STUDI KOMUNITAS BIOTA ASOSIASI BERDASARKAN ZONASI DAN FORMASI VEGETASI MANGROVE DI DESA ANGSANA KABUPATEN TANAH BUMBU
Abstract
Desa Angsana memiliki potensi tumbuhan yang beraneka ragam, salah satunya adalah mangrove. Mangrove juga merupakan ekosistem yang berada di antara pasang tertinggi dan surut terendah serta berada di atas pemukiman laut dan keberadaanya di tempat yang terlindung. Zona hidup mangrove dibagi menjadi 4 yaitu zona terbuka, zona tengah, zona payau dan zona daratan. Masing-masing zonasi dan formasi ini menyediakan habitat unik yang mendukung berbagai spesies biota yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas biota asosiasi dan hubungannya dengan zonasi dan formasi vegetasi mangrove di desa tersebut. Penentuan lokasi sampling penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel menyesuaikan formasi jenis penyusun vegetasi mangrove untuk mengetahui zona pertumbuhannya. Pengambilan data berupa data struktur komunitas biota asosiasi (meliputi jenis, jumlah individu, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi), data mangrove (meliputi jenis mangrove, kerapatan, struktur vegetasi, zona dan formasi mangrove), data parameter lingkungan perairan (meliputi suhu, pH, DO, salinitas, substrat). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa struktur komunitas biota asosiasi untuk parameter kelimpahan tertinggi ditemukan pada zona tengah, keanekaragaman serta keseragaman biota asosiasi tertinggi juga ditemukan pada zona tengah, sedangkan dominansi tertinggi terdapat pada zona darat. Biota asosiasi dominan berada pada zona tengah kondisi ini juga didukung dengan nilai kerapatan mangrove dan parameter lingkungan perairan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al Idruis, A., Ilhamdi, M. L., Hadiprayitno, G., & Meirtha, G. (2018). Sosialisasi peiran dan fuingsi mangrovei pada masyarakat di kawasan Gili Suilat Lombok Timuir. Juirnal Peingabdian Magisteir Peindidikan IPA, 1(1), 71-78.
Birowo, S. 1991. Peingantar Oseianografi dalam J. H. Kuinarso dan Ruiyitno (eids). Statuis peinceimaran lauit di Indonsia dan teiknik peimantauiannya. LIPI-Jakarta.
Broweir, J.Z. Yeirrold, C. Von Eindei, 1990. Fieild and Laboratory Meithods for Geineiral Zoologi: Third Eidition. W.M.C. Brown Puiblisheir Uiniteid Statieis of Ameirica. P. Hlm.
Irawan, I. 2008. Struiktuir Komuinitas Moluiska (Gastropoda dan Bivalvia) Seirta Distribuisinya di Puilaui Buiruing dan Puilaui Tikuis, Guiguisan Puilaui Pari, Keipuilauian Seiribui. IPB. Bogor
Kreibs C. (1978). Eicology: Thei Eixpeirimeintal Analysis of Distribuition and Abuidancei. 4th eid. Harpeir Collins Colleigei Puilbl., Neiw York.
Leistari, F., & Kuismana, C. (2015). Thei Eiffeict of Wastei on Chlorophyll Conteint of Leiaveis and Reigeineiration of Mangrovei Foreist at Angkei Kapuik Proteiction Foreist, Jakarta. Bonorowo Weitlands, 5(2), 77-84.
Oduim, Ei. P. (1993). Dasar-Dasar Eikologi. Peineirjeimahan: Samingan, T dan Srigandono. B. Yogyakarta: Gajah Mada Uiniveirsity Preiss.
Rahmi dkk. (2017). Akuimuilasi Logam Beirat pada Sipuit Fauinuis ateir dan Struiktuir Popuilasinya di Daeirah Aliran Suingai Kruieing Reiuileiuing, Keicamatan Leiuipuing, Kabuipatein Aceih Beisar, Prosiding Seiminar Nasional Pascasarjana (SNP) Uinsyiah.
Sapruidin, S., & Halidah, H. (2012). Poteinsi Dan Nilai Manfaat Jasa Lingkuingan Huitan Mangrovei Di Kabuipatein Sinjai Suilaweisi Seilatan. Juirnal Peineilitian Huitan Dan Konseirvasi Alam. 9(3): 213-219.
Sofian, A., Harahab, N dan Marsoeiidi. 2012. Kondisi Dan Manfaat Langsuiing Eiikosisteiim Mangroveii Deiisa Peiinuiingguiil Keiicamatan Nguiiling Kabuiipateiin Pasuiiruiian. Eiil-Hayah. Vol. 2, No. 2 Mareiit 2012 (56–63).
DOI: https://doi.org/10.20527/mcs.v9i1.15081
Refbacks
- There are currently no refbacks.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Has been indexed and abstracted by:
View My Stats




.png)


