Analisis Tingkat Regenerasi Ekosistem Mangrove di Muara Sungai Desa Pagatan Besar

Nursalam Nursalam, Ira Puspita Dewi, Hamdani Hamdani

Abstract


Tingkat regenerasi mengacu pada kemampuan ekosistem mangrove untuk memperbaharui diri, yang diukur melalui keberadaan dan jumlah individu mangrove pada berbagai fase pertumbuhan, yaitu semai, anakan, dan pohon. Tingkat regenerasi yang baik menandakan bahwa ekosistem mangrove mampu mempertahankan kelestariannya secara alami melalui pertumbuhan dan perkembangan individu-individu baru. Desa Pagatan Besar memiliki kawasan mangrove yang cukup baik terutama di sekitar muara sungainya, namun belum diketahui regenerasi alami ekosistem ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah mangrove berdasarkan tingkat pertumbuhan, struktur vegetasi, serta tingkat regenerasi mangrove. Penelitian dilakukan pada April hingga Oktober 2025 dengan metode purposive random sampling dan plot garis transek di empat titik stasiun sepanjang aliran sungai. Variabel yang dianalisis meliputi kerapatan, frekuensi, dominasi, dan indeks nilai penting (INP), serta tingkat regenerasi berdasarkan klasifikasi Shankar (2001). Hasil penelitian ditemukan 5 spesies mangrove yaitu Avicennia officinalis, Avicennia marina, Avicennia alba, Bruguiera sexangula, dan Rhizophora apiculata. Tingkat kerapatan dan frekuensi vegetasi yang berbeda-beda di setiap stasiun mengindikasikan bahwa distribusi dan pertumbuhan mangrove tidak merata. Dominasi Avicennia marina menggambarkan kemampuannya beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang mendukung keberhasilan regenerasi alami. Status tingkat regenerasi mangrove di Desa Pagatan Besar tergolong baik, karena ditemukan adanya kelimpahan individu pada tingkat semai dan anakan yang cukup untuk mendukung kelangsungan populasi mangrove di masa mendatang.


Keywords


mangrove; tingkat regenerasi; desa pagatan besar

References


Alongi, D.M. 2009. The Energetics of Mangrove Forests. Springer Science & Business Media, Dordrecht.

Duke, N.C., Meynecke, J.O., Dittmann, S., Ellison, A.M., Anger, K., Berger, U., Cannicci, S., Diele, K., Ewel, K.C., Field, C.D., Koedam, N., Lee, S.Y., Marchand, C., Nordhaus, I., dan Dahdouh-Guebas, F. 2007. A world without mangroves? Science, 317(5834): 41–42.

Kathiresan, K., dan Bingham, B.L. 2001. Biology of mangroves and mangrove ecosystems. Advances in Marine Biology, 40: 81–251.

Shankar, U. 2001. A case of high tree diversity in a sal (Shorea robusta)-dominated lowland forest of eastern Himalaya: floristic composition, regeneration and conservation. Current Science, 81(7): 776–786.

Tomlinson, P.B. 2016. The Botany of Mangroves (2nd ed.). Cambridge University Press, Cambridge.

FAO. 2007. The World’s Mangroves 1980–2005. FAO Forestry Paper 153. Food and Agriculture Organization of the United Nations, Rome.

Giri, C., Ochieng, E., Tieszen, L.L., Zhu, Z., Singh, A., Loveland, T., Masek, J., dan Duke, N. 2011. Status and distribution of mangrove forests of the world using earth observation satellite data. Global Ecology and Biogeography, 20(1): 154–159.




DOI: https://doi.org/10.20527/mcs.v9i2.18402

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Has been indexed and abstracted by:

View My Stats