STUDI ESTIMASI SERAPAN KARBONDIOKSIDA BERDASARKAN SIMPANAN KARBON PADA MANGROVE DI MUARA TELUK SAMPIT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Anjasmara Anjasmara, Nursalam Nursalam, Ira Puspita Dewi

Abstract


Kabupaten Kotawaringin Timur tepatnya di pesisir Teluk Sampit memiliki luasan wilayah hutan mangrove berkisar 600 hektar menurut Akhmadi (2022). Hutan mangrove di Muara Teluk Sampit memerlukan dukungan dan pencapaian data lingkungan hidup sebagai bentuk upaya terhadap penanganan pemanasan global di dunia. Keadaan hutan mangrove ini juga belum diketahui dan memerlukan kajian lebih mendalam untuk melengkapi data penyerapan karbon belum diketahui dengan pasti sehingga diperlukan kajian untuk mengetahui seberapa besar kandungan karbon terutama pada batang dan daya serap terhadap karbondioksida untuk mengantisipasi pemanasan global serta peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), baik dari aktivitas perusahaan yang ada maupun aktivitas lainnya. Simpanan karbon yang ada di Muara Teluk Sampit memiliki nilai sebesar 24,99 ton.C/ha dengan total simpanan karbon sebesar 14.994 ton.C dari luas mangrove 600 Ha. Total serapan CO2  oleh kawasan mangrove di Muara Teluk Sampit sebesar 55.027,98 ton dari luas wilayah mangrove 600 Ha. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang stok karbon dan estimasi serapannya terhadap karbondioksida pada kawasan mangrove Muara Teluk Sampit Provinsi Kalimantan Tengah.


Keywords


Karbon, Mangrove, Pemanasan Global, Emisi, Sampit, Kalimantan Tengah.

Full Text:

PDF

References


Akhmadi, 2022. Keanekaragaman dan Spesies Indikator Pada Hutan Mangrove di Teluk Sampit, Kotawaringin Timur. Biological Sciences : Vol. 4 No. 1.

Arief, A. 2005. Hutan dan Kehutanan. Kanisius : Jogjakarta.

Bengen, DEA., Yonvitner dan Rahman. 2022. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Bengen, D.G. 1999. Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Bogor: Pusat Kajian dan Sumberdaya Pesisir dan Lautan.

Bengen, D.G. 2004. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian dan Sumberdaya Pesisir dan Laut IPB. Bogor: 56-58 hlm.

Bengen, D. G. 2001. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Bogor. Pusat Sumber Daya Pesisir dan Laut. IPB. 61 hal.

Bismark, M., Heriyanto, N.M., Subiandono, E. 2008. Keragaman dan Potensi Jenis Serta Kandungan Karbon Hutan Mangrove di Sungai Subelen Siberut, Sumatera Barat. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 5 (3): 297 – 306.

Cahyaningrum, S. T., A. Hartoko dan Suryanti. 2014. Biomassa Karbon Mangrove pada Kawasan Mangrove Pulau Kemujan Taman Nasional Karimunjawa. Diponegoro Journal of Maquares 3 (2): 34-42.

Fourqurean, J., B. Johnson., J. B. Kauffman., H. Kennedy., C. Lovelock., J. P. Megonigal., A. F. Rahman., N. Saintilan dan M., Simard. 2014. Coastal Blue Carbon, Methods for Assessing Carbon Stock and Emissions Factors in Mangroves, Tidal Salt Marshes and Seagrass Meadows. Conservation International, Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. Arlington. USA. 184 hal.

Ghufran, H. K. 2012. Ekosistem Mangrove : Potensi, Fungsi dan Rineka Cipta. Jakarta. Pengelolaan.

Gunarto, 2004. Konservasi Mangrove Sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai. Jurnal Litbang Pertanian. 23 (1): 15 – 21.

Hairiah, K., S. M. Sitompul., M. van Noordwijk dan C. Palm. 2001. Methods for Sampling Carbon Stocks Above and Below Ground. International Centre for Research in Agroforestry. Bogor. 31 hal.

Heriyanto, N. M dan E. Subiandono. 2012. Komposisi dan Struktur Tegakan, Biomassa dan Potensi Kandungan Karbon Hutan Mangrove di Taman Nasional Alas Purwo. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 9 (1) : 023-032.

Kauffman, J. Boone dan D. C. Donato. (2012). Protocols for The Measurement, Monitoring and Reporting of Structure, Biomass and Carbon Stocks in Mangrove Forest. CIFOR.

Kusmana, C., S. Sabiham., K. Abe and H. Watanabe. 2000. Pengelolaan Ekosistem Mangrove Secara Berkelanjutan Dan Berbasis Masyarakat. Karya ilmiah. Tidak diterbitkan. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.Agustini, N. T., Z. Ta'alidin dan D. Purnama. Struktur Komunitas Mangrove di Desa Kahyapu Pulau Enggano. Jurnal Enggano 1 (1): 19-31.

Sutaryo, D. 2009. Perhitungan Biomassa Sebuah Pengantar Untuk Studi Karbon dan Perdagangan Karbon. WIIP. Bogor.

Pandit, I.K.N. dan H. Ramdan. 2002. Anatomi Kayu: Pengantar Sifat Kayu Sebagai Bahan Bangunan. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Pemda, KalTeng. 2018. Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Tengah. GeoPortal : KalTeng.

Pidwirny, M. 2006. The Carbon Cycle “Fundamentals of Physical Geography 2nd Edition”..Date..Viewed..http://www.physicalgeography.net/fundamentals/9s.html.

Tomlinson, P. B. 1994. The Botany of Mangroves. Buku. Cambridge University Press. 413p.

Wanatorei, H. K. 2013. Identifikasi Jenis – Jenis Tumbuhan Mangrove di Kampung Sanggei Distrik Urei – Faisei Kabupaten Waropen. Skripsi. Universitas Negeri Papua. Manokwari. 40p.

Windusari, Y., Nur, A.P., Sari, Indra, Y., Hilda, Z., 2012. Dugaan Cadangan Karbon Biomassa Tumbuhan Bawah dan Serasah di Kawasan Suksesi Alami Pada Area Pengendapan Tailing PT Freeport Indonesia. Biospecies. 5 (1): 22 – 28.




DOI: https://doi.org/10.20527/mcsij.v8i2.15068

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Has been indexed and abstracted by:

View My Stats