PEMETAAN BATIMETRI DAN MORFOLOGI DASAR LAUT DI DAERAH ALUR PELAYARAN SELAT MADURA DENGAN MENGGUNAKAN DATA MULTIBEAM

Narendro Hadiningrat, Muhammad Syahdan, Ira Puspita Dewi

Abstract


Perairan Selat Madura merupakan sebuah perairan yang berada di antara wilayah pulau Jawa dan Madura dimana memiliki berbagai aktivitas sektor perekonomian dan transportasi yang semakin bertambah per-tahunnya. Aktifitas sector perekonomian tidak lepas dari kegiatan pembangunan/pengembangan wilayah dan lalu lintas kapal disekitaran perairan tersebut. Lalu lintas kapal mengikuti alur pelayaran yang sudah ditetapkan untuk perairan tersebut dimanai dari pelabuhan – pelabuhan terkenal diwilayah tersebut seperti pelabuhan Tanjung Perak. Alur pelayaran mestinya tidak lepas dari parameter kedalaman. Maka dari itu untuk memantau kedalaman perairan Selat Madura perlu dilakukan sebuah pemetaan yang dimulai dari kegiatan survei lapangan dan pengolahan data lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi kedalaman dan morfologi dasar laut di area alur pelayaran Selat Madura. Metode perolehan data melalui data sekunder dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut, adapun data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data raw Multibeam Echosounder, Sound Velocity Profiler, dan pasang surut. Data Multibeam Echosounder dalam bentuk raw yang masih belum diolah Hasil dalam panalitian ini menunjukan bahwa kedalaman di area alur pelayaran Selat Madura berkisar 2,66 – 39 meter MSL, 2,03 – 39 HWS, dan 1,52 – 3,28 meter LWS. Pengolahan data morfologi menggunakan bantuan software ArcGIS dan diperoleh nilai kelerengan setelah itu digambarkan dala bentuk peta kelerengan. Adapun hasil dari pengolahannya yaitu, dari nilai 0 – 2,1% tergolong dalam dasar laut datar, 2,2 – 3,8% tergolong dalam dasar laut landai, 5,9 sampai dengan 14% tergolong dalam dasar laut agak curam, 19 – 35% tergolong dalam dasar laut Curam


Keywords


Batimetri, Alur pelayaran, Multibeam Echosounder

Full Text:

PDF

References


Agung, DIB. 2016. Komposisi Jenis Dan Kelimpahan Zooplangton Diperairan Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan UNHAS Makassar.

Baharuddin. 2019. Bahan Ajar Mata Kuliah Pengantar Oseanografi. Banjarbaru. Ilmu Kelautan, ULM.

Chadijah, A., Yusli W., dan Sulistiono. 2013. Keterkaitan Mangrove, Kepiting Bakau (Scylla olivacea) dan Beberapa Parameter Kualitas Air di Perairan Pesisir Sinjai Timur. UMM Vol 1(2).

Green, A., Petersen, N., Cross, A., & MacLoed, E. 2008. Coral Triangle Facts, Figures and Calculations: Part II Patterns of Biodiversity and Endemism.

Hill J. dan Wilkinson C. 2004. Methods for ecological monitoring of coral reefs. Twonsville: Australian Institute of Marine Science.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor.51 Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut 2004.

Kuiter RH, Tonozuka T. 2001. Indonesia Reef Fishes. Zoonetics. Australia.

Magurran AE. 2004. Measuring Biological Diversity. Blackwell Publishing Company. USA.

Munthe, et all. 2011. Struktur Komunitas dan Sebaran Fitoplankton di Perairan Sungsang Sumatera Selatan. Maspari Journal, 4 (4), 122 – 130. Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya. Indralaya-Indonesia.

Odum EP. 1994. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi ketiga. Terjemahan. Gajahmada University Press. Yogyakarta.

Odum, E. P., 1971. Dasar-dasar Ekologi. Cetakan ke-3. Gajah Mada University Press, Yogyakarta. Kesehatan Karang Di Pulau GOF Kecil dan YEP NABI Kepulauan Raja Ampat. Balai Penelitian Perikanan Laut Muara Baru, Jakarta.

Sagala, I. S. 2019. Identifikasi Jenis Ikan Anemon (Amphiprion) Pada Berbagai Jenis Anemon di Desa Teluk Tamiang Kotabaru Kalimantan Selatan. Skripsi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat.

Tony, F. 2020. Kajian Identifikasi Kondisi Terumbu Karang Desa Sungai Cuka Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Kerjasama Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut.

Tony, F., dkk. 2021. Effectiveness of Bioreef_Block Technology on Reef Fish Diversity in Marine Waters of Sungai Cuka Village At Kintap District, Tanah Laut Regency of South Kalimantan, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 115 (7), 239–248.




DOI: https://doi.org/10.20527/mcs.v9i1.15080

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Has been indexed and abstracted by:

View My Stats