara Sungai Musi. Jurusan Ilmu Kelautan. Universitas Sriwijaya. Palembang. Jurnal Penelitian Sains 15 1(D) 15108.

Zainuri M. Jurnal Oseanografi. Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016, Halaman 325 – 333.




DOI: https://doi.org/10.20527/m.v7i1.11821

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Has been indexed and abstracted by:

View My Stats