Program Biru Berdaya sebagai Kampanye Public Relations untuk Menciptakan Citra Universitas Lambung Mangkurat Peduli Mental Health Melalui #BerdayakanJiwa

Desita Anis Nabila, Khairunnisa Fauzah, Nasywa Anindya, Utin Alya Nurjannah, Muhammad Nizar Hidayat, Yuanita Setyastuti

Abstract


Program Biru Berdaya merupakan kampanye public relations yang bertujuan membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta menciptakan citra institusi sebagai kampus yang peduli terhadap kesejahteraan jiwa mahasiswa. Kampanye ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerentanan mahasiswa terhadap isu kesehatan mental serta minimnya pengetahuan terkait layanan konseling kampus. Kampanye dikembangkan melalui empat program utama: Biru Berdaya Publications, Grand Launching & Talkshow Bincang Berdaya, Biru Berdaya Roadshow, dan Bootcamp Konselor Sebaya. Metode yang digunakan mengacu pada 12 tahapan perencanaan kampanye public relations dari Anne Gregory, termasuk analisis situasi, penetapan tujuan, pesan, strategi, taktik, dan evaluasi. Hasil menunjukkan kampanye ini berhasil meningkatkan kesadaran mahasiswa, menyediakan ruang diskusi yang aman, dan membangun citra positif ULM melalui pengakuan terhadap identitas kampanye #BerdayakanJiwa. Partisipasi mahasiswa dalam berbagai program menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap kampanye ini. Namun, tantangan dalam memperluas jangkauan audiens dan menjaga keberlanjutan program tetap menjadi perhatian untuk pengembangan selanjutnya.

Kata Kunci: kampanye public relations, kesehatan mental, mahasiswa, kesadaran, konseling


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. (2021). Hasil Sensus Penduduk 2020. Badan Pusat Statistik.

World Health Organization. (2021). Adolescent Mental Health.

Gregory, A. (2010). Planning and Managing Public Relations Campaign (3rd ed.). Kogan Page.

Grunig, J. E., & Hunt, T. (1984). Managing Public relations. Holt, Rinehart & Winston.

https://doi.org/10.36312/jcm.v3i2.2433

Abdulah, A. Z., Suerni, T., & Nurochmah, E. (2024). Masalah kesehatan mental generasi Z di rumah sakit jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa, 12(2), 267-272.

Aloysius, S., & Salvia, N. (2021). Analisis kesehatan mental mahasiswa perguruan tinggi X pada awal terjangkitnya Covid-19 di Indonesia. Jurnal Citizenship Virtues, 1(2), 83-97. https://doi.org/10.37640/jcv.v1i2.962

Constantin, N. A., Rawis, D., & Setijadi, N. N. (2023). Komunikasi kesehatan mental pada mahasiswa dan peran masyarakat menanggapi isu kesehatan mental. Jurnal Cahaya Mandalika, 3(2), 1894-1911.

Firamadhina, F. I. R., & Krisnani, H. (2021). Perilaku generasi Z terhadap penggunaan media sosial TikTok: TikTok sebagai media edukasi dan aktivisme. Share: Social Work Journal, 10(2), 199. https://doi.org/10.24198/share.v10i2.31443

Savira, R. (2021). A SURVEY ON PROBLEMS CAUSED BY PSYCHOLOGICAL FACTORS AMONG GEN Z. https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/alhikmah

Sentani, S. R. E., Djunaidi, A., & Purwono, R. U. (2021). Pengaruh derajat stres sebagai mediator pada hubungan antara coping dan kesehatan mental. Journal of Psychological Science and Profession, 4(3), 172. https://doi.org/10.24198/jpsp.v4i3.26526


Refbacks

  • There are currently no refbacks.